Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
92


__ADS_3

"Sayang, aku tahu kita sudah menikah dan lamaran ini sangatlah terlambat tapi aku ingin tetap memberikan momen ini untukmu agar kau nanti bisa menceritakan kepada anak-anak kita atau temanmu tentang momen lamaran kita. Bukan kau hanya akan mengingat momen lamaran dadakan yang aku lakukan di rumah sakit. Aku harap walau ini terlambat kau tetap menyukainya sayang." ujar Deren.


"Sayang, aku adalah pria yang memiliki banyak kekurangan tapi aku harap kau bisa melengkapi kekurangan itu dan menerima semua keposesifanku. Aku mencintaimu dan kau harus mau menikah denganku." lanjut Deren.


Violet tersenyum mendengar ucapan suaminya itu, "Apakah ini menyatakan kau tidak membutuhkan jawaban atau persetujuanku?" tanya Violet.


Deren menggeleng, "Ya karena mau atau pun tidak kau tetap harus menikah denganku." balas Deren.


"Dasar pemaksaan." ucap Violet segera meraih bahu sang suami dan membantunya berdiri.


Violet segera memeluk suaminya erat, "Tanpa kau minta pun jawabanku sama. Aku siap menikah denganmu dan siap menerima semua kekuranganmu. Siap dengan semua konsekuensi yang akan aku hadapi nanti menjadi istriku karena aku mencintaimu suamiku. Aku harap juga kau menerima semua kekurangan dan kelebihanku dan terima kasih atas kejutan lamaran ini. Lamaran yang tidak pernah aku bayangkan karena bagiku walau lamaran kita dulu terjadi di rumah sakit tapi itu sangat berkesan untukku tapi jujur aku juga sangat menyukai lamaran ini. Lamaran yang sangat indah yang hanya ada dalam impianku tapi kau mewujudkan. Aku pasti adalah perempuan yang sangat bahagia karena mempunyai lamaran yang indah ini. Terima kasih suamiku. Aku mencintaimu." bisik Violet lembut.


Deren tersenyum mendengar jawaban sang istri dan semakin mengeratkan pelukannya, "I Love You More Honey. Aku juga sangat mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu." Bisik Deren.


Setelah cukup lama berpelukan akhirnya pelukan itu terlepas dan Deren segera memperbaiki rambut sang istri yang sedikit berantakan, "Apa sudah siap dengan kejutan selanjutnya sayang?" tanya Deren tersenyum.


Violet yang mendengar itu bingung, "Apa masih ada kejutan lain?" Tanya Violet.


Deren tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu, "Tentu saja sayang." jawab Deren.


Setelah selesai Deren menjawab langsung saja menyala lampu di sudut rooftop itu dan kini terlihatlah di sana ada sebuah helikopter yang di dalamnya sudah ada pilotnya. Violet hanya menganga karena lagi-lagi dia kaget dengan kejutan sang suami yang masih tidak menyangka dengan semua ini, "Ayo sayang kita naik itu." Ucap Deren segera menggandeng Violet mendekat ke helikopter.


Deren segera membantu Violet naik dan memasang sabuk pengaman. Setelah memastikan semuanya sudah siap Deren segera menggenggam tangan sang istri dan helikopter itu segera lepas landas dan kini mulai meninggalkan rooftop mansion. Violet tersenyum melihat keindahan kota itu dari atas helikopter, "Suamiku, ini sangat indah. Aku menyukainya. Terima kasih." bisik Violet.

__ADS_1


"Jangan berterima kasih sayang karena memastikan kebahagiaanmu adalah kewajibanku. Kebahagianmu adalah prioritas utamaku." ucap Deren.


Sekitar 15 menit mereka mengudara akhirnya helikopter itu landing di rooftop sebuah hotel mewah yang tentu saja hotel itu adalah hotel milik Robert Group yang di kelola oleh Carra.


Dan seperti di rooftop mansion yang di hiasi lilin, rooftop hotel ini juga sama dan ada meja di tengah lilin itu. Deren dan Violet segera turun dari helikopter dan Deren segera menggandeng Violet menuju meja yang sudah tersedia di sana.


