
Deren pun tersenyum lalu berdiri dan mendekat kepada istrinya, “Berhenti! Jangan maju lagi.” Ucap Violet lalu segera berbalik menuju pintu keluar ruangan itu.
Tapi belum juga Violet mencapai pintu keluar Deren langsung menariknya ke pelukannya, “Kenapa kau tidak bisa memberikannya? Bukankah aku sudah merebut first kissmu?” tanya Deren berbisik.
Violet berusaha melepaskan pelukan Deren, “Justru karena itu aku tidak ingin kau melakukannya lagi. Ingatlah bahwa pernikahan ini adalah sebuah perjanjian dan kita pun sudah setuju akan semua poin-poin dalam perjanjian itu. Aku mohon lepaskan aku, ini sesak!” pinta Violet.
Deren pun melonggarkan pelukannya, “Jika begitu kenapa kita tidak buat saja pernikahan ini menjadi pernikahan sesungguhnya dan hidup layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Kau juga tahu kan semua berkas pernikahan kita itu asli, kita pasangan suami istri sah baik secara agama maupun Negara.” Ucap Deren.
“Aku tahu tapi aku tidak ingin menjalani pernikahan seperti ini. Aku ingin menikah dan hidup sampai tua bersama orang yang ku cintai dan juga mencintaiku.” Balas Violet.
Deren pun sedikit menghela nafasnya lalu melepaskan pelukannya, “Pergilah!” ucap Deren lalu segera berbalik dan menuju meja kerjanya.
Violet pun menatap suaminya itu dan berbalik, “Cepatlah istirahat itu sudah larut malam.” Pesan Violet sebelum dia keluar dari pintu itu dan menuju kamar mereka untuk mengganti pakaiannya yang basah dengan air mata.
Sementara di dalam ruangan, “Sebenarnya ada apa denganku? Bukankah yang dia katakan benar bahwa pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian saja tapi kenapa aku gak suka mendengarnya mengatakan itu.” tanya Deren frustasi pada dirinya sendiri.
Deren pun segera menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya lalu memeriksa beberapa dokumen. Setelah sekitar 20 menit kemudian dia segera menuju kamar mereka di mana istrinya berada. Begitu dia tiba di kamarnya dia melihat Violet berbaring di ranjang sambil matanya tertutup entah sudah tidur atau belum, dia pun hanya menatap istrinya itu sambil menghela nafas lalu segera menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya sebelum bergabung dengan Violet di ranjang.
***
Kring,, kring,,
Bunyi alarm Violet segera membangunkannya, Violet pun segera mengeliatkan badannya lalu segera bangun dari ranjangnya dan menatap di sisi sebelah ranjangnya yang terdapat seorang pria sedang damai dalam tidurnya tanpa dia sadari dia tersenyum menikmati pemandangan indah itu.
Setelah dia tersadar dia segera menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah sekitar 15 menit dia kembali lalu segera mengambil mukenahnya untuk melaksanakan sholat subuh. Sebelum mulai melaksanakan sholat dia menatap suaminya yang masih tidur itu.
__ADS_1
Sementara Deren mulai menggerakkan badannya lalu membuka matanya dan seperti biasa setiap dia bangun pemandangan Violet sholat selalu menjadi pemandangan indah pagi hari yang sudah 10 hari ini dia lihat. Dia tersenyum melihat istrinya itu lalu dia segera bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga dan melaksanakan sholat juga.
Violet setelah melakukan sholatnya dan membaca beberapa ayat Qur’an dia segera menuju dapur memasak walau Deren sudah melarang tapi bukan Violet namanya jika bukan keras kepala.
“Mbak, apa menu hari ini yang akan kita buat?” tanya Violet begitu dia melihat para maid di rumah itu memasak.
“Nyonya ingin apa?” tanya salah satu maid balik.
“Saya yang bertanya lebih dulu loh.” Balas Violet tersenyum.
“Vio!” panggil mommy Grysia tiba-tiba.
