
Violet menggeleng, "Aku bahagia hidup denganmu dan perkataan itu di sebabkan karena aku cemburu." ucap Violet lirih dan langsung menunduk malu.
Deren yang mendengar perkataan istrinya mendekat sehingga mengikis jarak di antara mereka, "Maksudnya? Kau bisa jelaskan apa maksudnya? Jangan memberiku harapan sayang." Ucap Deren lembut menatap manik mata Violet yang sangat dia sukai itu.
Violet tersenyum menatap suaminya, "Aku cemburu dengan kedekatanmu bersama Eliza. Kau berhasil membuatku cemburu dan berhasil membuatku menyadari perasaanku. Rencanamu berhasil karena kedatangan Eliza memang membuatku cemburu." Ujar Violet
Deren yang mendengar itu sumringah seolah-olah hatinya yang tadinya di tumbuhi semak belukar kini telah berganti dengan bunga aneka warna tapi dia tetap menahan kebahagiaannya yang membuncah dia masih ingin mendengar ungkapan hati istri yang sangat dia cintai itu, “Kau bisa mengatakan apa maksudnya? Aku tidak mengerti apa maksudmu sayang.” Ucap Deren lembut sambil menatap mata istrinya dalam.
Violet tersenyum, “Dasar sok tidak paham!” ujar Violet.
“Aku ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri sayang, aku takut jika apa yang ku mengerti ternyata tidak sesuai dengan apa yang ingin kau katakan. Aku tidak ingin salah paham.” Timpal Deren.
“Kau saja tidak mengungkapkannnya masa aku--”
“Aku mencintaimu, sungguh sangat mencintaimu istriku dari awal awal aku melihatmu hingga kini dan sampai nanti aku mencintaimu. Maaf jika aku terlambat mengatakannya.” Potong Deren cepat.
Violet terharu mendengar itu lalu dia berdiri dan memeluk suaminya itu, “Aku mencintaimu suamiku! Aku bahagia hidup denganmu. Aku tidak ingin bercerai.” Ucap Violet berbisik sambil memeluk erat suaminya. Yah suami kontraknya yang ternyata sangat dia cintai.
__ADS_1
Deren pun membalas pelukan Violet erat sungguh saat ini dia sangat bahagia, “Katakan dengan jelas sayang, aku tidak mendengarnya.” Ujar Deren berbisik lagi.
Violet pun melepas pelukannya dan menatap suaminya sinis, “Dasar, aku tidak akan mengulanginya lagi. Ini bukan siaran sepak bola yang ada replaynya.” Ucap Violet tersenyum.
Deren yang gemas dengan tingkah istrinya itu segera mendaratkan satu kecupan lembut di bibir istrinya, “Katakan sayang, aku ingin mendengarnya. Berkasihanilah dengan suamimu ini berikan replay-nya.” Ucap Deren dengan nada memohon.
Violet tersenyum mendengar hal itu lalu dia kembali memeluk suaminya, “Aku mencintaimu suamiku! I Love You!” ucap Violet di telinga suaminya dengan lembut.
Deren yang mendengar hal itu seketika hati dan seluruh tubuhnya meluruh karena mendengar suara lembut istrinya yang terasa menggoda di telinganya, “Aku lebih mencintaimu sayang. Sangat mencintaimu. I Love you more and more.” Ucap Deren berbisik juga lalu dia melepas pelukannya dan kembali mendaratkan kecupan di bibir istrinya.
Violet mengerti apa yang di inginkan suaminya apalagi melihat gairah itu di mata sang suami, “Apakah hal itu yang selama ini terpikir di memorimu?” Tanya Violet.
“Maafkan aku sayang. Aku tidak bisa menahannya lagi. Ayo lakukan malam pertama kita. Kau tahu bagaimana tersiksanya aku saat tidur seranjang dengan seorang wanita berstatus istri dan sah ku sentuh tapi terhalang kontrak dan janji yang kita sepakati. Aku tersiksa sayang.” Ucap Deren.
