Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
36


__ADS_3

“Kenapa kau selalu mengatakan itu? Tidakkah ada topic lain yang lebih menarik untuk di bahas dan ingatlah kau punya hutang penjelasan padaku. Kenapa kau bisa pergi bersama mantan kekasihmu itu.” balas Deren lalu meletakkan handuk di sampingnya.


Entah kenapa Deren sangat tidak suka mendengar Violet mengungkit pernikahan kontrak mereka padahal memang itulah kenyataannya.


“Cepat ceritakan kenapa kau bisa bersama Morgan?” pinta Deren.


Violet pun menatap sekilas suaminya itu, “Apa perlu aku menjawabnya? Aku tahu kau sudah mengetahui semuanya. Aku yakin bodyguardmu itu pasti sudah melaporkan semunya jadi gak ada gunanya aku menceritakannya pada orang yang sudah tahu karena yang ada aku membuang waktu dan hanya membuat mulutku ini lelah saja.” jawab Violet lalu dia mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.


Deren pun menghela nafasnya kasar karena entah kenapa moodnya hari ini tiba-tiba berubah kesal mendengar ucapan Violet tadi padahal dia sengaja tidak pergi ke perusahaan hanya untuk menemani Violet agar tidak sendiri di rumah karena Carra sibuk dengan skripsinya sementara mommy Grysia dia sedang mencari udara segar dengan di temani oleh beberapa pelayan dan bodyguard.


“Aku memang sudah tahu tapi aku ingin mendengar cerita versimu.” Ujar Deren.


Violet berbalik memandang suaminya yang kira-kira jarak mereka sekitar 4 meter itu, “Apa yang harus aku katakan? Bukankah kau sudah memukulinya, bukankah kau sudah melampiaskan kekesalanmu? Jadi gak ada gunanya aku menjelaskan cerita versiku karena aku yakin kau tidak akan mendengarnya.” Ucap Violet.


“Bagaimana kau tahu aku tidak akan mendengarkan ceritamu? Kau selalu berpikiran buruk tentangku? Apa aku hanyalah sekedar suami kontrak saja untukmu?” ujar Deren.


“Yah kau benar, hubungan kita hanyalah kontrak saja dan ingatlah jangan melewati batas masing-masing. Kita sudah sepakat sebelumnya untuk tidak ikut campur masalah masing-masing tapi kau selalu saja mencampuri urusanku dengan mengirim bodyguard untuk mengawasiku seolah kau tidak mempercayaiku dan akan lari dengan mantan kekasihku ataupun pria lain. Aku akui dia salah karena mencoba menjebakku tapi ini adalah masalah pribadiku, aku sangat berterima kasih kau datang menolongku tapi aku tidak suka tindakanmu yang semena-mena begitu saja dan selalu membuat keputusan untuk diriku.” jawab Violet.


“Aku semena-mena? Yah aku akui aku salah karena sudah memukulnya tapi apa kau pikir ada seorang suami yang rela jika istrinya ingin di jebak? Aku yakin semua suami di dunia ini pasti akan melindungi istrinya dan soal bodyguard yang selalu mengikutimu, itu kulakukan untuk melindungimu. Pernikahan kita mungkin belum di publikasikan tapi tidak menutup kemungkinan informasi aku telah menikah akan bocor dan jika mereka mengetahui kau adalah istriku aku takut kau akan menjadi sasaran pesaing bisnisku.” Ucap Deren mencoba bicara lembut karena sejujurnya egonya pun terluka mendengar penuturan Violet.


“Hahha,, terima kasih atas perhatianmu tapi aku gak membutuhkannya. Aku malas berdebat denganmu, lebih baik aku pergi menenangkan diriku saja.” ucap Violet berdiri untuk mengambil tasnya sebelum dia keluar karena sejujurnya entah kenapa dia melihat wajah Deren bawaannya ingin marah saja tapi mungkin di pengaruhi oleh hormonnya karena dia baru saja kedatangan tamu bulanannya.

__ADS_1


Deren yang melihat Violet kembali dengan tasnya pun segera berdiri mendekati Violet dan mencekal tanagnnya, “Kau ingin kemana? Biar aku antar!” ucap Deren.


“Gak usah aku bisa pergi sendiri. Aku tidak ingin menunda pekerjaan dan waktumu yang bisa kau gunakan untuk menghasilkan miliran dollar itu. Lepaskan aku!” ujar Violet sambil melepaskan genggaman tangan Deren.