Violet yang mendengar itu segera berbalik dan segera mendekat ke arah ibu mertuanya, “Mom butuh apa?” tanya Violet segera menunduk di depan mommy Grysia.
“Mommy gak butuh apapun nak tapi bisakah kamu hari ini jangan dulu memasak, temani mommy dulu biarkan urusan memasak jadi urusan Ratih dan yang lainnya.” Pinta moomy Grysia.
“Temani mommy ke taman yaa melihat matahari terbit.” Pinta mommy Grysia.
“Baiklah. Let’s go kita ke taman.” Balas Violet lalu segera mendorong kursi mommy Grysia menuju taman mansion.
Tidak lama kemudian Deren segera turun dan tidak menemukan istri yang sudah lebih dulu turun, “Apa tuan mencari nyonya?” tanya maid yang melihat Deren.
Deren mengangguk, “Di mana dia? Apa dia memasak lagi?” tanya Deren.
“Nyonya sedang menemani nyonya besar di taman tuan untuk melihat matahari terbit.” Jawab maid itu.
__ADS_1
Deren pun mengangguk mengerti, “Terima kasih!” ucap Deren lalu segera menuju taman untuk melihat dua wanitanya itu.
***
“Vio!” panggil Mommy Grysia.
“Iya mom. Ada apa?” tanya Violet.
“Vio bisakah kau berjanji satu hal untukku?” tanya mommy Grysia balik.
“Aku harus berjanji apa mom?” tanya Violet lagi.
“Mommy tahu Vio walau Deren gak cerita tentang laporan kesehatan mommy tapi mommy tahu bahwa mommy udah gak punya banyak waktu lagi. Mommy berharap bisa melihat anak kalian tapi sepertinya waktu yang mommy punya tidak sebanyak itu tapi walau mommy udah gak di sini mommy pasti akan tetap melihatnya.” Ucap Mommy Grysia
“Vio, mommy titip Deren yaa. Mommy titip Carra juga. Tolong jaga kedua anakku itu dengan baik Vio. Aku hanya mempercayaimu. Asal kau tahu saja Deren itu pernah terburuk saat dia kehilangan daddy-nya dia berhari-hari berdiam diri dan mommy yakin jika mommy juga pergi nanti pasti dia akan merasa kehilangan tapi untuk saat ini mommy gak khawatir karena saat ini ada dirimu di sampingnya. Mommy bisa melihat bahwa kalian saling mencintai, dia sangat mencintaimu. Mommy yakin kau bisa menemaninya. Jadi tolong bantu mommy menjaga mereka yaa dan segera buatlah cucu untukku.” Lanjut mommy Grysia sambil menggenggam tangan Violet.
Violet meneteskan air matanya karena lagi-lagi hatinya merasa terluka dan terasa sangat pedih karena sudah membohongi seorang ibu sebaik ini, “Vio janji mom. Vio akan menjaga mereka tapi mommy tetap harus percaya bahwa penyakit mommy bisa sembuh dan mommy bisa mewujudkan semua keinginan mommy. Jadi jangan pernah bicara seperti ini lagi mom.” Ucap Violet memeluk ibu mertuanya itu.
Mommy Grysia tersenyum, “Mommy gak bisa janji hal ini Vio karena mommy sudah sangat merindukan daddy.” Balas mommy Grysia tersenyum.
Violet menatap ibu mertuanya itu dan dia tahu bahwa di mata ibu mertuanya itu tersirat kerinduan yang sangat dalam untuk suaminya, “Vio, lihatlah matahari terbit sangat indah kan.” Ucap mommy Grysia memandang matahari yang mulai terbit.
Violet mengangguk, “Benar mom, ini sangat indah.” Timpal Violet.
Kedua wanita berbeda generasi itu pun menikmati matahari terbit dengan sesekali bercengkrama. Sementara di sisi lain ada seseorang yang terdiam saja mendengar perkataan kedua wanita itu.
__ADS_1
“Dad, apa yag kulakukan salah? Aku rindu padamu dad tapi bisakah kau jangan dulu memanggil mommy, aku masih membutuhkannya.” Gumam Deren