Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)

Penjelajah Ghaib (Perkumpulan Pawang Ghaib)
Bab 88: Rumah Hantu Darmo


__ADS_3

Hei, setelah perjalanan santai menapaki masa lalu Albert. Akhirnya kalian tau perihal seluruh rentetan kisah hidup para setan Belanda yang berada di sekeliling keluarga Gautama.


Penjajahan itu suram mengerikan. Dampaknya bahkan akan sangat lama. Mental orang mana yang tidak terguncang ketika dihadapkan banyak sekali tragedi kelam? Pembunuhan keji dan banyak sekali tindasan, paksaan.


Beruntung rasanya bisa bernafas aman di sini saat ini. Negeri ini bernama Indonesia. Dan aku, kalian, semuanya berpijak di sini.


Narasiku kali ini akan membawa Cak Dika beserta seluruh saudaranya berjalan mengulik satu bangunan yang dahulu megah metenteng. Rumah itu mewah sekali.


Bangunan sebesar itu dibalut cat berwarna putih. Kerangka bangunannya masih kokoh. Dahulu dia indah megah nan memukau perhatian tiap siapa saja yang melihat.


Sekarang hanya berbekas pondasi tanpa atap. Belukar liar tumbuh di sekitarnya. Rerumputan memenuhi jalanannya.


Hanya ada kerangka rumah saja. Atapnya jebol, rumah ini benar tidak lagi berpenghuni. Sudah sejak sangat lama.


Beragam isu mengatakan bahwa dahulu rumah ini adalah bekas dari keluarga yang melakukan pesugihan.


Sebelum kemari tentunya para Crew yaitu Rahman, Deni dan Mas'ud pastilah melakukan pengumpulan informasi. Perihal tempat yang akan mereka jejaki. Perihal tempat yang akan mereka telusuri.


Saat ini tak jauh dari rumah besar itu. Cak Dika beserta saudaranya sedang duduk di emper jalan. Ada gerobak sate di sana. Ada pula nasi goreng. Mereka sejenak duduk di sana memesan beberapa makanan.


Rumah itu masih terlihat dari tempat Cak Dika dan saudaranya duduk. Jalanan ini sudah petang. Ini pukul delapan malam.


"Pak, kalau boleh tau dulu rumah itu bekas apa?" tanya Rachel pada tulang nasi goreng.


Penjual nasi yang sibuk memasak nasinya hanya mampu terkekeh dan menggeleng.


"Kenapa toh pak, kok tertawa?" tanya Rachel lagi padanya.


"Gapapa mbak, cuma saya ingat dulu saya pernah lewat depan rumah itu jam dua belas malam!"' ujar penjual nasi goreng.


"Ya?" tanya Rachel lagi menyuruh bapak itu untuk meneruskan ceritanya.


"Ya, saya lewat di situ. Waktu di depannya. Saya lihat ada yang panggil saya. Waktu saya toleh itu rumah gak cuma kerangka mbak! Rumahnya masih bagus, dan ya, ada cewek itu keluar dari sana. Dia cantik mbak, tuturnya juga lembut!" jelas penjual nasi goreng itu. Mulutnya sibuk bercerita sedangkan kedua tangannya juga sibuk mengolah meracik bahan nasi goreng.

__ADS_1


"Kan, mbak tau Yo! Orang Surabaya, logatnya itu pasti medok. Tapi dia bahasa Indonesianya fasih dan gak ada medoknya. Dia datang ke saya, dia pesan nasi goreng untuk lima orang! Dia bilang nanti kalau sudah matang masuk aja di dalam, Pak! Begitu. Saya buatlah itu, sampailah ketika nasi sudah siap. Saya antar ke dalam. Mewah banget tuh rumah. Sampai di lorong, saya dengar ada suara cengkrama. Luruslah saya, lalu semakin keras suaranya berbeloklah saya. Saya jantungan mbak dibuatnya! Lima orang duduk di meja makan, gak ada tampangnya. Nasi itu jatuh wes biar piring pecah, saya takut saya lari! Rumah itu mendadak berubah hanya pondasi saja! Penerangannya bahkan hilang, tanahnya yang bersih berubah menjadi penuh rumput. Gerobak itu tengah malam saya biarkan di depan sana. Saya lari sekencang-kencangnya sampai ke pos satpam kompleks. Di sana saya cerita dan bapak itu paham. Katanya bukan cuma saya yang digoda tapi banyak. Gerobak itu baru saya ambil pagi. Untung gak ada yang hilang!" jelas penjual nasi goreng itu lagi.


Ceritanya cukup menarik sehingga membuat Rachel tersenyum. Menarik sekali rasanya hantu penghuni rumah itu.


Datangnya mereka kemari bulan sebab ingin membantu orang. Tapi mereka akan melakukan penjelajahan ghaib.


Para fans di YouTube sudah banyak berkomentar untuk mereka datang ke sana. Ya, niat mereka baik hanya berkunjung tidak menantang.


"Kalau boleh tau dulu itu bekasnya apa, Pak?" tanya Marsya pada pak penjual nasi.


Pak penjual nasi goreng itu menyajikan makanan mereka yang sudah siap. Memberikan piring nasi goreng yang matang itu pada mereka satu persatu.


