
Rachel POV
Aku melihat beberapa anak kecil sejak tadi berlarian. Aku berjalan di antara lorong-lorong gelap. Tidak ada cahaya di dalam sini. Hanya ada suara anak kecil berlarian dengan riangnya.
Sejak ketika diriku ditarik kemari aku terus berjalan tanpa menemukan ujung dari terowongan ini. Bahkan langitnya ini tidak nampak hanya hitam pekat.
"Siapapun yang menjebakku kemari! Kalian tidak akan selamat!" ujar Rachel lagi.
Itulah perkataan yang sejak tadi dia ucapkan. Sungguh dia sangat kesal ketika setan mempermainkannya.
Tapi memang sejak tadi suaranya didengar oleh penduduk sana. Namun tidak ada yang menggubris ucapan Rachel.
Perlu kalian ketahui bahwasannya saat ini Rachel sedang berada di bawah kaki makhluk-makhluk besar. Sejak tadi Rachel berjalan di antara kaki-kaki mereka.
Sosok itu tinggi sekali bahkan wajahnya tidak terlihat. Itulah yang membuat Rachel tidak sadar bahwa dirinya saat ini sedang berada di antara tubuhnya setan.
Brakkkkk
"Dancuk!" umpat Rachel kesal ketika ada sesuatu yang tiba-tiba mendorongnya hingga tersungkur.
Rachel kemudian menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa di sana. Rachel geram rasanya di permainkan seperti ini. Dia benar-benar muak.
__ADS_1
Ketika Rachel berdiri lalu menatap ke depan. Di sana Rachel menemukan satu pintu. Kira-kira jika dihitung letaknya sekitar sepuluh langkah dari tempatnya berdiri.
Ketika Rachel akan kembali melangkah mendekati pintu itu. Tepat di belakangnya saat ini tanpa sepengetahuannya. Berdiri segerombolan anak kecil tanpa mata.
Mereka tersenyum di balik tubuh Rachel. Kemudian mereka bersamaan mengatakan,
"Lari!!!" teriak mereka kencang pada Rachel.
Rachel yang terkejut bukan main langsung saja berlari ke arah pintu itu. Ketika sampai tepat di depan pintu itu. Pintu itu seakan otomatis terbuka lalu tertutup kembali.
"Rachel!" panggil satu suara dari dalam pintu itu.
Panggilan itu lembut sekali menyapa Rachel. Ketika Rachel melihatnya dia pun tersenyum. Dia terpanah hatinya tersentuh. Sungguh itu adalah satu manusia yang Rachel rinduhkan.
Bahkan saat ini dia tau dirinya sedang menangis. Rachel tidak tau kenapa kedua kakinya saat itu bergerak maju. Wajahnya berjatuhan buliran air mata.
Ketika tubuhnya hampir dekat dengan Sang Bapak. Sang Bapak itu pun merentangkan tangannya.
Ketika Rachel hampir memeluknya. Ada satu tangan yang menahan tubuhnya.
"Pegang erat-erat!" ucap satu suara kecil di belakang tubuh Rachel.
__ADS_1
Sosok setan kecil yang tentu saja itu adalah Barend. Barend menarik baju belakang Rachel agar tidak memeluk orang itu.
Tidak hanya Barend. Tetapi gang setan Belanda itu juga ikut menariknya.
"Jangan lepaskan Rachel! Jangan biarkan Rachel jatuh ke dalam pelukannya!" ucap Barend memerintah teman-temannya.
Rachel menoleh ke belakang. Dia terkejut mendapati teman hantunya sedang menahannya.
"Kalian kenapa di sini?" tanya Rachel pada mereka.
"Kami tidak mau kamu terjerumus Rachel! Dia bukan Papamu. Dia adalah anak Genderuwo!" ucap Albert memberitahu.
Dan benar saja ketika Rachel menoleh. Dia mendapati sosok hitam tinggi menghadapnya dengan mata merahnya. Sosok itu bercakar berbulu hitam dengan taring di mulutnya.
Rachel membulatkan matanya. Sialan memang para setan ini! Berani sekali mereka meniru ayahnya.
"Kamu benar-benar menguji kesabaranku!" ucap Rachel geram.
Kemudian dia mengeluarkan jimat miliknya. Sebuah kalung dia pertontonkan pas sosok itu. Tapi sungguh sosok itu tidak bergeming. Dia masih menatap Rachel.
Kenapa dia tidak tunduk atau takut?. Ujar Rachel dalam hatinya.
__ADS_1
"Rachel dia adalah bangsa tertinggi jin! Jika kamu mau mengalahkannya. Maka temukan anak kecil yang hilang itu!" ucap Barend memberitahu.