Violet tersenyum mendengar pengakuan gambling suaminya itu dan dia sebagai wanita dewasa tentu mengerti apa kebutuhan dari seorang pria dewasa seperti suaminya tapi tetap saja dia takut melakukan itu, dia takut jika mereka akan melakukan itu dan akan menimbulkan dosa. Mereka memang sudah menikah tapi suaminya itu sudah beberapa kali mengatakan akan membebaskannya, bukankah itu berarti sudah jatuh talak kepadanya, “Maaf suamiku, aku tahu apa yang kau inginkan dan aku mengerti hal itu. Bukannya aku tidak ingin memberikan hakmu tapi aku jika nanti kita melakukan itu dan ternyata kita berdosa. Kita memang sudah menikah tapi bukankah kau sudah beberapa kali mengucapkan kata akan membebaskanku. Bukankah itu termasuk kata lembut dari berpisah, itu berarti sudah jatuh talak kepadaku dan aku di haramkan untukmu. Aku takut!” ucap Violet mengutarakan ketakutannya.
Deren yang mendengar penuturan sang istri seketika paham apa maksud istrinya, dia memang sudah beberapa kali mengatakan kalimat itu walaupun dalam hatinya tidak pernah ada niatan untuk menceraikan istrinya itu tapi tetap saja hal itu sudah sama dengan menjatuhkan talak kepada istrinya. Kenapa dia tidak berpikir sampai kesana untung saja istrinya masih mengingatkannya jika tidak mungkin mereka akan berdosa, “Aku mengerti apa maksudmu sayang, baiklah kita akan melakukan akad ulang.” Ujar Deren.
__ADS_1
Violet tersenyum mendengar keputusan suaminya itu, “Maaf yaa suamiku aku harus menunda memberikan hakmu. Aku tahu kau sebagai pria dewasa tentu saja sulit menahan hasratmu itu tapi aku yakin kau pasti mampu menahannya beberapa hari lagi sampai akad kedua kita.” Ucap Violet lalu melabuhkan kecupannya di kedua pipi suaminya.
Deren kembali memeluk istrinya, “Sebenarnya aku tidak bisa menahannya lagi sayang tapi aku tidak ingin kita berbuat dosa jadi aku akan berusaha untuk menahannya sekali lagi tapi jangan harap saat kita telah melakukan akad kedua nanti kau bebas. Aku akan mengurungmu di kamar seharian.” Ucap Deren serius lalu melabuhkan kecupan di kening istrinya.
Violet yang mendengar kata seharian yang keluar dari mulut suaminya seketika bergidik ngeri. Deren yang melihat itu tersenyum, “Jangan takut sayang. Aku ini berpengalaman. Aku yakin kau akan puas nanti.” Ucap Deren frontal.
“Jangan katakan kau--”
Deren langsung mengecup bibir Violet, “Jangan berpikiran buruk. Senakal-nakalnya aku, aku tidak pernah melakukan perbuatan terkutuk itu. Aku lebih memilih mengeluarkannya di kamar mandi daripada harus menyakiti wanita di luar sana. Aku memiliki dan mommy dan ibu kandung yang melahirkan aku ke dunia ini yang harus aku jaga walau hingga kini aku tak tahu siapa ibu kandungku tapi aku tidak akan menyakiti wanita hanya karena hasratku. Namun aku sebagai pria dewasa sudah pasti sedikit tidaknya pernah melihat video seperti itu. Selain itu seorang pria itu memiliki tingkat kepekaan yang tinggi akan hal seperti itu jadi aku pastikan kau akan puas sayang.” Ucap Deren.
Violet yang awalnya terharu dengan kalimat awal suaminya melototkan mata saat mendengar kalimat terakhir suaminya, “Dasar mesum!” ucap Violet.
“Mesum kepada istri sendiri itu tidak salah sayang. Tidak ada yang melarang hal itu. Lagian itu adalah ilmu yang harus di pelajari untuk menyenangkan istri.” Balas Deren.
Violet menatap suaminya, “Mulai sekarang jangan menonton adegan seperti itu lagi. Aku melarangmu!” ucap Violet. Violet tidak ingin suaminya itu melihat hal seperti itu karena baginya adegan seperti itu hanya merusak moral.
Deren yang mendengar hal itu tersenyum, “Ternyata istriku ini sangat pencemburu yaa!” ujar Deren mencubit pipi istrinya gemas.
__ADS_1