Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)
Bab 158: Rehat Sejenak


__ADS_3

Mereka masih berada di kota J. Para petugas desa memberikan mereka tempat penginapan sementara.


Ini sudah sekitar lima hari mereka di sana. Di dalam pedesaan yang dipenuhi pemasangan hijau.


"Wah luar biasa sekali hawa di sini! Sejuknya bukan main!" ucap Rachel sambil merentangkan tangannya.


Rachel saat ini sedang berdiri di balkon kamarnya. Balkon kamar itu tepat menghadap ke arah pegunungan. Pagi ini cukup cerah dan letihnya karena kasus kemarin sudah cukup hilang.


"Bagus banget Yaa Allah!" ucap Rachel lagi.


Di bawah gunung itu terdapat sawah sengkedan. Bukankah indah sekali rasanya.


Tokkkk


Tokkkk


Tokkkk


Suara ketukan pintu kamarnya membuat Rachel terdiam. Dia lalu berbalik menatap ke arah pintu kamarnya yang masih tertutup rapat.


Pintu itu tidak dikunci dan siapa saja bisa masuk. Dia satu kamar bersama dengan Rara. Tapi Rara sudah bangun lebih dulu dan entah ke mana dia bersama Cak Dika.


Tokkkk


Tokkkk


Lagi, pintu itu kembali diketuk. Rachel tersenyum kemudian. Dia pikir itu adalah ulah hantu Belanda. Barend dan teman-temannya mungkin.


"Barend, sudahlah jangan usil! Kamu bisa nembus tembok, kan? Kenapa Ndak langsung lewat saja?" ujar Rachel dari dalam sana.


Ucapan itu tentu saja didengar oleh sang pengetuk pintu yang tidak lain dia adalah Thariq.


Thariq tersenyum simpul mendengar apa yang Rachel katakan padanya. Dia kemudian membuka pintu kamar Rachel.


Ketika pintu itu dibuka. Rachel yang berdiri di balkon terkejut melihat kehadiran Thariq. Thariq yang masih di ambang pintu pun berkata,


"Boleh aku masuk?" tanya Thariq pada Rachel di sana.


Rachel berjalan ke arah ranjang. Di sana dia duduk lalu mengangguk. Tidak ada satu katapun yang Rachel lontarkan untuk Thariq.


Thariq berjalan mendekati Rachel. Ketika tiba tepat di depan Rachel. Thariq pun kembali bertanya padanya.


"Boleh aku duduk?" tanya Thariq lagi padanya.


Lagi, lagi Rachel hanya menganggukkan kepalanya. Dia mengijinkan Thariq untuk duduk.

__ADS_1


Thariq pun duduk di samping Rachel. Dan pintu kamar Rachel sengaja dia biarkan terbuka supaya tidak menimbulkan fitnah. Serta jarak duduk Thariq dan Rachel cukup jauh.


"Aku buatkan kamu teh hangat, hel! Minumlah!" ucap Thariq tanpa melihat ke ara Rachel. Hanya tangannya yang bergerak memberikan minuman itu.


Sejenak Rachel menatap minuman yang Rachel berikan. Dia kemudian tersenyum lalu mengambilnya.


"Makasih ya, Riq!" ucap Rachel padanya.


Thariq tersenyum singkat.


"Loh cuma makasih saja ini?" tanya Thariq pada Rachel di sampingnya.


"Memangnya kamu mau apa?" tanya Rachel padanya sembari menyeruput teh hangat itu.


"Gimana ya? Hel, soal hubungan kita.."


"Wah, kenapa kalian berduaan di sini?!!" tanya Marsya pada Thariq dan Rachel yang duduk bersama di kamar.


Mereka sontak terkejut bukan main. Thariq langsung berdiri ketika Marsya datang dengan beberapa gang ghaib yang tak lain adalah rombongan Barend.


Sial! Kenapa pula harus begini ending e? Padahal sudah tak siapkan kata-kata bagus buat Rachel! Yaa Allah cobaan e kok banyak sekali?. Ujar Thariq dalam hatinya.


