Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
9


__ADS_3

Mata mereka pun berbinar tapi selanjutnya memandang Violet, “Terimalah, kakak ini adalah pemilik dari Robert Grup. Kalian tahu kan?” tanya Violet.


Anak-anak itu pun segera memandang Deren, “Robert Grup? Apa kakak presdir tampan itu? Pantas saja wajah kakak tidak asing.” Tanya mereka tidak percaya.


Deren hanya tersenyum lalu mengangguk, “Benar, kakak presdirnya. Jadi bagaimana apa kalian menerima tawaran kakak?” tanya Deren yang langsung di balas oleh mereka dengan anggukan.


“Baiklah jika begitu. Besok akan ada anak buah kakak yang akan mendatangi kalian di sini untuk mendata kalian untuk di masukkan ke sekolah milik perusahaan kakak.” Ucap Deren.


“Terima kasih kak ee tuan.” Jawab mereka serempak.


“Panggil saja kak Deren.” Ucap Deren.


“Baik kak Deren.” Ucap mereka lagi dan Deren hanya mengangguk. Setelah itu Deren memberikan uang 50 ribuan kepada mereka masing-masing, “Gunakan itu untuk membeli makanan jika makanan itu kurang.” Ucap Deren.


“Terima kasih kak.” Balas mereka.


Deren mengangguk, “Kalau begitu kami pamit sampai ketemu lagi dan jangan lupa kalian segera istirahat.” Pesan Deren. Mereka pun hanya mengangguk lalu beralih melihat Violet yang ikutan pamit.


“Kak Vio apa dia pacar kakak?” tanya salah satu dari mereka berbisik tapi masih bisa di dengar oleh Deren.


Violet pun menggeleng, “Ouh kirain pacar kakak.” Ucapnya lagi.


Lalu setelah itu Violet dan Deren segera pergi sementara anak-anak itu segera membagikan makanan yang di berikan Violet.


Kini mobil Deren sudah kembali melaju menuju rumah Violet, “Apa kamu mengenal mereka?” tanya Deren tanpa memandang Violet.


“Mereka? Ouh anak-anak itu, iya saya mengenal mereka. Kasihan mereka karena di usia mereka yang begitu mereka di tuntut untuk mencari uang demi menyambung hidup mereka. Terima kasih tuan sudah membantu mereka meraih mimpi dan masa depan mereka.” Ucap Violet.


“Saya juga sama dengan mereka.” Ucap Deren membuat Violet bingung pasalnya bagaimana mungkin bagian dari Robert Grup seperti mereka tapi Violet tidak bertanya lagi.


Sekitar 15 menit mereka akhirnya tiba di rumah sederhana milik Violet. Violet pun segera keluar dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


“Terima kasih tuan sudah mengantar saya kesini dan juga untuk traktiran makan malamnya.” Ucap Violet tersenyum dan hanya di balas anggukan oleh Deren.


“Apa tuan tidak ingin mampir dulu?” tanya Violet basa basi karena dia tidak ingin di cap sebagai orang tidak tahu terima kasih.


“Gak usah ini sudah malam mungkin lain kali saya akan mampir. Kamu masuklah di luar dingin.” Ucap Deren lembut.


Violet pun mengangguk dan segera masuk ke halaman rumahnya lalu melambaikan tangan kepada Deren begitu dia sudah tiba di pintu rumah itu dan di balas oleh Deren dengan senyuman tipis. Setelah memastikan Violet sudah masuk rumahnya, Deren segera masuk kembali mobilnya dan melajukannya menuju mansion.


***


Keesokan paginya sepertinya janji Deren semalam ada anak buahnya yang datang untuk mendata anak jalanan itu dan segera di masukkan ke sekolah yang di kelola oleh perusahaan Robert, “Max, aku ingin kau lebih mencari data tentangnya lebih dalam lagi.” Ucap Deren kepada asistennya.


“Baik tuan. Saya akan melakukannya.” Balas Max.


“Ohiya bagaimana dengan anak-anak itu?” tanya Deren.


“Semuanya sudah di urus tuan mereka sekarang sudah tinggal di asrama dan mulai besok mereka akan mulai bersekolah.” Jawab Max. Deren pun hanya mengangguk mengerti.


