
Edgar yang mendengar kedua wanita kesayangannya bicara, dia juga segera berlutut di kedua makam yang berdampingan itu, “Ini Edgar mom, dad. Maaf jika kedatangan Edgar terlambat, maafkan Edgar mom yang tidak berani menemuimu saat kau masih ada dan mengatakan dengan berani bahwa Edgar adalah kekasih dari putrimu. Tapi aku janji mom, dad aku akan menjaga Carra dengan segenap jiwa dan hatiku. Aku akan menyayanginya dan mencintainya hingga dia merasa bosan akan cinta dan kasih sayangku. Aku memang saat ini masih mengusahakan materi agar bisa tetap membuat hidup putri kalian tidak kesusahan. Mungkin materi yang akan ku berikan pada putri kalian tidak seberapa banyak materi yang kalian berikan padanya tapi aku janji akan tetap selalu memberikan apapun yang dia inginkan. Tolong restui aku menjadi suami dari putri kalian mom, dad.” Ujar Edgar hingga membuat Carra meneteskan air matanya karena ternyata dia tidak salah menerima dan menyerahkan hatinya pada seorang lelaki.
Edgar yang menyadari Carra meneteskan air matanya segera menghapusnya, “Jangan menangis sayang.” ucap Edgar.
“Aku terharu.” Balas Carra memeluk Edgar.
Violet juga meneteskan air matanya melihat kedua adiknya itu yang saling mencintai dan menyayangi satu sama lain hingga membuatnya tidak menyesal melakukan perjanjian ini dan akan berpisah dengan Deren karena dia bisa melihat tawa di wajah kedua adiknya. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain itu.
Deren yang dari tadi hanya diam menyaksikan momen haru itu apalagi melihat adiknya sangat mencintai adik istrinya ada sesuatu yang mencolek hatinya tapi dia hanya diam saja lalu dia segera berlulut di makam kedua orang tua angkatnya yang sudah dia anggap sebagai orang tua kandungnya itu.
“Mom, dad kalian pasti sudah bertemu kan di sana? Aku sudah merelakanmu mom menemui daddy, awas saja jika kalian tidak bertemu aku akan marah. Mom, dad kalian tenang saja aku akan menjaga keluarga kita dengan baik. Kalian bisa tenang di sana.” Ucap Deren lalu mulai menutup matanya membacakan doa Al-fatihah dan surat pendek lainnya di ikuti oleh Violet, Edgar dan Carra.
Setelah selesai membaca doa mereka segera berdiri lalu meletakkan bunga di kedua makam itu tapi tiba-tiba, “Deren sayang kau di sini? Aku mencarimu tahu dan ternyata benar tebakanku kau ada di sini mengunjungi tante da nom. Deren kau tidak ingin memelukku, aku merindukanmu sayang.” ucap seorang wanita dengan pakaian lumayan terbuka itu segera memeluk Deren di depan Violet, Carra dan Edgar.
“Kak dia adalah kak Eliza model papan atas yang di kabarkan sebagai mantan kekasih kakak. Dia itu suka menggoda lelaki, aku tidak menyukainya. Mommy dan daddy juga tidak menyukainya.” Bisik Carra di telinga Violet.
“Liza, kenapa kau datang ke sini? Bukankah kau ada di Venize?” tanya Deren membiarkan Liza bergelayut di tubuhnya tanpa membalas pelukan wanita itu.
__ADS_1
Wanita bernama Eliza itu mendongak memandang Deren, “Aku datang kesini sudah pasti karena merindukanmu sayang, kenapa masih bertanya. Ohiya apa kita bisa pergi jalan-jalan malam ini? Kita bersenang-senang.” Ucap Eliza dengan menggoda sambil meraba dada Deren.
