Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
106


__ADS_3

Singkat cerita, kini Violet sudah selesai makan malam dan juga sudah selesai sholat isya dengan menggadha magrib bersama sang suami. Kini keduanya sibuk dengan urusan masing-masing. Deren sibuk dengan ponselnya sementara Violet dia sibuk memindahkan barang mereka dan juga sibuk dengan ritual perawatannya. Deren setelah selesai dengan ponselnya segera mendekati istrinya di meja rias lalu segera mengecup pipi sang istri, "Wangi." Ucapnya.


Violet hanya mendelik ke arah suaminya itu, "Tentu saja wangi suamiku orang yang baru dipakaikan cream dan tadi juga baru mandi." Ucap Violet.


Deren terkekeh mendengarnya dan hanya memeluk istrinya itu dari belakang dan setelah memastikan sang istri sudah selesai dengan ritual perawatannya dia segera menggendong Violet menuju ranjang dan meletakkan sang istri dengan lembut lalu ikut berbaring di samping istrinya.


Violet hanya diam saja dengan apa yang dilakukan suaminya, dia segera mencari kenyamanan di dada bidang suaminya. Deren yang memahami itu pun membiarkannya saja dan segera memeluk istrinya lalu keduanya segera tertidur mungkin memang kelelahan. Tidak ada ritual panas yang terjadi di antara dua orang itu. Keduanya terlelap dengan damainya karena keduanya tadi saat makan sudah menyepakati akan memulai jalan-jalannya esok hari saja, begitu juga dengan menelpon ke ibu Anggi karena memang dia sana pasti mereka sedang tidur juga. Jadi keduanya memutuskan akan menelpon kesana besok saja karena tidak ingin mengganggu.


***


Keesokkan subuh waktu Paris, Violet segera terbangun dan tidak mendapati suaminya di ranjang hingga membuatnya yang masih berusaha menyadarkan dirinya segera terbangun dengan mata yang terbuka lebar. Dia segera berdiri dan menuju kamar mandi yang untuk mencari sang suami, begitu dia mendengar suara air dari dalam Violet langsung mengelus dadanya lega karena tadi dia sudah berpikiran buruk bahwa suaminya meninggalkannya sebab tidak biasa suaminya itu bangun lebih awal dan meninggalkannya di ranjang sendirian. Bahkan saat mereka masih menikah terikat akan perjanjian pun Deren selalu bangun belakangan, Violet hanya tidak tahu saja bahwa suaminya itu selalu bangun lebih awal dan hanya berpura-pura tidur agar Violet tidak mendapatinya menatap Violet dalam. Dan saat beberapa hari ini suaminya memang bangun lebih awal tapi menunggunya membuka mata dulu baru beranjak dari ranjang hingga tadi membuatnya parno sendiri.


Tidak lama sang suami keluar dengan rambut basahnya dan handuk yang hanya menutup bagian bawahnya saja sepertinya suaminya itu baru saja mandi. Suaminya itu terlihat sangat sexy dengan penampilan seperti itu tapi seketika Violet tersadar dengan pikiran kotornya dan segera memukul kepalanya yang sudah berpikiran kotor.


Deren yang melihat itu tersenyum, "Sayang jika kau memang menginginkannya nanti yaa kita lakukan saat ini aku sudah wudhu dan waktu subuh juga sudah di mulai. Ayo sana kamu siap-siap dulu. Kita sholat bersama." ucap Deren.

__ADS_1


Violet seketika mengerucutkan bibirnya kesal, "Mas memang harus menungguku untuk sholat bersama awal saja tidak. Salah sendiri gak membangunkan aku tadi dan justru di tinggal sendiri di ranjang." ujar Violet kesal.


Deren yang mendengar itu menjadi gemas karena menurutnya istrinya itu sangat imut jika sedang kesal begitu, "Maaf yaa sayang gak menunggumu bangun. Mas tadi kebelet sayang jadi langsung saja ke kamar mandi. Maaf yaa!" ucap Deren.