“Viola, aku datang ke sini hanya ingin mengajakmu makan siang saja. Apa bisa?” tanya Morgan.


“Maaf tuan saya gak bisa dan saya punya banyak urusan. Lebih baik anda ajak saja tunangan anda. Ohiya saya harap anda jangan pernah datang lagi ke sini, anda mengganggu. Satu lagi jangan pernah memanggil saya dengan sebutan itu lagi karena nama itu sudah lama mati.” Ucap Violet lalu segera pergi meninggalkan Morgan yang hanya bisa menatap pilu kepergian Violet.


“Aku tidak akan pernah menyerah Viola.” Ucapnya lalu dia segera masuk ke mobil kembali ke perusahaannya.


***


“Tuan, sepertinya gadis itu memiliki hubungan dengan tuan Morgan.” Ucap Max memberitahukan informasi yang di dapatnya.


Deren yang fokus dengan dokumen di hadapannya segera memandang asistennya, “Morgan? Apa Morgan Carlos? Lalu hubungan seperti apa maksudmu?” tanya Deren.


“Iya tuan Morgan Carlos. Mereka sepertinya sepasang kekasih sebelumnya tapi entah karena apa mereka berpisah.” Ucap Max membaca dokumen di tangannya.

__ADS_1


“Sini berikan kepada saya.” pinta Deren. Max pun segera memberikannya dan Deren segera membacanya lalu dia tersenyum.


“Aku menyukai tantangan. Selain itu juga mereka hanyalah mantan kekasih. Aku ingin saat nanti Morgan mengunjunginya lagi perintahkan anak buah kita menjaganya. Pastikan Morgan tidak melakukan apapun padanya.” Perintah Deren yang langsung di angguki oleh Max walau dia bertanya-tanya kenapa tuan mudanya itu melakukan itu.


***


Seminggu berlalu dengan sangat cepat, kini waktu yang di berikan oleh Mommy Grysia kepada Deren pun sudah sudah berkurang dua minggu.


“Bagaimana apa kau sudah memiliki gadis yang akan kau kenalkan pada mommy?” tanya Mommy Grysia saat mereka hanya sarapan berdua karena Carra sudah berangkat lebih dulu.


“Aku pasti akan membawanya kepada mommy tapi berikan aku waktu lagi.” Jawab Deren.


Mommy Grysia pun hanya mengangguk, “Yah kau memang masih punya waktu.” ucap Mommy Grysia lalu menyudahi sarapannya dan kembali ke kamar. Deren pun segera berangkat ke kantornya.


Saat melewati sekolah TK Melati, “Max, hentikan di sini.” Ucap Deren melihat ke arah parkiran yang ternyata vespanya Violet belum ada lalu tidak lama kemudian Violet pun tiba, Deren pun segera turun dari mobilnya mendekati Violet.


“Selamat pagi nona Vio.” Sapa Deren mengangetkan Violet.


Violet pun melihat siapa yang menyapanya sambil memegang dadanya, “Tuan Deren kok bisa anda di sini?” tanya Violet heran.


“Saya hanya lewat tadi dan tidak sengaja melihat anda maka saya hanya datang untuk menyapa saja.” Ucap Deren. Violet pun mengangguk sambil ber oh ria saja.


“Emm,, kalau begitu saya masuk dulu. Tuan juga silahkan kembali. Terima kasih sudah menyapa saya.” ucap Violet canggung.


Deren pun mengangguk, “Emm,, nona Vio bisakah kita bertemu nanti siang, ada sesuatu yang ingin saya bahas dengan anda mengenai Edgar dan Carra.” Ucap Deren.


“Dengan saya?” tanya Violet memastikan. Deren pun hanya mengangguk, “Apa bisa?” tanya Deren lagi.


“Emm,, baiklah akan saya usahakan.” Ucap Violet.


“Kalau begitu sampai ketemu siang nanti. Saya akan menjemput anda di sini dan selamat beraktivitas untuk anda.” Ucap Deren lalu meninggalkan Violet. Violet pun hanya bisa terdiam melihat kepergian Deren lalu dia pun segera masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


__ADS_2