
Kini mobil yang membawa Violet dan Deren memasuki mansion dan begitu masuk ke dalam keduanya di sambut oleh seluruh penghuni Mansion dan di sana juga ada Carra, Edgar dan Ibu Anggi, “Selamat datang kembali di mansion tuan, nyonya!” ucap para maid dan bodyguard.
Violet terharu akan hal itu segera mengucapkan terima kasih lalu berlari kepada sang ibu yang tersenyum menyambutnya. Violet segera berhambur ke pelukan ibunya, “Aku merindukanmu bu.” Ucap Violet lalu menciumi seluruh wajah ibunya.
“Ibu juga merindukanmu nak. Selamat datang kembali.” Ucap ibu Anggi.
Setelah puas memeluk ibunya dia beralih memeluk Carra, “Selamat datang kembali kakak ipar.” Ucap Carra. Violet mengangguk lalu melepas pelukannya dan beralih menatap adik laki-lakinya.
Edgar hendak memeluk Violet tapi segera di tahan oleh Deren, “Jangan pernah berpikir untuk memeluk istriku.” Ucap Deren tajam.
Edgar hanya memutar bola matanya malas karena sepertinya keposesifan kakak iparnya itu sedang mode on, “Ouh ayolah kakak ipar aku ini adiknya.” Ucap Edgar yang memang merindukan kakaknya itu.
“Apapun kau dan statusmu, kau tetap tidak boleh memeluk istriku.” Balas Deren.
Edgar hanya menghela nafasnya, Violet yang melihat itu juga ikut menghela nafasnya, “Sudah sana suamiku, Edgar itu adikku jadi dia bisa memelukku. Sudah jangan cemburu.” Ucap Violet mengusir Deren yang menghalanginya dan Edgar. Violet segera mendekati adiknya dan memeluk adiknya itu.
Edgar tersenyum menatap Deren seolah-olah meledek kakak iparnya itu, “Selamat datang kembali kak, aku merindukanmu.” Ucap Edgar berbisik.
__ADS_1
Violet tersenyum, “Kakak juga merindukanmu dan Carra.” ucap Violet melepas pelukannya dan menatap adik iparnya juga.
Begitu Violet melepas pelukannya dari Edgar, Deren langsung mendorong Edgar pelan menjauh dari sang istri lalu menarik Violet ke pelukannya.
Edgar dan Carra hanya bisa menggelengkan kepala melihat keposesifan Deren terhadap Violet. Ibu Anggi yang melihat itu hanya tersenyum karena melihat kebahagiaan di mata putri dan menantunya, “Sudah-sudah lebih baik kita makan dulu, ibu sudah memasak untuk kalian nanti setelah makan kalian istirahatlah, kalian pasti lelah.” Ucap ibu Anggi.
Ke empat orang yang lain langsung menyetujui ucapan ibu Anggi lalu mereka semua segera menuju meja makan dan menikmati hidangan yang ibu Anggi buat untuk menyambut Violet dan Deren itu dengan nikmat dan damai.
***
Keesokkan harinya, Deren langsung bersiap menuju perusahaan karena memang ada rapat penting yang harus dia hadiri. Sebenarnya dia masih ingin melakukan cuti sehari lagi namun sepertinya perusahaan terlalu merindukannya hingga memaksanya untuk datang karena rapat memang tidak bisa di tunda, “Maaf yaa sayang hari ini aku harus segera bekerja, sebenarnya aku masih ingin cuti hari ini untuk menemanimu. Maaf yaa!” ucap Deren saat sang istri membantunya memasangkan dasi.
Deren langsung mengecup kening sang istri, “Tenang saja aku hanya akan menghadiri rapat itu lalu pulang untuk istirahat.” Balas Deren.
Violet pun hanya mengangguk lalu segera mengambilkan tas kerja milik sang suami setelah memastikan penampilan suaminya itu sempurna dan perfect, “Aku akan menyusul ke perusahaan. Apa bisa?” tanya Violet.
Deren yang mendengar pertanyaan sang istri tersenyum lalu kembali menarik istrinya itu dalam dekapannya, “Kenapa bertanya, kau itu adalah istriku jadi bisa kapan saja datang kesana. Aku akan menjemputmu nanti.” Ucap Deren.
