
Sehari setelah kasus yang menimpa Andri dan Wildan. Maka keesokan paginya Mas Suhu mengajak Bella untuk mendaki gunung. Mereka berangkat kira-kira pukul tiga pagi.
Langitnya masih gelap tetapi bagi Bella dan Mas Suhu itu tidak masalah. Sudah banyak pendakian yang mereka ikuti juga sudah sering kedua kaki mereka menapaki dataran tinggi.
Kali ini mereka mencoba mendaki gunung Andong. Gunung Andong menjulang setinggi 1.726 mdpl atau Meter di atas permukaan laut.
Bentang alam ini memiliki jalur yang cenderung landai, waktu tempuh tidak terlalu lama dan aman bagi pendaki pemula.
Mereka menginap di sini bersama beberapa rombongan pendaki lain. Bella tentu saja tidak satu tenda bersama dengan Mas Suhu. Bella satu tenda bersama dengan beberapa perempuan teman pendaki komunitasnya.
Saat ini di depan tendanya Bella sedang duduk. Di samping kanan kirinya ada temannya. Dia baru saja mengenalnya.
"Bel!" panggil Ayu pada Bella yang duduk sambil menatap ke depan. Bella sedang menikmati segelas kopi hangat.
"Apa?" tanya Bella pada Ayu di sebelahnya.
"Kamu tau Ndak?" tanya Ayu pada Bella.
"Apa?" tanya Bella lagi pada Ayu.
"Mas Suhu itu, banyak tanya-tanya kondisimu loh!" ujar Ayu.
Bella menaikkan salah satu alisnya. Lalu dia pun menatap Ayu.
"Kapan?" tanya Bella pada Ayu.
Ayu tersenyum kecil. Dia kembali mengingat perihal perjalanan mereka untuk sampai tepat di atas puncak andong ini.
Semalam ketika mereka menempuh perjalanan malam. Bella memilih untuk berada di barisan paling belakang. Sebab dia mencoba menghindari Mas Suhu.
"Semalam!" jawab Ayu pada Bella.
Bella kembali meneguk kopi hangatnya. Dia lalu diam. Sejujurnya dia ingin tau perihal pertanyaan Mas Suhu tentangnya. Namun dia sok jual mahal saja sekarang.
"Kamu yakin, Ndak ingin tau dia semalam tanya apa?" tanya Ayu lagi mencoba memanas-manasi Bella.
"Ndak usah, Ndak papa, Ndak penting!" jawab Bella padanya.
Ayu terkekeh mendengar itu. Sudah lama dia mengenal Bella dan Mas Suhu. Mereka berdua adalah teman komunitas mendakinya.
"Kamu itu sudah lama Ndak berkunjung kemari! Kamu sudah lama juga Ndak naik gunung sejak jadi artis! Sekarang ada waktu, teman lama itu mbok ya disapa. Jangan dianggurin!" ujar Lea tiba-tiba ikut menyahuti obrolan Ayu dan Bella.
Mendengar itu Ayu hanya manggut-manggut saja. Kemudian dia memperhatikan Bella yang nampak membuang kasar nafasnya.
"Aku harus gimana? Mas Suhu bilang Ndak ada apa-apa sama cewek itu! Tapi, hatiku sek sakit! Pie terusan?" tanya Bella pada mereka.
__ADS_1
"Ya, perbaiki toh, Bel! Kan sudah diklarifikasi!" ujar Ayu.
Bella menoleh ke samping dia melihat Ayu yang tersenyum untuknya. Ayu kemudian berdiri. Lea yang duduk di samping Bella pun juga ikut berdiri.
"Yowes, aku mau ambil foto dulu di sana, Yo!" ucap Ayu pada Bella.
Bella menganggukkan kepalanya. Ayu dan Lea pun pergi dari sana. Bella yang masih terhanyut dengan situasi di atas gunung itu tidak menyadari bahwa sejak tadi di tenda lain Mas Suhu sedang memperhatikannya.
"Cantik sekali!" lirih Mas Suhu sambil memperhatikan Bella.
"Cantik, tapi dia mesti menghindar itu kenapa, toh?" ujar Mas Suhu sedikit frustasi.
Mendengar keluh kesah dari tubuh yang diikutinya. Sang Pangeran pun tersenyum. Pangeran itu kemudian muncul lalu duduk tepat di sampingnya Mas Suhu.
"Ya, kalau kamu suka kenapa tidak bicara saja, nak?" tanya Sang Pangeran pada Mas Suhu.
Mas Suhu menoleh ke arah Sang Pangeran. Kemudian dia menatapnya dengan tatapan memelas.
"Pangeran, Bella itu orangnya rumit! Salah langkah saja aku bisa kena skak nanti!" ujar Mas Suhu padanya.
