
Kini Deren dan Violet sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Violet karena masih ada yang harus dia ambil di rumahnya sebelum nanti pindah ke mansion kembali. Selama dalam perjalanan Deren tidak melepaskan genggaman tangannya. Violet juga membiarkan apa yang dilakukan suaminya itu.
Tidak lama mereka segera tiba di rumah Violet dan Deren segera turun untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya itu. Violet tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada sang suami lalu keduanya masuk ke rumah Violet sambil bergandengan tangan.
"Wah wah wajah pengantin baru sangat berseri yaa." goda Carra begitu melihat kakak dan kakak iparnya masuk.
"Aku pikir kalian akan datang siang atau mungkin sore kak karena masih ingin menghabiskan pagi pertama bersama." Lanjut Carra.
Deren mengabaikan perkataan adiknya itu sementara Violet hanya tersenyum mendengar godaan adik iparnya itu, "Ibu mana?" Tanyanya.
Ibu Anggi yang baru saja keluar dari kamarnya langsung menyahut, "Ibu di sini nak." ujar ibu Anggi.
Violet yang mendengar suara sang ibu segera mendekati ibunya itu, memeluk dan menciumi wajah sang ibu, "Apa sudah?" tanya ibu Anggi berbisik.
Violet tersenyum mendengar pertanyaan ibunya itu lalu memeluk ibunya kembali sambil mengangguk. Dia mengerti apa maksud pertanyaan sang ibu karena ibunya itu sudah memberi pesan kepadanya untuk jangan menunda memberikan hak kepada suaminya lagi.
Ibu Anggi tersenyum memperoleh jawaban anggukan dari pertanyaannya, "Syukurlah nak. Ibu berharap agar di sini bisa segera ada isinya agar ibu bisa segera memiliki cucu." bisik ibu Anggi lagi memeluk putrinya itu.
__ADS_1
"Aamiin. Makasih yaa bu. Tetap doakan agar cucu ibu itu bisa segera hadir." Balas Violet.
"Tentu nak, ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Jangan menundanya yaa sayang." Ujar ibu Anggi.
"Tentu bu, aku tidak akan menundanya karena aku juga menginginkannya." balas Violet.
Ibu Anggi kembali tersenyum mendengar hal itu lalu melerai pelukannya, "Sudah ayo kita makan dulu ibu sudah memasak untuk kalian tapi jika kalian sudah makan, gak apa-apa kok. Kamu akan kembali pindah ke mansion kan?" tanya Ibu Anggi.
Deren segera mendekat ke arah sang istri dan ibu mertuanya, "Ibu terima kasih sudah memasak untuk kami. Kami pasti akan memakannya walau sudah makan bu. Jika ibu masih ingin Violet tinggal di sini untuk beberapa lama kami gak keberatan kok." Bukan Violet yang menjawab tapi sang suami. Violet menatap suaminya tersenyum yang Deren balas dengan rangkulan di pinggangnya.
Ibu Anggi hanya tersenyum melihat itu lalu segera mengajak ke empat anaknya untuk makan walaupun tadi mereka sudah sarapan tapi Edgar dan Carra kembali ikut dan mereka menikmati sarapan kedua itu dengan saling bercanda.
Setelah acara sarapan kedua itu berakhir Violet ke kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang harus dia bawa ke mansion. Deren juga mengikutinya dan sekarang sedang berbaring di ranjang sang istri lalu tiba-tiba dia melihat album foto di meja samping ranjang sang istri dan dia membuka album foto itu yang ternyata foto masa kecil sang istri dan adiknya Edgar dan tentu saja dengan kedua orang tua mereka.
Deren tersenyum melihat foto masa kecil sang istri yang ternyata kecantikan istrinya itu sudah terpancar sejak kecil, pantas saja istrinya itu sangat cantik saat dewasa walau tidak make up sekalipun. Deren tertawa ketika melihat foto konyol sang istri dan tidak lupa dia mengabadikannya di ponselnya.
