
Deren tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia senang mendengar penilaian istrinya itu, “Nah, ini dia.” Ucap Violet lalu mengeluarkan apa isi paperback itu dan langsung memakainya.
Deren hanya memperhatikan apa yang dilakukan istrinya itu, “Mas, bagus gak aku pakai hijab?” tanya Violet setelah berhasil memakai hijab.
Deren tersenyum lalu berdiri mendekati istrinya, “Sangat cocok, lebih cantik.” Ucap Deren jujur sambil memperbaiki hijab istrinya itu.
Violet pun tersenyum, “Jika aku ingin pakai hijab. Mas izinin gak?” tanya Violet menatap suaminya.
Deren yang mendengar ucapan istrinya tersenyum lalu mengangguk, “Aku justru senang kau mau memakai hijab sayang.” jawab Deren.
“Sungguh?” tanya Violet masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Deren mengangguk yakin, “Jujur saja mas sebenarnya ingin memintamu memakai hijab hanya saja mas tidak ingin kau terpaksa berhijab hanya karena permintaan mas dan bukan keinginanmu. Walau mas tidak pungkiri kau sangat cantik tanpa hijab dan justru karena itulah mas tidak ingin membagi kecantikanmu dengan yang lain hanya saja yaa kembali lagi mas tidak ingin memaksamu. Jadi jika kau ingin berhijab karena itu keinginanmu maka suamimu ini sangat mendukung seratus persen jika perlu seribu persen karena kau kan tahu mas itu posesif.” Ucap Deren jujur. Dia memang memiliki keinginan itu tapi dia pendam karena tidak ingin istrinya terpaksa melakukan apa yang dia minta.
Violet yang mendengar ucapan suaminya terharu lalu memeluk suaminya erat, “Kenapa gak bilang sih? Aku justru berpikir mas akan merasa risih nanti jika memiliki istri berhijab. Aku sudah memiliki keinginan berhijab sejak menikah tapi aku takut mas nanti gak suka makanya baru hari ini aku memberanikan diri.” Ucap Violet.
Deren memeluk erat istrinya, “Kita sama-sama bodoh lagi sayang. Kenapa gak saling jujur lagi. Sudah sekarang kan kita sudah saling tahu maka mas izinkan kau memakai hijab. Mas akan belikan semua keperluannya.” Ucap Deren.
Violet menggeleng lalu melepas pelukan mereka, “Aku sudah belanja semuanya mas. Aku ke mall tadi untuk membeli itu. Lihatlah semua paperback itu isinya pakaian muslimah semua.” Ucap Violet menunjuk belanjaannya.
Deren tersenyum lalu mengangkat salah satu paperback itu dan mengeluarkan isinya, “Yaa sudah jika begitu karena istriku ini sudah beli maka harus di coba dong. Aku ingin melihat bidadariku memakai pakaian indahnya.” Ucap Deren memberikan pakaian di tangannya itu.
Violet mengangguk lalu dia segera menerima pakaian yang di berikan suaminya dan memakainya. Deren membantu istrinya itu dan setelah selesai dia meneteskan air mata terharu melihat penampilan sang istri, “Sangat cantik sayang.” ucap Deren lalu mengecup kening istrinya.
__ADS_1
Violet pun tersenyum, “Aku merasa nyaman dengan pakaian ini suamiku. Aku menyukainya.” Ucap Violet.
Deren pun tersenyum lalu kedua pasangan suami istri itu pun mencoba semua pakaian yang di beli Violet dan Deren terus-terus terharu dengan penampilan baru istrinya. Dia merasa melihat bidadari yaa bidadari surganya. Sangat anggun dan cantik, kecantikan istrinya tetap terpancar dan justru makin cantik.
Setelah semua pakaian yang di beli Violet di coba akhirnya keduanya memutuskan beristirahat dan keduanya langsung tertidur sambil berpelukan.
***
Keesokan paginya, setelah selesai menunaikan ibadah subuh berjamaah Violet turun ke lantai bawah dengan daster panjangnya dan juga hijab langsungnya. Yah, Violet memutuskan akan memulai penampilan barunya hari ini. Deren pun mendukung semua keputusan istrinya itu selama istrinya tidak keberatan dan tidak merasa terbebani maka dia pasti akan selalu mendukungnya lagian juga ini adalah bagian keinginannya melihat istrinya berpakaian tertutup.
