
Seminggu berlalu, tidak terasa kini triplets sudah berusia seminggu. Para maid di mansion itu sangat menjaga dan menyayangi triplets. Seperti saat ini triplets itu sedang berjemur dan para maid yang sudah menyelesaikan tugas mereka segera berbondong-bondong menjaga ketiga buah hati Violet dan Deren itu.
Violet dan Deren yang melihat itu tersenyum, “Nyonya. Ini putih telurnya!” ucap mbak Ratih menyajikan putih telur untuk Violet.
Violet pun mengangguk, “Terima kasih mbak!” ucap Violet.
Deren segera menyuapi Violet dengan putih telur itu, “Suamiku, Carra di mana yaa? Kok belum keluar?” tanya Violet.
Tiba-tiba Edgar keluar dengan menggendong Carra yang merintih, “Edgar, apa Carra akan melahirkan?” tanya Deren.
Edgar mengangguk, “Sepertinya begitu!” ucap Edgar panic.
Deren pun segera meminta bodyguard untuk menyiapkan mobil, “Sayang!”
“Pergilah mas. Aku akan makan sendiri.” Ucap Violet.
Deren pun mengangguk lalu dia segera keluar memastikan semuanya siap. Mobil yang membawa Edgar dan Carra segera melaju menuju rumah sakit. Sementara Ibu Anggi ikut dari belakang bersama semua pakaian bayi di mobil satunya.
Setelah memastikan semuanya bahwa di rumah sakit sudah ada dokter Riana yang menunggu. Deren kembali ke dalam dan mendekati istrinya yang makan, “Kenapa kamu gak pergi mas?” tanya Violet.
“Kita akan kesana bersama. Kita sarapan dulu.” Ucap Deren kembali menyuapi istrinya itu. Dia juga segera meminta para maid untuk membuatkan makanan yang akan mereka bawa ke rumah sakit.
Violet dan Deren pun segera menyelesaikan sarapan mereka lalu setelah itu segera bersiap untuk ke rumah sakit, “Mbak! Tolong bawa mereka ke kamar mereka.” pinta Violet.
“Baik nyonya!” tiga orang maid yang sejak kedatangan ketiga buah hati Violet dan Deren itu ke mansion yang beralih tugas menjaga triplets itu segera membawa mereka ke kamar triplets. Sebenarnya mereka memiliki kamar masing-masing tapi Deren dan Violet menggunakan kamar di samping kamar mereka dulu. Ketiga maid yang beralih tugas itu jangan tanya apa Violet dan Deren yang menunjuk mereka atau tidak tapi ketiganya yang langsung mengajukan diri untuk jadi baby sitter. Bahkan bukan tiga orang itu ada lima orang semuanya tapi karena berhubung hanya ada tiga bayi jadi hanya tiga orang yang di pilih.
Kini Violet dan Deren sudah siap untuk menyusul ke rumah sakit. Violet ke kamar triplets lebih dulu, “Mbak tolong yaa jaga mereka. Saya sudah menyiapkan ASI untuk mereka di freezer.” Pesan Violet.
“Baik nyonya. Kami akan menjaga mereka dengan baik.” jawab ketiganya kompak. Violet pun tersenyum lalu dia segera keluar.
Violet dan Deren segera ke dapur untuk mengambil makanan yang akan mereka bawa. Mbak Ratih sudah menyiapkannya.
“Terima kasih mbak. Kami titip triplets yaa.” Ucap Deren. Mbak Ratih dan para maid pun segera mengangguk penuh hormat.
Deren dan Violet segera menuju mobil lalu segera melaju menuju rumah sakit tapi mereka tidak lupa berpesan kepada para bodyguard untuk menjaga mansion.
Sekitar 20 menit kemudian mereka tiba di rumah sakit dan segera menuju ruang bersalin yang ternyata Carra sudah selesai melahirkan dan akan di pindahkan ke ruang perawatan. Carra melahirkan secara normal.
