Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
134


__ADS_3

Seperti yang di katakan Deren bahwa Edgar dan Carra melakukan fitting hari ini. Nah itulah yang terjadi kini Edgar dan Carra sudah ada di depan butik yang memang sudah menjadi langganan keluarga Robert mulai dan mommy Grysia, Carra bahkan saat Violet menikah pun gaunnya di buat dari butik ini.


Carra dan Edgar segera masuk sambil berpegangan tangan. Begitu keduanya masuk langsung di sambut oleh karyawan butik karena memang Carra sudah membuat perjanjian sebelumnya. Carra dan Edgar langsung di arahkan ke ruang fitting, "Nona, anda ingin gaun seperti apa?" tanya karyawan yang memang biasa melayani keluarga Robert kesini.


"Saya ingin gaun yang sederhana namun tetap terlihat mewah dan anggun." jawab Carra.


Carra memang tidak lagi meminta untuk di buatkan gaun karena waktunya yang mepet, biarlah nanti untuk pernikahannya yang di buatkan gaun khusus untuknya.


Karyawan itu pun mengangguk dan segera keluar untuk mengambilkan gaun yang sesuai dengan permintaan Carra. Tidak lama karyawan itu kembali dengan tiga gaun di tangannya yaitu ball gaun, gaun simple brokat dan gaun polos Megan Markle, "Silahkan nona, ini ada tiga gaun yang cocok dengan permintaan anda. Semoga anda menyukainya." Ucap karyawan itu.


Carra pun segera melihat dan matanya langsung tertarik dengan gaun brokat simple, "Aku sudah yang ini. Bagaimana menurutmu kak?" tanya Carra menatap Edgar meminta pendapat.


Edgar pun berdiri dan mendekati Carra lalu dia melihat gaun yang jadi pilihan kekasihnya itu, "Cantik dan anggun. Tapi coba fitting dulu." ucap Edgar memberikan pendapatnya.


Carra pun mengangguk dan segera menuju ruang fitting lalu tidak lama setelah itu dia keluar, "Kak, bagaimana?" tanya Carra begitu keluar.


Edgar pun tersenyum melihat kekasihnya itu, "Sangat cantik dan sangat pas di tubuhmu sayang." ucap Edgar jujur walaupun baginya Carra cocok dengan gaun apapun dan gaun apapun tidak akan menutupi kecantikan kekasihnya itu namun dia juga paham bahwa seorang wanita akan senang jika di puji.

__ADS_1


Carra tersenyum mendengar pendapat kekasihnya itu, "Kalau begitu, saya ambil yang ini dan untuk gaun pernikahan nanti saya mau ball gown yang mewah." ucap Carra kepada karyawan itu.


Karyawan itu pun mengangguk lalu segera membantu Carra melepaskan gaunnya kembali, "Kami akan mengantarnya besok nona ke mansion anda." Ucap karyawan itu.


Carra pun mengangguk lalu setelah itu karyawan segera melakukan pengukuran untuk membuat gaun pernikahan Carra. Setelah selesai dengan ukur mengukur, kini Carra beralih membantu Edgar memilih setelan yang pas untuknya. Sekitar kurang lebih 30 menit akhirnya Carra dan Edgar selesai memilih gaun dan setelan jas dengan warna senada gaun Carra yakni silver, "Terima kasih atas kedatangannya tuan, nona. Kami akan mengirimkannya besok lalu untuk gaun dan setelan jas untuk pernikahannya nanti akan kami hubungi lagi jika sudah bisa melakukan fitting. Ohiya, semoga lancar untuk acara lamarannya." ucap karyawan itu.


Edgar dan Carra pun hanya mengangguk lalu tersenyum membalasnya. Setelah itu keduanya segera pergi keluar dari butik itu.


Kini keduanya sedang ada di dalam mobil, "Kak, kita mau kemana lagi?" Tanya Carra.


Carra yang mendengar itu segera memiringkan tubuhnya menghadap Edgar yang sedang mengemudi, "Kak, kenapa harus membeli cincin lagi kan kamu sudah memberikan cincin kepadaku. Lebih baik pakai ini saja." Ucap Carra melepas cincin yang di berikan Edgar waktu melamarnya secara pribadi.


