Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
21


__ADS_3

Kini Deren sudah menjemput Violet di rumahnya, “Kami pamit bu!” izin Deren.


“Iya nak hati-hati.” Jawab ibu Violet.


Violet pun segera berpamitan dengan ibunya lalu segera menyusul Deren di mobilnya. Jangan tanya di mana Edgar karena adiknya itu pukul 09:00 tadi sudah di jemput sang kekasih entah akan kemana.


“Apa ibu sudah tahu hubungan kita?” tanya Deren yang sudah menahan pertanyaannya itu dari tadi karena melihat penyambutan ibu Violet yang berbeda dari kemarin.


“Menurutmu?” tanya Violet balik tanpa menatap Deren.


“Aku bertanya kenapa justru kau bertanya balik? Jika memang tidak ingin menjawabnya ya sudah karena sepertinya memang kau sudah menceritakannya dan menyetujui hubungan kita.” Ucap Deren.


Violet pun hanya menatap Deren sekilas, “Sangat percaya diri sekali anda yaa..” ucap Violet.


“Tentu saja karena tidak ada seorang pun yang bisa menolak pesonaku ini. Selain wajah tampan paripurna diriku, aku juga sangat kaya.” Balas Deren narsis.


Violet pun hanya menanggapinya malas karena ternyata di dunia ini ada laki-laki yang super narsis seperti Deren, “Benar kan?” tanya Deren menatap Violet.


“Terserah anda sajalah.” Jawab Violet lalu mengalihkan pandangannya ke arah luar melihat jalanan tapi walau begitu di dalam hatinya dia mengakui semua perkataan Deren itu benar adanya. Deren pun hanya tersenyum tipis melihat Violet lalu dia fokus kembali menyetir menuju Mansion.


***


Sekitar kurang lebih 30 menit akhirnya Deren dan Violet sampai di Mansion. Begitu Violet turun, “Vio kamu sudah tiba. Mommy merindukanmu!” sambut Mommy Grysia berdiri di pintu sambil merentangkan kedua tangannya meminta di peluk.


Violet pun tersenyum lalu segera berlari kecil menuju Mommy Grysia dan langsung berhambur ke pelukan wanita paruh baya itu, “Vio juga merindukan mommy. Ohiya bagaimana keadaan mommy akhir-akhir ini?” tanya Violet lalu melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Mommy baik-baik saja apalagi calon menantu mommy ini datang berkunjung mommy merasa lebih baik lagi.” Balas Mommy Grysia, Violet pun hanya tersenyum saja.


Sementara Deren yang kesal karena di cuekin begitu saja begitu dia sampai di pintu di mana kedua wanita itu berdiri langsung nyelonong saja, “Mom, apa kalian tidak lelah berdiri di sana atau kalian sekarang cosplay menjadi penjaga pintu.” Ucap Deren dengan wajah cemberut lalu langsung merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang keluarga.


Mommy Grysia dan Violet pun terkekeh, “Sedang cemburu dia nak tapi biarkan saja gak usah pedulikan dia. Ayo masuk sayang!” ucap Mommy Grysia lalu segera menggandeng Violet masuk. Violet pun tersenyum lalu segera masuk dan bergabung dengan Deren di ruang keluarga itu.


“Kau mau minum apa nak?” tanya Mommy Grysia.


“Apa aja mom.” Jawab Violet. Mommy Grysia pun hanya mengangguk lalu segera meminta pelayan membawakan minuman untuk mereka. Setelah itu juga dia meminta pelayan khususnya untuk membawakan tab miliknya.


“Vio, ayo duduk sini dekat mommy. Mommy ingin membahas konsep pertunangan kalian.” Ucap Mommy Grysia.


Violet pun segera mendekat, “Lihat kau lebih suka yang mana? Menurutmu outdoor atau indoor mana lebih bagus?” tanya Mommy Grysia memperlihatkan konsep pelaminan kepada Violet.


Violet pun segera melihatnya, “Mom, semuanya bagus. Jujur saja Violet tidak bisa memilih mom karena semuanya bagus. Jadi terserah mommy saja, Violet pasti akan setuju dengan pilihan mommy. Tapi sepertinya outdoor lebih bagus mom.” Balas Violet setelah melihatnya.


