Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
66


__ADS_3

"Aku akan menjelaskan semuanya! Beri aku kesempatan!"


"Cepat jelaskan, jangan ada yang di tutupi. Aku tidak suka kebohongan." ucap Violet menatap Deren mencoba meyakinkan hatinya bahwa ini adalah kebutuhan benar memberikan kesempatan kepada suaminya.


"Kita duduk dulu, aku janji akan menjelaskan padamu semuanya." ujar Deren.


Violet pun hanya bisa menurut karena dia memang ingin tahu apa sebenarnya alasan suaminya melakukan ini.

__ADS_1


"Cepat jelaskan! Apa maksud perkataan Eliza? " ujar Violet begitu mereka duduk berhadapan di sofa dalam ruangan itu.


"Aku akan menjelaskannya dan saat aku harap saat aku menjelaskan kau tidak memotongnya." Ucap Deren san Violet mengangguk.


Deren menghela nafasnya sebelum mulai bercerita lalu dia menatap Violet, "Seperti yang di katakan Liza bahwa dia datang untuk membantuku membuatmu cemburu dan benar dia adalah temanku. Dia juga sudah memiliki suami dan seorang anak. Alasan aku meminta bantuannya bukan bermaksud menyakitimu tapi memang benar kedatangannya berhubungan denganmu. Aku memanggilnya agar aku tahu apa perasaanmu padaku? Apakah kau menyukaiku atau tidak?" ujar Deren kembali menghela nafasnya sebelum melanjutkan penjelasannya dan Violet juga diam saja mencerna apa maksud Deren.


"Apa aku harus menjelaskan betapa aku menyesali melihatmu tenggelam hanya karena keegoisanku yang ingin melihat apakah kau cemburu atas kedatangan Eliza di pantai itu yang berakhir dengan kau menyatakan bahwa pernikahan kita terasa bagai di neraka bagimu. Sungguh aku tidak tahu bahwa ternyata kau sangat tersiksa dengan pernikahan ini. Sungguh aku menyesal telah menyeretmu dalam permasalahanku. Jika bisa di ulang dari awal aku ingin tidak memedulikanmu saat di jalan waktu pertama kali melihatmu bukan karena tidak ingin terlibat denganmu hanya saja karena tidak ingin membuatmu tersiksa dengan pernikahan kita. Tapi jujur saja aku memang egois lagi-lagi logikaku yang ingin menyesali pertemuan pertama kita kalah dengan keinginan hatiku yang memang ingin memilikimu hingga sampai saat ini aku tidak menyesali apa yang aku lakukan karena setidaknya walau hanya dalam beberapa bulan aku bisa merasakan hidup dengan wanita yang aku cintai. Yah, Vio aku mencintaimu dari awal kita bertemu hingga kini. Aku memang pengecut yang tidak berani mengungkapkan perasaanku dan lebih memilih jalan mencari tahu sendiri apakah kau juga memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak yang berakhir dengan menyakitimu. Aku memang bodoh tapi untuk kali ini aku tidak akan bodoh lagi aku akan memperbaiki semuanya. Aku akan berikan perpisahan untukmu agar kau terbebas dari pernikahan neraka ini walau dulunya setiap aku mengatakan berpisah tidak pernah terpikir olehku untuk menceraikanmu dan aku tidak pernah memiliki niat untuk mengajukan perceraian kita tapi kini aku sadar bahwa apa yang aku lakukan hanya menyakitimu. Aku akan berikan berkas perceraian kepada pengacaraku agar segera di ajukan. Aku membebaskanmu, Vio. Aku harap kau selalu bahagia." ucap Deren mencoba tersenyum.

__ADS_1


Violet yang mendengar pengakuan panjang itu hanya meneteskan air matanya karena ternyata suaminya mencintainya sedalam itu. Kenapa dia tidak sadar akan semua perlakuan suaminya selama ini yang tidak pernah bersikap kasar padanya dan selalu berusaha membuatnya nyaman. Kenapa dia tidak sadar dan menjadi bodoh hingga tidak menyadari semua itu dan hanya ingin mendengarkan pengakuan cinta dari suaminya, "Tapi aku tidak ingin berpisah." gumam Violet lirih.


Deren yang mendengar gumaman istrinya bingung dan berdiri lalu menatap Violet, "Maksudmu?" tanya Deren.


Violet menghapus air mata di pipinya dan menatap suaminya, "Aku tidak ingin bercerai." ujar Violet.


Deren yang mendengarnya kaget dan segera mendekati Violet dan berdiri di hadapan istrinya, "Tapi kau mengatakan bahwa pernikahan ini bagai di neraka. Aku tidak akan menyakitimu lagi, jangan memaksa tetap bersamaku jika kau tersiksa." ujar Deren.

__ADS_1


Violet menggeleng, "Aku bahagia hidup denganmu dan perkataan itu di sebabkan karena aku cemburu." ucap Violet lirih dan langsung menunduk malu.


__ADS_2