Melihat kehadiran Marsya di sana Thariq pun berdiri. Tanpa menoleh ke arah Rachel dia pun berkata,


Rachel terdiam di sana sambil memandangi punggung Thariq. Satu tangan kanannya memegang cangkir teh.


Ketika Thariq pergi dari sana. Marsya pun masuk menemui mbaknya. Marsya duduk di samping Rachel.


"Dia kenapa mbak?" tanya Marsya padanya.


Rachel mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum. Bersama dengan itu dia juga menyeruput minumannya.


"Kayaknya dia mau cepat-cepat nikah ini!" ucap Rachel gamblang.


"Yaa, Thariq ngebet mbak! Sedangkan mbak nikah saja belum ada pikiran!" ucap Marsya padanya.


Rachel tersenyum kecil mendengar itu. Tak lama dari perbincangan singkat itu muncullah Melissa bersama dengan Rara.


"Hei kalian di sini?" ucap Melissa.


Marsya dan Rachel pun menoleh ke arah ambang pintu.


"Iya ada apa? Lagi santai ini!" ucap Rachel menjawab Melissa.


Rara melipat tangannya di dada. Dia di ambang pintu menatap ke arah Rachel.

__ADS_1


"Ada apa, Ra?" tanya Rachel pada Rara.


"Biasa, ada job baru! Sekarang malah tempatnya jauh sekali. Di Jakarta!" ucap Rara menjelaskan.


"Baguslah sekalian kita jalan-jalan di sana!" ucap Marsya.


"Cepatlah ke bawah! Kita akan bahas kasus ini sama-sama!" ucap Rara pada Rachel dan Marsya.


Keduanya mengangguk kemudian. Marsya berdiri diikuti dengan Rachel. Rachel menaruh tehnya di atas meja. Kemudian dia pun pergi ke bawah.


Di bawah sebuah kasus baru mulai di bahas. Cak Dika membahas perihal kotak musik emas.


Ada keluarga luar negeri yang pindah ke Jakarta untuk mendirikan usaha. Mereka menetap di Jakarta cukup lama. Sudah ada sekitar tujuh bulanan mereka di Jakarta bersama anak-anak mereka.


Tetapi rupanya di Jakarta tidak semudah yang mereka bayangkan. Anak bungsu mereka memilik kotak musik emas. Dan katanya tingkahnya sangat aneh.


Tiap malam merek selalu diteror oleh mereka yang tak kasat mata. Semakin hari terornya semakin ekstrim.


Itulah kenapa pada akhirnya sebuah surel datang dan dibaca Rahman. Mereka hari itu sepakat ke Jakarta. Besok tiket pesawat akan dipesan dan mereka akan pergi ke Jakarta.


"Wah, kalian akan ke Batavia?" tanya Barend sumringah ketika Rahman bilang Jakarta adalah Batavia dahulu.


Cak Dik menatap lekat anak kecil itu lalu mengangguk.


"Iya kami akan ke sana! Kalian akan ikut?" tanya Cak Dika pada Barend.


Barend menganggukkan kepalanya. Dia setuju untuk ikut serta ke perjalanan mereka kali ini.


"Kenapa tidak? Bukankah Batavia indah?" tanya Barend padanya.


"Iya, Bataviamu indah! Ya sudah kita mending puas-puaskan mainnya di sini sebelum besok menjelang!" ucap Marsya lalu pergi dari sana.


Semuanya selesai rapat itu selesai berhamburan. Mereka mulai sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


_____


Slow Update ya Rek! 👻


Saya sedang ada banyak kesibukan di Real Life... Mohon dimaklumi nggeh 🤣🤣🤣 Kalau mau baca yang lain boleh, novel lainnya Ndak kalah seru kok...


Bantu author gajian rek, dengan menaikkan retensi 🥺 Pantau terus karyaku ya! Terima kasih banyak Readers 👻👻👻


Episode terbaru CERMIN (Sesuatu yang Datang di Dalam Cermin) Sudah hadir nih rek! Gas kan lah baca... Mohon dukungannya yaa rek! Novel baru itu untuk lomba soalnya👻 Tolong bantu authornya gajian rek! Biar semangat nulisnya.


__ADS_1


__ADS_2