
Hari ini tepat lima hari setelah acara syukuran dan gajiannya mereka. Sebenarnya rencananya mereka akan pergi ke Banyuwangi lagi.
Masih banyak petualangan yang belum mereka selesaikan di Jawadwipa ini. Sebab ada satu misteri yang harus dipecahkan dan dijelaskan pada media sejarahnya.
Tapi nyatanya tubuh manusia mereka masih letih. Sehingga membuat Gautama Family ini memilih untuk memulihkan tenaga dulu.
Kemampuan mereka harus dicas. Ketika amunisi terkumpul maka mereka sudah dipastikan siap. Mereka yang memiliki mata batin. Memilih untuk meditasi, guna memulihkan kemampuan mereka.
Di saat seperti itu pun Rahman dan Deni selaku dua orang Crew yang bertugas mengatur jadwal tayang mereka dibuat pusing rasanya.
Rahman dan Deni bukan hanya sekedar kameramen. Tapi mereka juga adalah pengatur jadwal dan tour keluarga Gautama Family.
Para fans Gautama ini sudah meroket. Mereka tenar dalam waktu singkat. Dan mereka sudah lapar akan asupan Vidio aksi di kanal YouTube Gautama Family.
Mereka meminta pada Cak Dika, Rachel dan kawan-kawan untuk update Vidio rutin tiap Minggu. Saat itu, baik Rahman dan Deni menyetujuinya.
Jadwal tayang Vidio mereka selalu tepat pada hari Jumat. Ini adalah hari Kamis. Di mana artinya besok seharusnya mereka sudah update Vidio di kanal YouTubenya.
"Jadi ini gimana yo?" tanya Rahman sambil melihat ke arah layar laptopnya.
Di kamar itu adalah kamar untuk Crew. Mereka saat ini tidak tinggal di hotel lagi. Melainkan di sebuah villa. Di dalam sana ada Mas'ud, Deni dan Rahman.
"Kamu pusingin apasih?" tanya Mas'ud pada Rahman.
Rahman mendongak menatap langit kamar villa yang putih. Dia hanya menjawab pertanyaan Mas'ud dengan tunjukkan jari. Jarinya tepat menunjuk ke arah Laptopnya.
Komentar netizen di sana membuat Mas'ud paham Mas'ud kemudian mulai berpikir. Jika memang kondisi fisik para cenayangnya Gautama masih belum pulih total. Maka mau bagaimana lagi?
"Ah!!!" ucap Deni tiba-tiba bersuara kencang sambil menepuk tangannya.
Suaranya yang tiba-tiba itu sontak saja membuat Mas'ud dan Rahman terkejut. Sumpah serepah khas Jawa arekan pun berkumandang dari mulut keduanya.
"Jancok!!!" ucap mereka berdua sambil mengelus dada. Mencoba menenangkan jantungnya yang hampir melompat.
"Opo toh, dek?" tanya Rahman pada Deni adiknya.
Nampak Deni masih berwajah sumringah dan setengah terkekeh. Lalu dia pun berkata,
"Kamu tau, kan? Bella sama Rachel dia punya pengikut unik!" ucap Deni memberitahu.
Baik Mas'ud dan Rahman sejenak saling pandang. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Deni di sini.
"Maksudnya?" tanya mereka berdua serentak pada Deni.
Wajah kebingungan itu sejenak membuat Deni mengacak-acak surainya sendiri. Menurutnya, Masnya dan Mas'ud ini lemot sekali.
__ADS_1
"Dua setan asing dari Netherlands! Barend dan Albert yang sering disebut oleh mereka! Ayo kita kuak apa yang terjadi pada mereka di era Nippon!" usul Deni.
Usulan itu sontak membuat Rahman berbinar. Adalah satu usulan yang cukup bagus rasanya. Baik Mas'ud dan Rahman. Raut wajah keduanya yang tadi nampak frustasi mencari solusi mendadak sumringah. Usulan yang sangat tepat rasanya.
Klikkkkk
Satu petikan jari keduanya diiringi sorakan bahagia pun terdengar. Keduanya lalu berdiri disusul dengan Deni setelah itu.
Mereka mengambil kamera mereka lalu berlari keluar dari dalam kamar. Ini malam tepat pukul delapan. Rasanya kegelapan ini tepat untuk memanggil kedua setan lucu bangsa asing itu.
Seluruh keluarga Gautama Family akan terlihat berada di ruang tamu saat ini. Mereka sedang bercengkrama satu sama lain.
Sebelum sampai ke ruang tamu. Ketiganya pasti melewati dapur. Suara langkah kaki berlari dari ketiganya menyita perhatian para Srikandi yang saat itu sedang membuat minuman di dapur.
"Loh!" pekik Bella ketika hendak keluar dari dapur lalu mundur kembali saat melihat Deni, Rahman dan Mas'ud yang berlari di hadapannya.
"Nyapo Bel?" tanya Marsya menutup lemari es lalu menghampiri Bella yang berdiri di ambang pintu dapur.
Kepala mereka celingukan menatap ke arah Rahman, Deni dan Mas'ud yang saat itu sudah berada di ruang tamu.
Mereka duduk manis sambil menghadap Cak Dika kali ini yang menatapnya penuh dengan keheranan.