Violet yang melihat itu kesal bukan karena cemburu tapi merasa harga dirinya di injak-injak karena dia sebagai istri Deren tapi wanita itu justru seperti tidak melihatnya, “Maaf nona emm nyonya, maaf hari ini sepertinya suamiku tidak bisa menemanimu karena kami akan merayakan ulang tahunku di pantai.” Ujar Violet menatap wanita itu yang masih memeluk lengan Deren.
“Emm,, siapa ini sayang? Apa ini istri kecil yang kau ceritakan itu? Emm,, tapi gak apa-apa jika tidak bisa hari ini kita bisa pergi lain waktu. Bisa kan sayang?” Eliza mengatakan itu hanya memandang Violet sekilas lalu kembali memandang Deren.
“Maaf nyonya suamiku sepertinya sangat sibuk dan dia tidak memiliki waktu untuk menemanimu. Jadi carilah yang lain.” Ucap Violet.
“Aku tidak bertanya padamu gadis kecil. Sayang kenapa kamu diam aja.” Ucap Eliza kembali menatap Deren.
“Ya baiklah. Tapi aku bisa ikut kan dengan kalian ke pantai?” tanya Eliza berbinar menatap Deren.
Deren menatap Violet yang wajahnya terlihat kesal, “Maaf Eliza aku tidak bisa mengajakmu bergabung karena ini adalah acara keluarga.” jawab Deren segera menyusul Violet, Carra dan Edgar yang sudah lebih dulu ke mobil.
***
Saat ini Deren dan Violet sedang berada dalam mobil yang sedang dalam perjalanan menuju pantai tempat di mana mereka akan merayakan pesta ulang tahun Violet.
__ADS_1
Violet yang masih kesal akan sikap Deren yang menurutnya biasa aja terhadap Eliza entah kenapa masih kesal dan diam saja, “Ada apa? Apa kau marah karena aku bicara dengan Liza?” tanya Deren.
Violet hanya diam saja dan justru memejamkan matanya, “Aku tahu kau marah atau mungkin kau cemburu tapi perlu kau tahu kau tidak perlu cemburu dengannya karena aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya.” Ujar Deren.
“Siapa juga yang cemburu? Gak usah terlalu percaya diri karena aku gak peduli dengan apa yang kau lakukan.” Ujar Violet memandang Deren sekilas lalu kembali menutup matanya dan tertidur karena memang perjalanan mereka menuju pantai membutuhkan waktu sekitar 3 jam.
Deren yang melihat Violet tertidur hanya tersenyum lalu dia menepikan mobilnya untuk memperbaiki posisi tidur Violet agar lebih nyaman. Setelah memastikan Violet nyaman dia melabuhkan sebuah kecupan di kening Violet sambil bergumam. Setelah itu dia segera melajukan kembali mobil menuju pantai.
Violet segera membuka matanya dan baru menyadari mereka sudah tiba dan dia melihat di luar mobil ada hamparan laut. Violet segera keluar lalu tersenyum sambil menarik nafas dalam-dalam menghirup udara laut itu, “Ahh cantiknya!” ucap Violet memandangi hamparan laut di hadapannya.
“Kakak ipar!” panggil Carra yang baru saja turun dari mobil karena mereka masih singgah lebih dulu di supermarket untuk membeli beberapa camilan.
Violet tersenyum menyambut Carra lalu kedua wanita itu segera memandang lau bersama-sama, “Kakak ipar nanti besok pagi kita akan melihat matahari terbit bersama-sama lalu setelah itu kita akan berenang bersama.” Ucap Carra dengan antusias.
“Carra ajak kakak iparmu ke penginapan.” Teriak Deren yang sudah lebih dulu pergi bersama Edgar dengan membawa barang-barang mereka. Yah, Deren tidak mengajak bodyguard hingga dia harus membawanya sendiri tapi tentu saja ada bodyguard bayangan yang mengikuti mereka diam-diam.
“Ayo kak kita ke penginapan dulu. Kita sholat asar dulu.” Ajak Carra. Violet pun hanya mengangguk lalu kedua wanita itu segera menyusul Deren dan Edgar.
__ADS_1