Edgar segera menepikan mobilnya dan berhenti lalu dia segera menggenggam tangan Carra yang hendak melepas cincin di tangannya, "Jangan di lepas sayang. Ini ada cincin yang aku berikan saat melamarmu secara pribadi hanya ada kita sementara cincin yang akan kita beli nanti, itu untuk lamaran kita secara resmi di hadapan keluarga dan juga tamu undangan. Jadi jangan lepas cincin itu dan mari kita membeli lagi." ucap Edgar lembut sambil mengelus jari sang kekasih.


"Tapi.." ucap Carra tertahan karena bibirnya langsung di tutup oleh jari Edgar tanda bahwa dia tidak di izinkan bicara.


"Kenapa gak mau membeli cincin lagi? Apa karena takut uangku gak cukup?" tanya Edgar.

__ADS_1


Carra langsung menggeleng, "Bukan begitu kak tapi aku hanya--" ucap Carra tidak melanjutkan perkataannya karena takut menyinggung sang kekasih. Pada kenyataannya dia khawatir jika hanya untuk mewujudkan pesta mewah untuknya kekasih itu harus merogoh uangnya dalam-dalam.


Edgar tersenyum dia tahu Carra mengkhawatirkan keuangannya tapi dia juga adalah seorang pria yang pasti mempunyai keinginan untuk mewujudkan pernikahan impian kekasihnya. Dia sudah mempersiapkan semua ini dan dia yakin mampu mewujudkan pernikahan impian kekasihnya dengan uang yanh sudah dia siapkan selama ini, "Jangan khawatir sayang. Aku sudah menyiapkan untuk semua ini. Kamu gak perlu khawatir aku akan memberikan yang terbaik untukmu." ucap Edgar.


"Aku hanya gak mau membebanimu kak. Aku tahu kau mungkin merasa karena aku berasal dari keluarga kaya maka aku pasti akan meminta menyusahkanmu. Gak, kak aku memang sama seperti wanita lain yang menginginkan pesta mewah tapi tidak juga harus menyusahkanmu. Aku suka kok pesta sederhana." ucap Carra.


Edgar yang mendengar itu tersenyum lalu dia mengecup punggung tangan Carra, "Aku tahu kamu menyukai hal yang sederhana sayang. Buktinya kau mencintai aku yang tidak punya apa-apa bahkan kau yang memodaliku usaha." ucap Edgar.


Carra yang mendengar ucapan Edgar langsung menutup bibir Edgar dengan jarinya, "Sstt, jangan bicara begitu kak. Aku sebagai kekasihmu hanya mendukungmu saja dan untunglah aku memiliki kelebihan di bagian ekonomi. Lagian juga kau sudah melunasinya kak bahkan lebih jadi sudah gak ada lagi namanya aku yang memodalimu. Itu adalah usahamu, kerja kerasmu semuanya. Aku bangga kak menjadi kekasihmu dan sebentar lagi akan menjadi istrimu. Aku sangat bersyukur tuhan mengirimkan lelaki baik sepertimu untuk menemaniku." ucap Carra.


Edgar tersenyum, "Aku juga bangga sayang bisa menjadi kekasihku dan sebentar lagi akan menjadi suamimu. Aku bangga di sekian banyak laki-laki di luaran sana yang kaya, ganteng dan lain sebagainya melebihi aku tapi kau memilihku dan mencintaiku. Aku pria paling beruntung bisa memilikimu. Jadi jangan pernah merasa sungkan kepadaku sayang. Aku hanya ingin mewujudkan pernikahan impianmu. In Syaa Allah aku mampu mewujudkannya. Jika kau menolaknya aku akan merasa menjadi pria pengecut yang tidak bisa memberikan pernikahan yang layak untukmu." ucap Edgar.


Carra pun mengangguk mengerti, "Maaf kak meragukanmu. Aku hanya gak mau kau terbebani." ucap Carra.


Edgar mengangguk tersenyum, "Aku sama sekali gak terbebani sayang. Aku paham perasaanmu yang mengkhawatirkan aku. Aku senang kau khawatirkan sayang. Sudah yaa lebih baik sekarang kita beli cincinnya agar bisa melakukan yang lain lagi." ucap Edgar.


Carra mengangguk setuju lalu keduanya segera menuju toko perhiasan. Edgar segera menjalankan mobilnya menuju toko perhiasan setelah perdebatan yang lumayan panjang dengan sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2