Sang Pangeran terkekeh mendengar itu. Kemudian dia pun berkata,
"Nak, kadang kita harus menelan pahitnya proses. Lalu menikmati manisnya setelah proses itu selesai. Begitulah alur jalan dunia!" ujar Sang Pangeran.
Kalimat yang diucapkan oleh Sang pangeran membuat Mas Suhu menemukan ide. Dia kemudian tersenyum lalu menatap ke arah Pangeran.
Dengan bangganya maka Mas Suhu pun mengangguk. Detik itu juga Pangeran pun menghilang.
Sambil masih tersenyum Mas Suhu pun berdiri. Dia menghampiri Bella yang duduk sendirian di sana. .
"Bel!" panggil Mas Suhu pada Bella.
Bella menoleh ketika namanya dipanggil. Dia terkejut melihat kehadiran Mas Suhu di sampingnya yang sedang berdiri.
"Boleh aku duduk?" tanya Mas Suhu padanya.
Tentu saja Bella tidak bisa menolak itu. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Setelah mendapat persetujuan dari Bella maka Mas Suhu pun duduk.
"Bel!" panggil Mas Suhu lagi.
"Apa?" tanya Bella padanya.
"Kameranya itu dapat dari mana?" tanya Mas Suhu ramah.
Mendengar itu maka Bella pun tersenyum.
__ADS_1
"Itu dari Simbah Gautama!" jawab Bella dengan riangnya.
"Wih, gimana bisa dapatnya itu?" tanya Mas Suhu padanya.
Mendengar itu maka Bella pun menceritakannya kepada Mas Suhu. Dari awal hingga akhir sampai dia mendapatkan kamera itu. Setelah percakapan itu maka Mas Suhu pun berkata,
"Kamera itu boleh tak beli?" tanya Mas Suhu pada Bella.
"Ndak boleh! Itu warisan dari Simbah buat aku. Sakti, toh?" tanya Bella padanya.
Mas Suhu tersenyum kecil lalu sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku lihat kamu sekarang semakin sukses, Bel!" ujar Mas suhu padanya.
Bella tersenyum kecil. Dia menunduk, kemudian dia teringat bahwa di dalam timnya Gautama Family telah hilang Laras. Sepertinya tidak ada salahnya jika Mas Suhu diajak bergabung bersama mereka.
"Mas!" panggil Bella tanpa menoleh ke arah Mas Suhu. Sedangkan Mas Suhu tentu saja dia memperhatikan wajah Bella yang tidak menatapnya.
"Ya?" tanya Mas Suhu.
"Laras salah satu saudara kami sudah menempuh kehidupan baru. Dia mengorbankan jimat peninggalan Simbah beserta kemampuannya. Jadi, kalau mas mau! Ikutlah gabung bersama kami! Bukankah kamu juga pemilik mata penjelajah Ghaib?" tanya Bella pada Mas Suhu. Kali ini dia menoleh hingga tatapannya dan Mas Suhu bertemu.
Satu detik, dua detik, tiga detik mereka tidak bergeming. Kemudian Bella sendirilah yang membuyarkan lamunannya sambil beristighfar di dala hatinya.
Melihat Bella yang seperti itu tingkahnya maka Mas Suhu pun terkekeh.
"Iya Bel, makasih tawarannya! Aku mau!" jawab Mas Suhu padanya.
"Baguslah, setelah turun dari sini kita pulang ke Jawa Timur ya! Saudaraku sudah pulang ke sana. Mereka mungkin sedang berada di rumah Rachel!" ujar Bella.
Mas Suhu menganggukkan kepalanya. Dengan ini, setelah menemui Cak Dika maka Mas Suhu sudah resmi bergabung di dalam Gautama Family.
"Ah iya Bel!" Ujar Mas Suhu.
"Iya?"
Mas Suhu tersenyum lagi. Dia kemudian berdiri lalu mengusap lembut puncak kepala Bella mengacak-acak rambutnya.
"Maaf ya, kalau aku ada salah! Sungguh, aku senang sekali bisa muncak sama kamu lagi. Banyakinlah waktu qtime gini, supaya bisa aku kenal kamu lebih jauh lagi!" ujar Mas Suhu.
Setelah mengatakan itu Mas Suhu pun pergi dari sana. Dia kembali masuk ke dalam tendanya. Mungkin dia malu setelah mengatakan itu.
Bella terdiam beberapa saat. Tapi sungguh, hatinya bahagia sekali ketika Mas Suhu bersikap selembut itu padanya.
______
__ADS_1
Pemberitahuan:
Update tanggal 13 September, besok ya rek! Sekarang tidak ada update bab, karena sibuk total hari ini. Terima kasih atas pengertiannya! 👻