“Baiklah kau bisa pergi tapi beritahu aku kau ingin kemana agar nanti jika mommy dan Carra bertanya aku bisa menjawabnya.” Ucap Deren.


“Aku tidak ingin memberitahukan padamu tujuanku dan aku minta kau jangan menyuruh bodyguardmu itu mengikutiku dan mengawasiku karena aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku akan meminta izin sendiri kepada mommy. Aku tidak butuh kau untuk mengkhawatirkanku dan jangan pernah membuat keputusan untukku lagi karena aku tidak menyukainya. Aku adalah anak pertama yang terbiasa memutuskan sendiri jadi biarkan aku tetap melakukannya. Aku tidak ingin kehilangan kendali diriku.” Ucap Violet.


“Ada apa sebenarnya denganmu? Kenapa kau selalu mengatakan sesuatu yang membuatku kesal? Apa aku melakukan kesalahan padamu? Aku akui bahwa apa yang kulakukan selama ini memang tanpa kau ketahui tapi semua itu kulakukan untuk melindungi orang terdekatku. Tidak bisakah kau memaafkannya?” tanya Deren frustasi.


“Maaf aku bukanlah orang yang memiliki banyak stok maaf. Aku lebih baik pergi dulu dari sini untuk menenangkan diriku dan setelah aku bisa menerima semuanya aku akan kembali.” Ucap Violet membuka pintu kamar itu.


“Baiklah terserah dirimu. Jika kau memang ingin pergi, pergilah! Mulai sekarang aku tidak akan memedulikanmu lagi.” Ucap Deren terlampau kesal.


“Kenapa kau membuatku kesal Vio? Aku tidak suka diriku yang seperti ini? Kenapa kau tidak bisa mengerti aku? Aku sudah terbiasa mengendalikan semua orang? Violet kau keterlaluan. Sudahlah biarkan saja dia pergi.” ucap Deren lalu kembali ke kursi sofa.


Setelah 15 menit berlalu entah kenapa Violet ada dalam pikirannya dan dia tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya. Dia pun memutuskan menelpon bodyguard yang biasa mengikuti Violet.


“Halo, apa kau tahu di mana nyonya berada?” tanya Deren.


“Nyonya? Maksud anda nyonya muda?” tanya balik bodyguarnya itu.

__ADS_1


“Iya istri saya. Kau mengikutinya kan?” tanya Deren mulai memikirkan yang tidak-tidak.


“Emm tuan saya pikir nyonya hari ini tidak akan pergi kemana-mana karena tuan juga tidak pergi jadi saya gak tahu nyonya pergi karena saya juga tidak melihat dia pergi.” jawab bodyguardnya itu.


Deren pun menggenggam ponselnya kesal, “Yaa sudah segera cek vespanya dan cari tahu dia pergi kemana. Dia pergi mungkin sekitar 15 menit yang lalu.” Ucap Deren lalu segera memutuskan sambungan telepon itu dan segera berlari keluar kamar menuju lantai bawah sambil terus menelpon ponsel Violet yang ternyata tidak aktif.


“Violet ada apa denganmu? Jawablah!” ucap Deren frustasi dan segera bertanya kepada bodyguard yang tadi dia telepon untuk melihat vespa sang istri.


“Bagaimana?” tanya Deren.


“Vespa nyonya ada di depan tuan dan saya juga sudah bertanya kepada penjaga gerbang di depan tidak melihat nyonya keluar.” Jawab bodyguard itu.


“Ahh kalian carilah di seluruh mansion dulu.” Perintah Deren tapi sayang Violet tidak terlihat di manapun.


“Pergi kemana dia? Apa dia pergi menjenguk mantan kekasihnya itu atau dia pergi mengunjungi ibu?” tanya Deren pada dirinya lalu dia segera menelpon ibu mertuanya tapi sayang Violet tidak ada disana hingga membuatnya menyuruh bodyguardnya untuk mencari di rumah sakit tempat di mana Morgan di rawat.


Sekitar 10 menit dia masih menelpon nomor Violet tapi tetap saja hanya suara operator yang menjawab hingga dia menerima telepon dari pelayan mommynya, dengan cepat dia segera menjawabnya, “Ada apa?” tanya Deren.


*


*

__ADS_1


Maaf atas kesalahan up-nya yanh double🙏🏻🙏🏻


__ADS_2