
Akhirnya resepsi pernikahan Edgar dan Carra berakhir pukul satu, semua tamu undangan sudah pulang tinggal pihak WO dan vendor saja yang masih ada di ball room hotel karena memang masih harus merapikan barang milik mereka.
Edgar dan Carra pun sudah meninggalkan pesta setelah acara dansa berakhir dan kini keduanya sedang melaksanakan sholat bersama. Sementara Deren dan Violet mereka segera pulang ke mansion begitu memastikan semuanya sudah selesai dan tinggal meminta para asisten mereka untuk memantau agar ball room hotel itu di tinggalkan dalam keadaan bersih.
Deren dan Violet memutuskan pulang ke mansion dengan mengajak ibu Anggi karena memang Edgar dan Carra akan menginap di hotel ini untuk malam pertama mereka. Violet dan Deren sudah mengecek dan mempersiapkan apa kamar untuk adik mereka itu sudah siap. Saat pernikahan Deren dan Violet kedua adik mereka yang mempersiapkannya untuk mereka maka untuk kali ini mereka pun melakukan hal yang sama.
***
Singkat cerita, kini tidak terasa sudah malam bahkan kedua pengantin yang baru saja menikah tadi pagi itu sudah selesai melaksanakan sholat isya bersama. Mereka juga sudah makan malam tadi setelah magrib, "Dek, kita--" ucap Edgar terpotong.
"Ayo pindah kamar." potong Carra cepat.
Edgar yang mendengar itu pun entah kenapa canggung tapi dia segera bersikap biasa lalu dia mengangguk. Memang keduanya tadi hanya berada di ruangan tempat Carra di rias bahkan keduanya tidur di sana tadi setelah sholat zuhur bersama karena kelelahan keduanya langsung tertidur di ranjang di sana. Keduanya tidak melakukan apa-apa hanya sekedar saling memeluk saja.
Edgar dan Carra langsung keluar dari ruangan itu menuju kamar yang memang sudah di sediakan untuk mereka oleh kedua kakak mereka. Kamar itu berada dua lantai di atas ruangan yang kini mereka tempati, "Silahkan masuk tuan, nona." Ucap petugas hotel yang memang sudah di tugaskan untuk memandu mereka ke kamar itu.
__ADS_1
Edgar dan Carra pun segera masuk ke kamar itu dan seketika mereka tersenyum melihat kamar itu yang di penuhi oleh bunga mawar khas kamar untuk pengantin menghabiskan malam pertama mereka agar mendapatkan kesan mendalam dari malam itu. Edgar dan Carra tersenyum karena teringat saat beberapa bulan lalu merekalah yang menyiapkan kamar seperti ini untuk kedua kakak mereka kini mereka yang di siapkan kamar seperti ini oleh kedua kakak mereka sepertinya kakak mereka itu ingin membalas budi.
Suasana romantis yang tercipta dari kamar itu sudah pasti menciptakan suasana yang romantis juga untuk pasangan suami istri yang sudah sah itu dan entah sejak kapan pasangan suami istri itu sudah saling berciuman satu sama lain yab first kiss yang mereka lakukan. Adegan kissing itu mulai merambah ke kegiatan lain khas pasangan suami istri pada umumnya untuk saling berbagi satu sama lain. Edgar dan Carra adalah gadis dan pria yang sudah dewasa jadi tentunya paham bahwa hubungan ini membutuhkan penyatuan bukan hanya fisik namun juga jiwa. Dan seperti apa yang sudah ada dalam pikiran para reader maka itulah yang terjadi pada pasangan suami istri itu. Keduanya malam itu berbagi peluh bersama dengan penuh cinta dan suasana romantis yang sudah di ciptakan oleh kedua kakak mereka dan di tambah oleh keromantisan yang mereka ciptakan sendiri.
***
Tidak terasa pagi menyapa dengan suara adzan berkumandang di mana-mana hingga mengganggu dua jiwa yang masih tertidur akibat kegiatan yang menguras tenaga yang mereka lakukan semalam.
Edgar yang lebih dulu membuka matanya dan tersenyum melihat sang istri yang berusaha untuk membuka matanya. Edgar yang gemas melihat itu segera melabuhkan kecupan di kening istrinya itu. Edgar masih tidak menyangka bahwa gadis yang dulunya hanya bisa dia kagumi diam-diam lalu kemudian berubah menjadi kekasih kini sudah ada dalam pelukannya berbagi ranjang yang sama bahkan sudah saling berbagi peluh bersama.
Setelah mandi bersama selesai keduanya segera melakukan sholat lalu sarapan dan bersiap kembali ke mansion.
***
Tepat jam delapan pagi Edgar dan Carra tiba di mansion dan keduanya langsung masuk yang langsung di sambut oleh senyum menggoda dari Deren dan Violet yang sedang duduk di ruang keluarga, "Wah pengantin baru kita sudah datang. Memang yaa kalau pengantin baru mukanya itu kelihatan fresh." ucap Deren tersenyum menggoda ke arah dua adiknya.
__ADS_1
Edgar dan Carra yang di goda oleh Deren hanya mengabaikannya dan mereka segera ikut duduk setelah menyalami ketiga orang yang ada di sana.
"Kalian akan berangkat jam berapa nak?" tanya ibu Anggi yang memang mengetahui bahwa anak-anaknya itu akan berangkat ke Swiss hari ini.
"Sore bu jam tigaan kayaknya." jawab Violet yang di angguki oleh Deren membenarkan ucapan sang istri.
Ibu Anggi pun mengangguk saja, "Ibu ikut dengan kita saja. Kan kasihan ibu sendiri di sini. Kami gak tega ninggalin ibu di sini sendiri. Mau yaa ibu ikut saja." ucap Violet. Dia dan sang suami sudah sepakat semalam untuk mengajak ibu Anggi pergi.
Ibu Anggi yang mendengar ucapan Violet segeta menatap ketiga anaknya yang lain, "Ikut saja bu. Ini memang acara bulan madu untuk Edgar dan Carra. Jika memang ibu gak enak karena tidak ingin mengganggu acara bulan madu mereka maka ibu ikut kami saja. Kami ikut bersama mereka hanya ingin melihat Swiss saja. Lagian kami juga sudah bulan madu. Jadi ibu ikut saja. Hitung-hitung ini liburan keluarga." ucap Deren.
"Emang ibu bisa ikut?" tanya ibu Anggi menatap Edgar dan Carra karena bagaimanapun ini adalah bulan madu keduanya.
"Tentu bu. Aku senang kita semua bisa pergi bersama." ucap Carra segera memeluk ibu Anggi yang kini sudah resmi menjadi ibu mertuanya.
"Jadi sekarang bagaimana? Ibu mau ikut kan?" tanya Violet.
__ADS_1
Ibu Anggi pun mengangguk sambil menatap ke empat anaknya itu. Deren, Violet, Edgar dan Carra pun tersenyum senang melihat anggukan ibu Anggi itu. Setelah itu mereka segera menyiapkan barang yang akan mereka bawa untuk ke Swiss. Semua dokumen mereka pun sudah selesai tinggal di urus saja.