Rara keluar dari dalam dapur begitupun dengan Rachel. Laras tidak ikut serta di dapur itu. Dia duduk manis di ruang tamu bersama Aldo sejak tadi.
Rara dan Rachel berjalan mendekati para lelaki itu. Sambil membawa makanan dan minuman ringan sebagai bahan untuk mereka mengobrol.
Terlihat Barend dan Albert menyembulkan kepalanya. Kepala itu menembus tembok atap lalu mengikuti pergerakan kue yang sedang Rara dan Rachel bawa. Sesekali Rachel menatap keduanya itu di atas. Tapi dia membiarkannya.
"Ada apa kalian menatapku kayak gitu?" tanya Cak Dika bingung pada ketiga kameramennya.
Rara dan Rachel meletakkan makanan dan minuman yang mereka bawa. Lalu ikut duduk di sana. Begitupun dengan Bella dan Marsya.
Mereka semua pun menatap ke arah ketiga kameramennya yang masih tersenyum.
"Sakit ya?" tanya Marsya pada ketiganya yang menurutnya nampak aneh.
Ketiganya lalu menggeleng mendengar itu. Mereka pun berkata,
"Kami ada usul untuk bahan upload besok!" ucap ketiganya.
Ah, jawaban itu membuat para pemilik mata batin itu saling tatap satu sama lain tak terkecuali Thariq.
"Usul apa itu?" tanya Thariq mewakili pertanyaan dari Cak Dika dan yang lainnya.
"Begini, tentang dua hantu asing yang sering ngikut Bella dan Rachel. Kita ada usul untuk kalian nembusin mereka dan ceritain. Apa aja yang terjadi dalam hidup mereka!" ujar Deni menjelaskan.
__ADS_1
"Mediasi gitu maksudnya?" tanya Cak Dika pada Rahman dan Deni yang langsung mendapatkan anggukan.
Anggukan itu membuat Rachel dan Bella menghela nafas. Lalu keduanya menatap ke arah dua sosok hantu Belanda yang berdiri agak jauh dari tempat mereka berada.
"Kemarilah!" panggil Rachel pada keduanya.
Barend dan Albert sejenak saling tatap. Lalu mereka pun terbang melayang mendekati Rachel. Ketika sudah sampai tepat di hadapannya Rachel. Rachel pun berkata,
"Hei, maukah kamu membagi kisahmu pada kami?" tanya Rachel pada mereka.
"Kisah apa itu?" tanya Barend tidak mengerti apa maksud Rachel.
"Perihal apa yang terjadi pada kamu? Supaya dunia tau kalau kamu memang pernah ada dan hidup!" jawab Rachel lagi.
"Tidak! Aku benci orang-orang tau apa yang terjadi pada kami sebelum mati!" jawab Barend pada Rachel.
"Kamu tau kan, kami tidak akan melakukan apa-apa pada kalian!" ujar Rachel lagi.
Tak disangka, Barend saat itu menangis. Mungkin dia kembali teringat perihal kejadian yang menimpanya sebelum mati.
"Aku mati karena aku nakal! Dan aku mati karena peledak!" ujar Barend pada Rachel.
Rachel lalu mengulurkan tangannya pada Barend sambil tersenyum. Uluran tangan itu membuat Barend yang menangis tanpa mampu mengeluarkan air mata itu menatapnya bingung.
"Ada apa?" tanya Barend pada Rachel.
"Kamu bisa makan kue dan susu ini sepuasnya! Jangan dipendam apa yang kamu rasakan. Bagilah itu dengan kami, Barend!" ucap Rachel lembut.
Melihat itu Barend pun diam. Dia lalu mengangguk. Perlahan tubuh ilusi itu masuk ke dalam tubuhnya Rachel lalu melakukan mediasi melalui tubuh itu.
"Mbak Laras atau aku?" tanya Thariq pada Laras yang duduk bersama Aldo di sampingnya.
Laras tau, Thariq sangat menyukai Rachel di sini. Dia pun berinisiatif pura-pura lemah. Lalu mengatakan,
"Kamu aja udah! Aku masih lemah ini!" jawab Laras pada Thariq.
Thariq mengangguk mendengar itu. Dia pun berjalan ke arah Rachel. Thariq duduk di bawahnya Rachel. Membelakanginya, lalu memejamkan kedua matanya.
Detik kemudian, dia dibawa masuk ke dimensi alam sebelah. Menyelemi kota Batavia pada tahun 1942. Jaman di mana kemerdekaan akan segera diserukan beberapa tahun setelahnya.
Tempat di mana tragedi kelam perihal pembantaian marak terjadi di mana-mana. Dan inilah, Hindia Belanda pada tahun itu.
Sejarah perihal kekalahan Belanda pada Sekutu. Juga pembantaian orang berkulit putih. Dengan kedua mata yang terpejam itu Thariq mulai bercerita perihal apa yang dilihatnya.
Deni dan Rahman mulai merekamnya. Sedangkan Mas'ud, dia menulis skenario yang akan di menjadi bacaan dalam mengkisahkan itu.
__ADS_1
Supaya penyajian itu nantinya nampak bagus. Rencananya, kisah itu akan diceritakan dengan beberapa animasi bergambar.
Mas'ud itu multi talent. Bahkan dia pun merangkap jabatan sebagai ilustrasi horor di kanal YouTube Gautama Family.