"Katanya Yo, itu bekas pesugihan! Tapi ya, entahlah!" ujar Penjual nasi goreng itu lagi.


"Pesugihan Yo, Pak? Hmm..." ucap Marsya lalu menengok ke arah bangunan rumah itu yang letaknya sedikit jauh dari tempatnya duduk.


"Kalau dilihat lagi emang sih tuh rumah kelam banget auranya! Bisa hitam gitu! Tapi yo, kita ada Laras sama Thariq nanti. Kemampuan mereka bakalan jawab rasa penasaran kita!" ujar Marsya lagi lalu menyantap makanannya.


Amunisi nasi goreng adalah nomor satu bagi mereka. Sebelum penjelajahan dimulai. Maka wajib untuk perut mereka penuh sebelum menelusur.


Dari sana mereka berjalan mendekati rumah itu. Kompleks ini sepi jika malam. Kenapa disebut rumah hantu Darmo? Sebab rumah itu berdiri di atas tanah perumahan kawasan Darmo. Jadi Darmo, bukanlah nama dari pemilik rumah itu.


Setibanya mereka tepat di hadapan rumah itu. Benar, auranya sangat menusuk. Bau Danur, itu lagi!


Cak Dika dan Rara mendahului saudara yang lain. Mereka berdiri di depan para saudaranya. Sebelum mereka masuk keduanya memejamkan kedua mata.


Salah satu maung milik Cak Dika keluar. Dia berkeliling mengelilingi bangunan itu. Sedangkan Rara, dia mencoba menetralkan hawa suram ini.


Hawanya begitu besar seakan mengurung rumah ini. Isu juga banyak beredar bahwasannya rumah ini dahulu pernah kebakaran. Namun, tidak ada bau bekas kebakaran di sini.


Di situ, ketika maung kembali masuk ke dalam tubuh Cak Dika. Bersamaan, Rara dan Cak Dika mengucapkan salam atas nama Allah.


"Assalamualaikum, Bismillahirrahmanirrahim!" ujar keduanya lalu berjalan masuk.

__ADS_1


Ucapan salam itu tentu diikuti oleh seluruh saudaranya. Mereka kemudian melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam rumah Darmo.


Sepanjang mereka masuk menelusuri area itu masih belum terjadi apa-apa. Mereka eksplorasi seluruh lantai dasar.


Tibalah ketika mereka berada di lantai dua. Ada sesuatu menarik perhatian Thariq. Sesuatu berhenti di kamar mandi lalu hilang. Kamar mandi itu berbentuk. Hanya ada bak mandi saja, tidak berpintu, terbuka.


Aura dari sosok itu sedih. Dia wanita. Tapi sejak tadi pula rata-rata yang berada di sini adalah hantu wanita. Mereka akan terlihat berdiri di pojokan. Tanpa sepatah katapun dan hanya mampu menatap.


Thariq lalu memilih untuk pergi ke arah toilet itu. Rachel yang berada di belakangnya pun terkejut. Namun dia hanya menoleh dan berkata,


"Kamu mau kemana, Thariq?" tanya Rachel padanya. Thariq hanya menoleh sebentar lalu pergi lagi ke arah kamar mandi.


Rachel tau, di sana ada seorang wanita yang sedih. Sepertinya ada sesuatu yang sudah terjadi pada wanita itu.


Lantas Rachel pun memutuskan untuk ikut bersama Thariq, mengekorinya. Setibanya di sana, benar. Baru saja Thariq berpijak akan mendekat. Dia sudah merasakan pusing.


Gambaran masa lalu perihal wanita itu mulai tergambar. Wanita ini berinisial S. Dia mati di dalam rumah ini setelah diperkosa.


Tubuhnya yang lemah sat itu dimasukkan begitu saja kedalam bak mandi ini. Kepalanya dulu, jadi kakinya terangkat. Dia tidak bisa bernafas saat itu.


Ketika dia hampir sekarat, seorang dokter menolongnya. Namun sayang sungguh sayang nyawanya tak tertolong. Air sudah masuk terlalu banyak ke dalam paru-parunya.


Setelah menunjukkan kematiannya. Dan Thariq mengatakannya. Wanita itu berkata,


"Anak manusia, kenapa kemari? Apakah kalian ingin uji nyali?" tanya Sosok setan berinisial S itu.


Cak Dika lantas maju mendengar itu.


"Kami hanya berkunjung! Dan kami hanya ingin mencari tau perihal kebenaran dari rumah ini. Sudah, hanya itu saja!" jawab Cak Dika padanya.


Sosok setan berinisial S itu lalu mengangguk. Rambutnya yang basah itu menjuntai. Wajahnya pucat pasih. Wajahnya masih basah.


Dan dia hanya mengenakan kaos tanpa lengan. Dia tidak berpijak di tanah. Tapi dia berdiri, ujung kakinya menjinjit dan hampir bersentuhan dengan tanah. Tapi tidak tersentuh tanah.

__ADS_1


"Baiklah, maka aku akan menceritakan tentang tragedi apa yang menimpa rumah ini!" ujar setan berinisial S itu.


__ADS_2