__ADS_1
Violet menggeleng, “Aku akan datang bersama Doni saja suamiku, jangan cemburu dia itu hanya bodyguardku, aku tidak ingin kau kelelahan karena harus bolak balik menjemputku.” Ucap Violet.
Deren pun hanya bisa mengangguk menyetujuinya lalu setelah itu keduanya turun ke bawah sambil bergandengan tangan. Violet mengantar sang suami sampai naik mobilnya dan melambai ke arah sang suami sampai mobilnya menghilang di balik pintu gerbang mansion itu. Setelah memastikan sang suami pergi dia masuk ke dalam Mansion kembali bingung mau melakukan apa karena dia memang masih mengajukan cuti. Pada akhirnya Violet pun bermalas-malasan di ruang keluarga sambil menonton tv dan camilan di depannya.
***
Sementara di sisi lain di sebuah kediaman yang tergolong mewah ada pertengkaran besar yang terjadi antara sepasang suami istri, “Kenapa kau tidak pernah bisa mencintaiku? Kenapa kau hanya mencintai wanita murahan itu?” teriak seorang wanita.
Pria yang mendengar itu pun tidak kalah garangnya, “Siapa yang kau begitu? Hah? Dia atau dirimu? Ingat aku mendapatimu tidak lagi suci entah siapa yang sudah mengambilnya darimu sedangkan dia gadis yang kau sebut dengan murahan itu dia sangatlah suci selama kami berhubungan kami hanya pegangan tangan. Jadi jangan coba-coba memancing emosiku dengan menyebutnya begitu. Jangan salahkan aku kenapa aku tidak bisa mencintaimu karena asal kau tahu setiap aku melihatmu aku hanya mengingatmu sebagai wanita perusak hubunganku dengannya. Kau yang memaksa hingga pernikahan kita ini terjadi jadi jangan sesali jika aku tidak bisa memberikanmu cinta.” Balas Morgan. Yah pasangan suami istri itu adalah Morgan dan Siska.
Siska tertawa mengejek, “Aku? Aku yang merusak hubunganmu? Asal kau tahu saja ibumulah yang merusak hubunganmu dengannya karena dia tidak selevel dengan kita? Dia jugalah yang ingin menikahkan kita karena perusahaan kalian yang di ambang kebangkrutan. Aku bisa saja meminta orang tuaku untuk menarik investasi yang mereka berikan ke perusahaan kalian. Ingat itu Morgan, aku bisa membuatmu hidup bagai di jalanan. Jadi cobalah mencintaimu dan lupakan dia? Ingat juga dia sudah menikah.” Ucap Siska.
“Aku muak dengan ini. Jangan coba-coba mengancamku dengan uang atau perusahaan karena sejak awal aku memang tidak menginginkannya. Aku tidak takut hidup di jalanan Siska, tarik saja investasi yang orang tuamu berikan pada perusahaan. Aku tidak peduli.” Ucap Morgan berlalu pergi keluar dan saat di pintu dia bertemu dengan sang mami tapi dia mengabaikannya dan justru segera menaiki mobilnya dan melajukannya entah kemana.
Nyonya Carlos segera masuk menemui menantunya yang sedang menunduk menangis, “Siska!” panggilnya.
Siska menengadah, “Apa sekarang anda puas telah menghancurkan hidupku nyonya? Aku dulu tidak ingin menerima bantuan kalian untuk menggapai cintaku tapi kau memberiku harapan setinggi langit hingga aku rela melakukan ini. Apa kau puas melihat hidupku seperti ini? Memiliki suami yang tidak mencintaiku sama sekali dan justru mencintai wanita lain di hatinya. Aku muak dengan semua ini.” ucap Siska menangis. Dia memang dulunya mencintai Morgan dalam diam tapi orang tua Morgan terutama nyonya Carlos mengetahui perasaannya itu hingga membujuknya untuk meraih cinta Morgan. Nyonya Carlos memberinya harapan besar hingga dia pun mau di ajak untuk melakukan kejahatan dengan memisahkan sepasang kekasih dan juga meminta papinya untuk menyelamatkan perusahaan Carlos yang di ambang kehancuran.
__ADS_1
Nyonya Carlos yang melihat keadaan Siska merasa bersalah, “Maaf nak!” ucapnya.