Violet yang sibuk dengan barang yang akan dia bawa begitu mendengar sang suami tertawa pun akhirnya menoleh untuk melihat apa yang dilakukan suaminya itu hingga tertawa. Violet terbelalak begitu melihat album foto masa kecilnya di tangan sang suami sambil bertanya kenapa bisa album itu ada di tangan suaminya padahal album itu tersimpan di lemari sang ibu tapi kenapa bisa di sini dan sekarang ada di tangan suaminya. Violet segera mendekati suaminya di ranjang dan mengambil album itu, "Suamiku jangan melihatnya. Aku malu." ucap Violet sambil menyembunyikan album foto itu di belakangnya.
__ADS_1
Deren segera bangun dan merebut album foto itu dari sang istri karena dia belum selesai melihat semua foto di album itu. Dia mengambilnya dengan cara memeluk istrinya dan menarik ke ranjang, "Sayang, sini aku belum selesai. Apa juga yang membuatmu malu. Kau itu sangat cantik masih kecil hingga sekarang semakin cantik." ucap Deren mengecup bibir istrinya sekilas dan kembali membuka album foto yang sudah berhasil dia ambil kembali dari tangan istrinya.
Violet pun hanya bisa menghela nafasnya pasrah dan memutuskan untuk ikut saja melihat album foto masa kecilnya itu bersama suaminya. Violet berada di pelukan sang suami melihat foto masa kecilnya sambil menjelaskan setiap momen saat foto itu di ambil. Lalu tiba-tiba sang suami terbelalak melihat salah satu foto yang ada dalam album foto itu, "Sayang kenapa fotoku bisa ada di sini?" tanya Deren.
Violet yang mendengar itu bingung lalu mendongak untuk melihat wajah suaminya, "Maksudnya, foto apa?" Tanya Violet kebingungan.
"Ini sayang. Ini aku." tunjuk Deren kepada salah satu foto seorang laki-laki kecil dan gadis kecil berfoto bersama. Di mana di foto itu sang gadis terlihat penuh senyum sementara sang pria justru cemberut seperti di paksa melakukan foto itu.
Violet melihat foto yang di tunjuk suaminya dan kaget dengan ucapan suaminya, "Maksudmu ini kau suamiku?" tanya Violet kaget dan Deren hanya mengangguk membenarkan.
"Suamiku, siapa nama kecilmu sebelum kau diadopsi?" tanya Violet.
"Nama kecilku adalah Deri." jawab Deren.
Violet yang mendengar hal itu langsung bangun dan menindih suaminya sambil menciumi seluruh wajah suaminya, "Suamiku, aku Lia. Apa kau gak ingat? Aku adalah gadis kecil yang selalu mengganggumu setiap datang ke panti itu saat Ayah dan Ibu menyumbang." Ucap Violet terharu.
Deren yang mendengar itu segera tersadar akan apa yang terjadi dan masih tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang dulunya selalu dia nantikan kedatangannya setiap orang tuanya menyumbang walaupun gadis itu selalu mengganggunya, tapi dia terbiasa akan gangguan gadis kecil itu dan selalu menunggunya hingga saat dia diadopsi dari tempat itu dia sebenarnya ingin menolak karena dia ingin melihat gadis kecil itu. Namun dia terpaksa menerima adopsi itu dan ikut bersama keluarga barunya dengan harapan dia akan bertemu gadis kecil itu nanti dan ternyata harapannya terkabul kini gadis kecil itu ada dalam pelukannya istrinya.
__ADS_1
"Sayang aku gak menyangka bahwa Lia adalah kau." ucap Deren dengan suara bergetar karena masih tidak menyangka dengan takdir yang terjadi.
Violet juga memeluk suaminya erat karena dia juga tidak menyangka bahwa suaminya adalah cinta masa kecilnya. Yah Violet kecil sudah berjanji bahwa dia akan mencintai Deri dan akan menjadikannya suami di masa depan.