Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
58


__ADS_3

Violet kini berada di salah satu penginapan bersama Deren, “Di mana Carra dan Edgar?” tanya Violet yang tidak melihat kedua adiknya itu.


“Mereka ada di sebelah. Tenang saja kamar penginapan sebelah ada dua dan aku yakin mereka tidak akan macam-macam.” Ujar Deren.


Violet pun hanya mengangguk saja, “Emm,, ini kok kamarnya cuma satu?” tanya Violet menyadari kamar di penginapan itu cuma satu.


“Iya emang cuma satu. Emang kamu maunya berapa?” tanya Deren.


“Katamu penginapan di sini punya dua kamar, kok ini gak?” ucap Violet.


“Jangan harap kau untuk tidur terpisah karena walau Edgar dan Carra tinggal di penginapan sebelah tapi tidak menutup kemungkinan mereka akan datang. Aku tidak ingin menimbulkan sesuatu yang tidak di inginkan. Lalu apa salahnya juga kita sekamar, bukankah selama ini kita memang sekamar. Apa yang kau takutkan? Apa kau takut aku akan meminta hak ku sebagai suami? Jika memang kau menginginkannya aku akan memberikannya.” Ucap Deren tersenyum menggoda.


Violet hanya mendelik kesal lalu segera masuk ke kamar dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk sholat. Deren yang melihat itu hanya tersenyum lalu dia ikut masuk ke kamar Violet dan gantian dengan Violet memakai kamar mandi.


***


Singkat cerita, kini sudah malam dan Violet baru saja selesai melakukan sholat isya, “Ayo kak!” ajak Carra masuk ke kamar melihat Violet yang sibuk dengan gaunnya.


Carra yang melihat penampilan Violet terdiam karena terpesona akan kecantikan yang di pancarkan kakak iparnya itu, “Kak, kau sangat cantik! So very very beautiful. Jika aku laki-laki aku pasti akan jatuh cinta padamu kak. Pantas saja kakak sangat mencintaimu kak. Kau itu bagai bidadari!” puji Carra.


“Adikku ini ternyata mulutnya sangat manis yaa. Kau tahu jika kau memang seorang pria aku yakin akan banyak wanita yang patah hati karena rayuanmu itu.” ucap Violet.


Carra pun hanya cengesan saja lalu segera menggandeng Violet keluar menuju tempat di mana mereka akan dinner, “Tapi beneran kak, kau sangat cantik dan seksi.” Bisik Carra.


“Kau ini!” ucap Violet malu.


Kedua wanita itu pun segera keluar dari penginapan Deren dan Violet lalu keduanya berjalan menuju tempat dinner yang Violet sendiri tidak tahu di mana tempatnya hingga tiba-tiba lampu di pantai itu padam hingga membuat suasana gelap karena ini bukan saat bulan purnama. Violet yang menyadari bahwa Carra sudah tidak ada di sampingnya pun, “Carra kau dimana? Jangan bercanda Carra. Jangan tinggalkan kakak Carra. Iss menyebalkan kenapa aku melupakan ponselku.” Ucap Violet yang baru menyadari lupa membawa ponselnya hingga dia pun hanya bisa berjalan sambil meraba-raba dan memanggil Carra.


“Carra! Carra! Kau dimana?” panggil Violet.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba lampu menyala seiring dengan seorang pria yang berjalan ke arahnya dengan bunga di tangannya yang dia yakini bahwa laki-laki itu suaminya, “Selamat ulang tahun sayang!” ucap Deren begitu berada di hadapan istri cantiknya.


“Kau! Aku takut Carra meninggalkan aku dan lampunya juga padam.” Ucap Violet lalu menerima bunga yang diberikan suaminya.


“Carra dan Edgar pergi melakukan dinner bersama.” Ucap Deren.


“Mereka gak akan ikut dinner bareng kita?” tanya Violet dan Deren menggeleng.


“Sudah ayo kita makan aku sudah kelaparan.” Ucap Deren.


Violet pun segera mengangguk. Deren langsung menggandeng istrinya itu menuju tempat dinner mereka yang ternyata sudah di hias dengan cantik, “Ini sangat cantik!” ucap Violet mengagumi tempat itu.