Violet pun hanya mengangguk saja lalu segera masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap sholat subuh.


Tidak lama Violet keluar dan dia mendapati tempat untuk mereka melakukan sholat sudah disediakan suaminya bahkan mukenahnya saja sudah siap. Deren tersenyum menatap sang istri lalu memberikan mukenahnya dan Violet langsung memakainya. Setelah itu keduanya langsung melaksanakan sholat bersama. Setelah sholat keduanya menghubungi ibu Anggi.


***


Begitu masuk ke dalam mobil keduanya memutuskan akan pergi ke Disneyland Paris karena Violet memang ingin melihat tempat bagai negeri dongeng itu. Sekitar setengah jam keduanya tiba di sana karena memang Paris tidak macet seperti negara mereka jadi cepat sampainya. Begitu tiba mereka langsung masuk karena memang sang suami sudah menyiapkan semuanya. Violet tersenyum melihat bangunan bagai negeri dongeng itu, dulu dia kecil hanya memimpikannya tapi sekarang bisa melihatnya langsung bersama pangerannya. Keduanya mengabadikan momen di sana dengan berfoto-foto ria. Deren hanya tersenyum melihat istrinya itu bahagia. Tidak ada yang lebih membahagiakan untuk melihat istrinya tersenyum. Dulu dia selalu memastikan mommynya tersenyum dengan bahagia kini dia akan memastikan istrinya juga tersenyum bahagia.


Setelah puas di sana keduanya segera berlalu ke sana menuju Istana Versailess sebuah istana yang sekarang di jadikan museum untuk mengenang sejarah kemegahan monarki Perancis. Sepertinya tema hari ini kerajaan, entahlah Violet merasa bagai seorang putri hingga ingin mengunjungi tempat berkaitan dengan kerajaan. Lagian sepertinya dia memang seorang putri ahh bukan lebih tepatnya ratu dengan sang suami sebagai rajanya. Dan seperti tadi begitu tiba keduanya langsung masuk.


Violet mengagumi kemegahan tempat dan suasana kerajaan sangat terasa di sana, "Kau menyukainya sayang?" tanya Deren.

__ADS_1


Violet segera mengangguk cepat, "Aku merasa seperti seorang putri suamiku." Ucap Violet.


"Mungkin putri sayang tapi ratu dan aku rajanya." Timpal Deren tersenyum.


Violet pun hanya mengangguk saja membenarkan perkataan suaminya karena dia memang merasa begitu juga. Seperti tadi keduanya juga tidak lupa mengambil moment di sana.


Violet melihat hasil gambar yang mereka ambil dan tentu saja Deren juga sudah memastikan ada seorang fotografer yang ikut bersama mereka.


"Suamiku, aku terlihat sangat cantik di sini." ucap Violet puas dengan hasil foto yang di ambil.


"Kau memang sangat cantik sayang dan selalu cantik." Balas Deren.


"Dasar gombal." Timpal Violet lalu fokus dengan foto lagi.


Setelah itu dari sana keduanya makan siang dulu dan sholat lalu melanjutkan jalan-jalan mereka menuju Seine River sambil memandangi menara Eiffel yang nanti malam mereka kunjungi karena sepertinya suasana malam akan lebih romantis daripada siang hari. Deren dan Violet juga mengambil foto di Seine River lalu keduanya bersantai di sana dengan camilan di tangan mereka. Keduanya menikmati waktu romantis itu.

__ADS_1


"Honey, kita ke sana yuk!" ajak Violet menunjuk menara Eiffel karena sepertinya dia juga ingin memiliki momen siang hari di sana. Deren pun hanya mengangguk dan keduanya segera menuju menara Eiffel yang akan mereka kunjungi nanti malam lagi untuk merasakan perbedaan suasana siang dan malam di menara itu.


__ADS_2