Deren segera menarik kursi untuk sang istri lalu dia duduk di kursi yang di hadapan sang istri. Setelah itu dia segera mengeluarkan cincin berlian kecil yang sangat sesuai dengan karakter Violet yang tidak menyukai berlian besar tapi percayalah cincin berlian itu walau kecil tapi harganya sangat fantastik. Deren segera memakaikannya di jari istrinya, "Suamiku, lama-lama jariku ini akan penuh dengan cincin." ucap Violet.


"Gak apa-apa sayang. Mereka semakin cantik ketika berada di jarimu." ucap Deren


"Dasar gombal." timpal Violet.


"Aku gak menggombal sayang tapi aku bicara kenyataannya." Ujar Deren.


"Kita kesini mau apa suamiku?" lanjut Violet.


"Tentu saja dinner sayang karena lamaran itu tidak akan sempurna tanpa dinner." jawab Deren yang tidak lama kemudian sudah ada pelayan hotel yang mengantar makanan untuk mereka.


Dan inilah mereka pasangan itu menikmati dinner mereka di rooftop dengan menikmati pemandangan kota yang indah yang di sertai angin malam yang lembut.


Setelah seluruh rangkaian lamaran itu selesai, seperti perkataan Deren mereka segera kembali ke rumah Violet.


***

__ADS_1


Keesokkan paginya seperti biasa Deren dan Violet berangkat bersama menuju tempat kerja masing-masing dan entah kenapa kedua orang itu belum juga mengajukan cuti padahal pernikahan mereka akan di lakukan besok. Deren dan Violet bercengrama selama di perjalanan. Membahas tentang pernikahan mereka hingga tidak terasa sudah tiba di sekolah Violet dan seperti biasa Violet sebelum turun dari mobil suaminya berpamitan dulu dengan menyalami dan mencium tangan suaminya dan Deren membalasnya dengan memberi kecupan di keningnya.


Setelah melakukan itu Violet segera turun dengan di bantu sang suami membukakan pintu. Lalu dia segera masuk ke halaman sekolah dan menyadari tatapan berbeda dari seluruh guru yang mengajar di TK itu. Violet mencoba untuk tidak memperdulikannya hingga ada tangan kecil yang menggenggam Violet.


Violet segera menunduk di hadapan anak didiknya itu, anak didik yang sangat dekat dengannya karena biasanya dialah yang paling terakhir di jemput oleh orang tua dan bodyguardnya, "Ada apa sayang?" Tanya Violet lembut menatap gadis kecil itu.


"Ibu Vio selamat menikah." ucapnya tersenyum.


Violet yang mendengar itu kaget, "Kamu tahu dari mana sayang?" tanya Violet.


Gadis kecil itu segera mengeluarkan sebuah undangan, "Kemarin ada yang datang ke rumah Cally dan menyerahkan undangan ini. Ibu Vio, Cally sangat senang karena ibu Vio akan menikah dengan om tampan." ujar Cally. Yah, Deren mengundang gadis kecil itu, gadis kecil yang hampir di tabraknya yang pada akhirnya membawanya bertemu dengan sang istri. Deren ingin semua orang yang terlibat dalan mempertemukannya dengan sang istri ikut dalam pesta pernikahannya.


"Terima kasih sayang. Ini mungkin berkat doa Cally juga hingga ibu Vio berjodoh dengan om tampan itu." ujar Violet.


Lalu tanpa di sadari Violet para staf dewan guru TK itu berkumpul mengelilinginya, "Selamat Vio untuk pernikahanmu. Kami tidak menyangka kau akan menikah dengan pengusaha nomor satu di negara ini." ucap kepala sekolah TK itu.


"Terima kasih bu." jawab Violet.


"Jadi berita yang ramai kemarin itu ternyata dirimu Vio. Kaulah calon istrinya." ucap guru yang mengajar kelas C.


"Sepertinya yang beberapa hari ini mengantarmu adalah tuan Deren yaa." Timpal guru yang mengajar kelas A.


Semua guru di sekolah itu mengucap selamat untuknya, tidak ada yang iri dengannya dan justru ikut bahagia. Mereka memberi selamat kepada Vio dengan tulus, "Terima kasih para ibu guru. Saya harap kalian bisa datang." ucap Violet ramah yang di balas mereka dengan anggukkan. Sudah tentu mereka ingin melihat pernikahan yang sepertinya akan menjadi pernikahan termegah itu.

__ADS_1


__ADS_2