“Sudah ayo kita kesana.” Ajak Deren duduk di tempat yang di kelilingi lilin itu. Violet hanya ikut saja lalu keduanya segera duduk di tempat yang sudah di sediakan. Memang benar-benar suasana yang sangat romantis.


Lalu Deren segera menepuk tangannya dan seketika ada beberapa pelayan mengantarkan makanan mereka di mulai dengan makanan pembuka lalu di susul makanan utama dan makanan penutup. Hidangan dinner mereka malam ini pasti berhubungan dengan seafood. Keduanya menikmati dinner itu dengan bahagia. Deren membantu Violet membukakan udang untuk Violet. Mereka benar-benar terlihat seperti pasangan yang saling mencintai.


Setelah dinner selesai tiba-tiba ada pelayan yang mengantarkan kue ulang tahun Violet beserta lilinnya. Violet yang melihat itu segera menatap suaminya yang di balas dengan senyuman, “Ayo sayang tiup lilinnya tapi jangan lupa berdoa dulu.” Ucap Deren.


“Ayo kak potong kuenya dong.” Ucap Carra.


Violet pun mengangguk lalu segera memotong kue lalu potongan pertamanya dia berikan kepada Deren. Deren tersenyum menerimanya walau dia tidak begitu menyukai coklat. Setelah itu potongan kedua di berikan kepada kedua adiknya.


***


Kini Violet dan Deren berjalan berdua menikmati pemandangan malam dan dinginnya angin laut begitu juga Carra dan Edgar yang pergi berdua. Deren yang menyadari Violet kedinginan segera melepas jasnya dan memakaikan kepada Violet, “Emm!” Vioelt segera memandang sang suami.


“Pakailah! Aku tahu kau kedinginan.” Ucap Deren.


Violet pun hanya mengangguk saja, “Pantai di sini sangat bersih dan terawat yaa.” Ucap Violet.

__ADS_1


Deren mengangguk, “Makanya aku suka kesini. Aku sering kesini jika sedang merasa kesepian. Saat jika merindukan daddy. Ini adalah tempat liburan favorit keluarga kami.” Ucap Deren.


Violet pun segera menetap suaminya, “Jangan berpikiran buruk, aku kesini sendiri tidak pernah mengajak wanita karena mommy selalu mengajariku bahwa wanita itu dilindungi bukan dirusak.” Lanjut Deren yang sepertinya bisa membaca pikiran Violet.


“Siapa juga yang menuduhmu seperti itu. Aku belum mengatakan apapun.” Ucap Violet cuek.


“Ya kau memang belum mengatakannya tapi aku tahu itu yang ada dalam pikiranmu.” Ucap Deren.


“Sok tahu.” Balas Violet.


Deren pun hanya tersenyum melihat Violet yang sepertinya sangat menyukai laut.


“Deren!” panggil Violet. Deren pun segera menatap istrinya itu.


“Terima kasih yaa sudah memberikan perayaan ulang tahun yang seindah ini untukku. Aku sangat menyukainya. Sepertinya ini ulang tahun terbaik yang pernah kulewati.” Ucap Violet tulus.


“Aku akan selalu memberikannya jika kau---” batin Deren memandang Violet.


“Sudahlah ini semua karena Carra.” jawab Deren.


“Ohiya, besok Carra mengajak kita melihat matahari terbit.” Ucap Deren.


Violet mengangguk, “Carra sudah memberitahu padaku.” Ujar Violet.


“Emm, dia juga mengajak kita untuk berenang bersama.” Ucap Deren.


“Dia juga sudah mengatakan itu.” ucap Violet tertawa.


“Hmm, sepertinya kau sudah tahu semuanya. Sudahlah kalau begitu lebih baik kita segera kembali ke penginapan saja. Di sini dingin dan juga agar kita bisa bangun lebih awal besok untuk melihat matahari terbit.” Ajak Deren.

__ADS_1


Violet pun segera berdiri lalu mereka segera menuju penginapan bersama.


__ADS_2