“Selamat dek!” ucap Violet kepada adiknya.
Edgar mengangguk, “Terima kasih kak. Aku sudah menjadi ayah.” Ucap Edgar. Violet pun tersenyum mengangguk. Violet bahagia melihat kebahagiaan di mata adiknya itu. Deren juga tentu saja bahagia. Dia juga mengucapkan selamat kepada adik iparnya itu.
Kini mereka sudah berada di ruang perawatan, Carra sedang makan di suapi oleh ibu Anggi. Carra makan dengan lahap. Mungkin karena energinya terkuras saat tadi proses bersalin.
“Siapa nama keponakan kami ini dek?” tanya Violet menatap wajah putra Carra dan Edgar itu. Yah jenis kelamin anak Carra dan Edgar itu cowo.
__ADS_1
“Dia Ravindra Gerald Smith.” Ucap Edgar.
“Wah nama yang bagus. Mirip nama anak kami.” ucap Deren.
“Gak apa-apa dong. Kan mereka saudara.” Timpal Violet.
“Kakak ipar benar.” ujar Carra hampir saja tersedak.
“Pelan-pelan makannya sayang.” ucap Edgar.
Carra hanya menyengir mendengar ucapan suaminya itu. Hal itu pun menelpon senyum di pipi para keluarga.
Tiga hari kemudian, Carra dan Edgar kembali dan seperti penyambutan triplets. Penyambutan baby Gerald itu pun tidak kalah mewah. Edgar juga menyumbang di beberapa panti asuhan untuk perayaan kelahiran putranya itu. Carra dan Edgar mereka tinggal di mansion untuk sementara waktu karena Violet dan Deren belum mengizinkan untuk mereka pulang ke kediaman mereka.
Seperti Violet dan Deren yang memutuskan untuk tidak mempublikasikan wajah triplets. Carra dan Edgar juga memilih hal yang sama untuk tidak mempublikasikan wajah putra mereka.
***
Tiga tahun berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa kini triplets dan Gerald sudah berusia tiga tahun. Mereka sedang dalam masa aktif-aktifnya sehingga pengasuh ke empat bocah itu kewalahan.
“Aqsen di mana Agatha nak?” tanya Violet kepada putra keduanya itu.
Aqsen kecil menggeleng, “Tak tahu mommy.” Jawabnya.
“Uhh, di mana putri kecilku itu.” ucap Violet pusing. Selalu saja begitu, Agatha itu tumbuh menjadi anak yang sangat aktif di antara saudara yang lain. Dia yang paling sering membuat kelelahan Deren dan Violet. Putri mereka itu sangat lincah dan perkembangannya juga yang cepat ketimbang ketiga saudaranya.
Violet pun segera mendekati putrinya itu, “Dari mana sayang?” tanya Violet lembut pada putrinya itu.
“Dari metik ini mom!” jawab Agatha tanpa rasa bersalah.
Violet yang mendengar jawaban putrinya pun hanya bisa menghela nafas berat lalu dia menatap pengasuh putrinya itu yang ngos-ngosan. Sepertinya putrinya itu sudah menyusahkan pengasuhnya lagi.
“Kenapa gak izin sama mommy sayang.” ucap Violet.
“Maaf mom!” ucap Agatha.
Violet pun memeluk putrinya itu erat dan memperbaiki gaun putrinya yang berantakan. Ingin rasanya Violet marah tapi tidak tega jika putrinya itu sudah menunjukkan wajah memelasnya. Violet selalu kalah.
“Ya sudah. Ayo kita beri selamat kepada adik Gerald dan adik Gretha.” Ajak Violet segera mendekati kedua anak Carra dan Edgar yang berulang tahun hari ini.
“Dapat dari mana kak?” tanya Carra.
“Biasa dek. Di belakang.” Jawab Violet melihat putrinya itu yang mencium pipi Gretha.
