
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat, Edgar juga sudah melaporkan penipuan perusahaan tuan Carlos dan tuan Josua ke pihak berwajib sekarang masih sedang di proses tapi sepertinya perusahaan mereka itu akan tetap hancur karena perusahaan mereka baru saja stabil karena gangguan Deren dank ini justru terlibat kasus penipuan.
Edgar melapor menyembunyikan dirinya tentu saja atas saran Deren karena Violet sudah mewanti-wanti agar adiknya gak kenapa-kenapa. Violet tidak ingin apa yang menimpa kepada ayahnya terjadi lagi kepada sang adik. Ibu Anggi sebenarnya tahu penyebab bangkrutnya perusahaan sang suami tapi dia hanya diam saja tapi kalau kematian sang suami yang ternyata di sabotase itu dia sama sekali gak tahu bahkan saat dia mengetahuinya dia kaget dan menangis karena dia pikir itu adalah murni penyakit suaminya. Tapi sekali lagi dia tidak bisa apa-apa semua sudah terjadi, dia hanya bisa mendukung keputusan kedua anaknya yang ingin membuat orang yang menjadi penyebab keluarga mereka bangkrut dan ayahnya sampai meninggal mengalami hal yang sama.
“Bagaimana perkembangan kasus perusahaan tuan Carlos dan tuan Josua?” tanya Deren kepada sang asisten.
“Sepertinya hari ini atau paling terlambat besok kedua perusahaan itu akan gulung tikar jika mereka tidak bisa mengelak bukti itu. Tuan Edgar juga hebat ternyata dia menambahkan bukti tambahan hingga tuan Carlos dan tuan Josua semakin terpojok.” Jelas Max.
Deren pun tersenyum, “Syukurlah jika begitu. Tetap awasi dia dan lindungi mereka. Aku tidak ingin kecolongan lagi. Istriku bisa bunuh diri jika keluarganya terluka lagi, aku tidak akan mampu melihatnya menangis lagi.” Ucap Deren.
Max mengangguk, “Kami sudah meningkatkan penjagaan semuanya tuan. Lagian juga tuan Carlos dan tuan Josua belum bertemu langsung dengan tuan Edgar, dalam tiga hari ini mereka belum mengetahui siapa yang melaporkan perusahaan mereka.” ucap Max.
“Justru itu kita harus memperkuat penjagaan.” Timpal Deren.
“Baik tuan, saya mengerti.” Ujar Max.
__ADS_1
“Max, apa yang aku minta untuk kau tangani sudah selesai?” tanya Deren kemudian.
Max yang mengerti apa yang di maksud Deren segera meletakkan berkas yang dia bawa, “Ini tuan berkas kepemilikannya. Sekolah TK itu sudah beralih menjadi bagian dari sekolah Robert dengan kepemilikan atas nama nyonya.” Ucap Max.
Deren pun segera melihat dokumen itu dan setelah memastikannya dia tersenyum, “Kau hebat! Terima kasih Max.” ucap Deren.
“Ini juga ada campur tangan Ronal tuan.” Ucap Max.
Deren mengangguk, “Aku tahu kalian itu adalah aset berhargaku.” Timpal Deren.
Di sisi lain tepatnya di sebuah kediaman terjadi keributan, “Ini bagaimana bisa begini pah? Kenapa sampai saat ini masalah penipuan itu belum teratasi. Aku gak mau ya pah jika perusahaan sampai colabs dan kita harus hidup di rumah sederhana.” Ucap nyonya Carlos tidak terima.
“Kamu juga gak bisa menyalahkan aku mah. Ini bukan hanya salahku saja. Jika saja kau tidak berurusan dengan tuan Deren maka pasti kita bisa membayar uang itu tapi karena saham perusahaan baru saja stabil dan kini kasus penipuan itu terkuak maka aku gak bisa apa-apa.” Ucap tuan Carlos.
“Yah tetap saja gak bisa begitu pah, aku tidak terima ini semua. Sialan Violet, kenapa aku tidak membunuhnya saja saat itu seperti kita meracuni ayahnya. Aku membenci wanita itu.” teriak nyonya Carlos karena jujur saja dia tidak terima jika harus meninggalkan semua kemewahan ini yang susah payah mereka bangun bahkan harus menipu dan membunuh.