Mommy Grysia pun melihat putranya, “Mommy gak butuh pendapatmu.” Balas Mommy Grysia ketus.


Deren pun hanya bisa mencebikkan bibirnya, “Tapi ini pertunanganku juga loh mom.” Ucap Deren.


“Mom bisa mewakilimu memilihnya karena walau mommy meminta pendapatmu juga pasti kau tidak bisa jadi jangan ganggu mommy dan Vio.” Ucap Mommy Grysia.


Wajah Deren pun semakin di tekuk, “Ahh terserahlah karena mommy tidak membutuhkanku di sini lebih baik aku ke ruang kerjaku saja.” Ucap Deren segera berdiri menuju ruang kerjanya. Violet yang melihat itu pun hanya tersenyum walau di sisi lain dia juga merasa kasihan pada laki-laki itu.


“Mom, apa Deren tetap bekerja walau ini weekend?” tanya Violet memberanikan diri.

__ADS_1


Mommy Grysia pun menatap Violet, “Kamu gak tahu ini? Ahh mommy mengerti kalian baru saja menjalin hubungan dan pasti kau belum mengetahui kebiasaannya itu. Kau tahu dia itu terkenal dengan pria gila kerja dengan wajah datarnya. Walau weekend dia tetap bekerja padahal mommy sudah melarangnya tapi dia menjawabnya bahwa setiap waktu yang dia lewatkan maka sama saja dia melewatkan uang miliaran rupiah. Jadi dalam kamusnya gak ada hari libur.” Jelas Mommy Grysia.


Violet pun mengangguk mengerti lalu kembali fokus dengan pembahasan mereka sebelumnya tentang konsep pertunangan mereka nanti. Setelah setengah jam berlalu bahkan minuman yang di antar oleh pelayan sudah mendingin akhirnya mereka memutuskan pilihan pada pilihan warna biru tema outdoor.


“Emm,, untuk pernikahan kalian nanti maka kita harus memilih gold saja, emm tapi sepertinya rose gold lebih cantik dan anggun.” Ucap Mommy Grysia.


Violet pun tersenyum, “Untuk itu nanti kita putuskan lain kali mom lagian pernikahan juga masih lama kan. Kita masih punya banyak waktu.” ucap Violet.


“Kau benar! Ohiya apa tugas yang mommy berikan kepada kalian sudah kalian lakukan?” tanya Mommy Grysia menatap Violet.


“Tugas? Tugas apa mom?” tanya Violet bingung.


Mommy Grysia pun menepuk keningnya, “Jangan bilang kalian belum membeli cincin pertunangannya?” ucap Mommy Grysia.


Violet pun hanya menutup mulutnya dan baru ingat mereka memang belum membelinya, “Maaf mom!” ucap Violet.


Mommy Grysia menghela nafasnya, “Huh, kalian ini. Sudahlah gak apa-apa masih ada waktu dua minggu lagi tapi kalian harus segera membelinya. Selain itu mommy yakin ini semua pasti karena Deren yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Memang dasar anak itu.” Ucap Mommy Grysia lalu segera menyuruh pelayannya untuk memanggil Deren.


Tidak berapa lama, “Ada apa mom memanggilku? Apa kalian butuh pendapatku?” tanya Deren langsung duduk di hadapan mommy dan Violet.


“Gak mommy gak butuh pendapatmu karena kami sudah memutuskannya. Mommy memanggilku hanya ingin memarahimu saja karena belum juga membeli cincin pertunangan kalian.” Ucap Mommy Grysia menatap Deren tajam.


“Maaf mom aku melupakannya karena akhir-akhir ini sangat sibuk dengan proyek yang sedang kutangani.” Jawab Deren.


“Mommy gak butuh maaf kalian. Cepatlah beli cincinnya, ingat cincin itu hal penting dalam pertunangan. Pokoknya besok mommy tahu kalian sudah membelinya dan tidak ada penolakan. Jika kau punya janji besok maka batalkan karena ini lebih penting dari apapun.” Putus mommy Grysia tidak bisa di ganggu gugat.

__ADS_1


Deren pun hanya mengangguk karena dia memang tidak bisa membantah perintah mommynya itu. Setelah itu mereka makan siang bersama sebelum Deren mengantar Violet pulang.


__ADS_2