“Sabar kak. Dia memang anak yang aktif.” Ucap Edgar.
__ADS_1
Violet pun mengangguk lalu menatap suaminya itu dengan kedua putra mereka itu. Arsen dan Aqsen segera memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Gerald dan Gretha. Yah, Carra dan Edgar memiliki anak kedua mereka setahun lalu tepat di ulang tahun kedua putra mereka. Carra dan Edgar sengaja melakukan itu dan memilih tanggal yang sama untuk kelahiran putri mereka agar ulang tahun kedua anak mereka itu bisa di rayakan bersamaan. Untuk kelahiran putri mereka itu Carra melakukan operasi. Putri cantik mereka yang di beri Nama Raviana Gretha Smith.
Kini ke empat orang itu sedang duduk di ruang tamu sambil menatap buah hati mereka yang sedang bermain. Ibu Anggi sudah meninggal 6 bulan lalu.
“Aku harap kita selalu begini.” Ucap Carra diangguki oleh ketiga orang lainnya.
Kehidupan kedua keluarga kecil itu bahagia dengan segala kerepotan yang di timbulkan oleh anak mereka yang sedang aktif-aktifnya. Keluarga mereka tumbuh harmonis dan saling membantu satu sama lain.
Untuk Deren dan Violet pernikahan mereka ini adalah hal yang paling membahagiakan. Mereka di pertemukan dengan cara yang tidak terduga dan hubungan mereka di awali dengan sebuah perjanjian konyol yang kini sudah menjadi perjanjian hati sehidup semati tidak akan terpisahkan satu sama lain.
Deren dan Violet walau mereka sudah memiliki triplets tapi mereka selalu ingat dan mengunjungi buah hati pertama mereka yang sudah berada di pangkuan ilahi. Deren dan Violet tidak pernah melupakannya.
*
...__TAMAT__
...
*
*
...“Tidak semua orang bisa berjodoh dengan orang yang di cintainya. Menerima seseorang yang mencintai kita itu adalah pilihan yang terbaik. Kita akan di ratukan! Cobalah untuk mencintai pilihan yang sudah di takdirkan untuk kita maka bahagia akan menyambut kita.” _Arelia Violetta Smith_
...
...“Tidak salah melakukan sesuatu pemaksaan kepada seseorang yang kita yakini akan menjadi pusat bahagia untuk kita. Tidak salah memperjuangkan sesuatu yang ingin kita miliki. Namun kita juga harus bersiap jika kita akan terluka karena hal itu.” _Deren Brillian Robert_
...
...“Cintailah seseorang dengan tulus. Jangan pernah memandang seseorang dengan status sosialnya. Tidak ada salahnya kau mencintai orang di bawahmu karena cinta sejati tidak pernah memilih kepada siapa cinta itu berlabuh. Yakinlah semuanya sudah ada jalannya.” _Carramel Berlian Robert_
...
...“Jangan minder hanya karena status sosial kita berbeda. Cinta itu butuh perjuangan. Raihlah cintamu dengan semua usahamu. Berusahalah untuk menjadi pantas bersanding dengan cintamu. Yakinlah semua yang sudah di takdirkan untuk menjadi milikmu akan tetap jadi milikmu walau banyak perbedaan yang menentang.” _Areska Edgarra Smith_
...
...“Pernikahan adalah ikatan yang suci di mana ketika dua hati sudah saling mengikat sumpah itu maka selamanya akan terikat.” _Perjanjian Hati – Author MirDa11_
...
...Sampai Jumpa di Karya Author Selanjutnya. Terima kasih sudah menemani Kisah ini sampai akhir. Author cinta kalian. Tetap semangat menjalani aktivitas di tengah gempuran banyaknya tuntutan. Tetap semangat cari cuannya di tengah gempuran banyaknya list keinginan.
...
__ADS_1
...Love Sekebon Untuk Kalian Para Reader!!🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
...