__ADS_1
Morgan yang turun dari kamarnya mendengar ucapan maminya itu, “Wah, ternyata benar yang tuan Deren katakan bahwa kalian terlibat atas kebangkrutan perusahaan Smith bahkan kalian juga yang membunuh ayah Vio. Aku tidak menyangka bahwa kalian sekeji ini, entah dosa apa yang telah aku lakukan hingga aku harus terlahir dari keluarga seperti ini. Aku muak dengan semuanya!” ucap Morgan segera keluar dari rumah itu. Dia dan Siska memang sudah tidak tinggal serumah apalagi Siska masih menjalani proses hukum begitu juga dengan maminya tapi entah kenapa maminya itu bisa ada di sana tadi.
“Morgan kembali, kau harus menyelamatkan perusahaan kita. Mami tahu kau tidak bisa hidup tanpa kemewahan kan, kau sudah biasa hidup mewah. Jadi cepat selamatkan perusahaan kita.” Teriak nyonya Carlos.
Tapi Morgan justru tidak memedulikannya, dia sudah tidak peduli jika memang perusahaan orang tuanya itu hancur ataupun apa. Lagian juga perusahaan itu akan sulit di selamatkan karena kasus penipuan yang menjeratnya sangatlah besar. Dia tidak peduli lagi, untuk apa memedulikan perusahaan yang ternyata di bangun hanya dari hasil menipu. Sungguh Morgan saat ini sangatlah malu menunjukkan wajahnya di depan Violet, dia merasa bersalah dengan mantan kekasihnya itu. Sungguh dia tidak menyangka bahwa orangnya tega melakukan perbuatan terkutuk seperti itu.
Tujuan Morgan kali ini adalah pergi tapi sebelum itu dia harus menyelesaikan dulu perpisahannya dengan Siska. Dia memutuskan akan memulai hidup barunya di luar negeri karena terlalu malu jika harus di sini. Sudah pasti walau sebegitu kuat dia menghindar agar tidak bertemu dengan Violet dan keluarganya tapi tetap saja pastu tanpa sengaja akan ketemu. Dia sudah mengikhlaskan Violet hidup bersama Deren, siapa juga dia yang masih berharap di cintai oleh Violet. Untuk sebuah kata maaf saja sepertinya sudah cukup untuknya.
“Aku minta maaf Viola! Aku tahu aku pengecut karena sekali lagi aku lari dari masalah tanpa menyelasaikannya. Aku meninggalkan orang tuaku yang kini sedang dalam masalah tapi apakah mereka masih bisa di anggap orang tua, aku akui darah mereka mengalir dalam tubuhku, mungkin itu adalah hukuman untukku tapi setidaknya aku bisa menjaga diriku agar tidak terlibat dengan masalah yang memang sudah mereka mulai dari awal. Aku akan berdoa semoga kau selalu bahagia Viola, namamu akan selalu ku simpan dalam hatiku paling dalam. Selamat tinggal Viola!” gumam Morgan lalu menelpon pengacaranya untuk mempercepat perpisahannya dengan Siska.
Seperti dugaan Max sebelumnya akhirnya saat ba’da magrib perusahaan tuan Carlos dan tuan Josua dinyatakan colabs, semua proferti yang mereka miliki di sita untuk membayar hutang mereka dan kini entah di mana ke empat orang itu. Tapi satu hal yang pasti nyonya Carlos harus kembali ke tempatnya di balik jerusi besi. Siska dan Riki juga mereka di sana, Siska hanya bisa menangis begitu mendengar perusahaan orang tuanya sudah tidak ada lagi dan kini entah dimana orang tuanya itu.
Harta dan kemewahan yang dia banggakan kini habis tanpa tersisa. Dia hanya bisa menerima takdir dengan menunggu waktu bebasnya selesai yang entah kapan.
“Semuanya sudah beres sayang!” ucap Deren sambil mematikan tv yang menyiarkan berita kedua perusahaan itu colabs hanya dalam waktu tiga hari saja.
__ADS_1
“Terima kasih honey!” balas Violet yang kini sudah lega bahwa semuanya sudah selesai. Kini dendamnya sudah terselesaikan.