“Mas, bagaimana penampilanku. Gak aneh kan?” tanya Violet.
Deren menggeleng lalu tersenyum, “Gak sayang. Sangat cantik.” Puji Deren.
Seketika mereka menggeleng, “Gak aneh sama sekali nyonya hanya saja nyonya lebih terlihat sangat cantik dan anggun.” Ucap salah satu maid jujur.
Violet yang mendengar itu tertawa karena mengira bahwa maidnya itu hanya tidak ingin membuatnya sedih, “Ah anda bisa saja. Gak apa-apa kok jika kalian mengatakan bahwa penampilan saya aneh atau bagaimana.” Ucap Violet.
Mereka kembali menggeleng, “Gak nyonya. Kami gak bohong. Sungguh, nyonya sangat cantik dengan penampilan itu.” ucap salah satu maid lagi dan diangguki oleh maid yang lain tanda membenarkan pendapat temannya itu.
Violet tersenyum, “Terima kasih atas dukungan kalian. Saya mengira kalian akan berpikiran bahwa saya aneh. Doakan yaa saya istiqamah menjalaninya karena saya ingin merubah penampilan saya seperti ini. Semoga saja gak membosankan dan kalian gak akan mengira saya sok suci.” Ucap Violet lalu dia mulai mengambil sesuatu dalam kulkas untuk dia olah menjadi sarapan.
Para maid yang mendengar ucapan Violet tersenyum lalu menggeleng karena mereka akan mendukung apapun keputusan nyonya mereka itu. Lagian nyonya mereka sedang berusaha untuk menyempurnakan penampilannya kenapa harus dicela mereka justru senang melihatnya karena nyonya mereka itu tetap cantik dan anggun bahkan justru lebih anggun saat ini.
__ADS_1
***
Singkat cerita, kini Violet dan Deren turun dari lantai atas dengan penampilan baru Violet untuk segera berangkat menuju kantor. Pasangan suami istri itu saling bergandengan tangan menuju pintu keluar. Para maid yang melihat penampilan Violet dengan setelan kantornya terharu karena nyonya mereka itu sangatlah cantik saat ini dan auranya semakin keluar dengan penampilan barunya.
“Aku seperti melihat bidadari.” Ucap salah satu maid sambil mengusap air matanya saking terharunya.
“Kau benar. Penampilan nyonya sangatlah anggun dan cantik. Ahh aku juga ingin mengikuti nyonya.” Timpal satunya.
“Nyonya itu walau tanpa hijab dia sudah jadi bidadari buktinya dia selalu menganggap kita keluarganya dan menghargai mana sekarang di tambah berhijab sudah sempurnalah dia menjadi bidadari. Tuan dan nyonya sama-sama beruntung karena menjadi pasangan suami istri di kehidupan ini dan semoga saja sampai surga.” Ucap maid satunya lagi.
“Aamiin.” Jawab para maid lainnya mengaminkan.
Violet dan Deren kini sudah tiba di kantor dan seperti penghuni mansion yang terpesona akan penampilan Violet maka begitu juga hal yang terjadi dengan seluruh karyawan dan staff yang melihat penampilan baru nyonya bos mereka.
“Itu nyonya kan? Aku gak salah lihat? Kenapa nyonya bos sangat cantik dengan pakaian tertutup seperti itu.”
“Kau benar. Aura nyonya bos semakin keluar. Ahh aku merasa melihat bidadari.”
Begitulah bisik-bisik yang terjadi pada bawahan Deren yang melihat penampilan Violet.
Kini Deren dan Violet sudah ada di lantai 30 di mana ruangan sang suami berada, “Suamiku, aku beneran gak aneh kan?” tanya Violet.
Deren menggeleng, “Gak sayang. Kau sangat cantik. Gak usah pedulikan tatapan mereka karena tatapan mereka itu tatapan kagum.” Ucap Deren benar karena seluruh karyawan kini mengagumi penampilan Violet dan sudah menjadi perbincangan hangat antara karyawan.
__ADS_1
Max yang mengetahui bahwa Deren dan Violet sudah tiba pun keluar hendak menyambut tuan dan nyonya bosnya justru terpaku melihat penampilan baru Violet, “Tuan, nyonya--”