
Tepat pukul sepuluh kelima orang itu keluar dan memutuskan untuk jalan-jalan. Setelah sholat subuh mereka istirahat terlebih dahulu sebelum menikmati waktu jalan-jalan akibatnya mereka baru bisa jalan-jalan pada pukul begini.
Mereka segera naik mobil dan ibu Anggi tentu saja ikut dengan Deren dan Violet. Tujuan jalan-jalan mereka kali ini yaitu Jungfraujoch karena Violet dan Carra ingin main salju. Sekitar tiga puluh menit kemudian mereka tiba di sana dan langsung saja membeli tiket untuk masuk. Edgar, Carra, Violet dan Deren sudah siap bermain ski. Mereka memakai pakaian ski dan sudah siap dengan peralatan ski. Kedua pasangan itu menikmati bermain ski, ibu Anggi hanya mengabadikan kedua pasang anaknya itu dalam ponselnya.
Setelah lelah bermain ski mereka beristirahat lalu tinggal mengambil foto di sana. Setelah puas berkeliling di gunung itu mereka kembali ke hotel.
Singkat cerita tidak terasa waktu seminggu untuk berbulan madu sekalian berlibur bersama sudah selesai dan kini waktunya untuk kembali ke negara sendiri. Hampir semua destinasi di Swiss mereka datangi selama seminggu ini mulai Jongfraujoch, gunung Matterhorn, air terjun Rhine, jembatan Kapel, danau Thun, danau Luzern, kota tua Bern, Kastil Chillon, danau Zurich dan lain sebagainya.
Violet puas berjalan-jalan menikmati negara yang menjadi impiannya itu jika harus pergi keluar negeri dan impian itu terwujud. Dia datang ke negara ini tidak sendiri bersama suaminya.
Selain berjalan-jalan menikmati destinasi wisata di negara itu tentu saja kedua pasangan suami istri itu melakukan kegiatan menyicil untuk penciptaan generasi mereka selanjutnya.
Kini mereka berlima sudah ada di dalam pesawat yang akan membawa mereka kembali pulang menuju negara mereka. Tidak lama pesawat itu pun lepas landas dan mulai meninggalkan negara yang sudah memberikan kenangan untuk mereka.
Kurang lebih 18 jam kemudian akhirnya mereka tiba dan menginjakkan kaki mereka di tanah air tercinta telat pukul sembilan lagi.
Mereka di jemput oleh asisten masing-masing. Deren dan Violet di jemput oleh Doni sementara Edgar dan Carra di jemput oleh Karan. Kedua mobil itu segera pergi meninggalkan bandara dan menuju mansion.
Sekitar kurang lebih setengah jam kemudian mereka tiba di mansion yang langsung di sambut oleh penghuni mansion. Kelima orang itu karena lelah dalam perjalanan dan ibu Anggi mengalami jet lag maka setelah makan mereka segera beristirahat.
__ADS_1
***
Seminggu berlalu dengan sangat cepat dan semua aktivitas kembali berjalan normal seperti biasanya. Edgar dan Carra tiga hari yang lalu mereka memutuskan pindah ke rumah yang sudah Edgar beli sebelumnya walau tidak sebesar dan tidak semewah mansion Robert tapi Carra menyukainya rumahnya itu. Dia menikmati perannya sebagai istri baru.
Seperti Deren dan Violet yang selalu berangkat dan pulang bersama dari mansion ke kantor begitu juga yang terjadi dengan Edgar dan Carra mereka juga berangkat dan pulang bersama menuju kantor dan balik lagi ke rumah. Kedua pasangan suami istri itu menikmati waktu mereka dengan baik.
Sementara ibu Anggi dia tetap memutuskan tinggal di rumah peninggalan sang suami padahal baik Violet maupun Edgar sudah mengajaknya untuk tinggal bersama bahkan Carra dan Deren juga tidak mempermasalahkannya tapi ibu Anggi tetap menolak dan memilih tinggal di rumah peninggalan sang suami dengan alasan dia tidak ingin kehilangan momen suaminya.
Violet dan Edgar pun hanya bisa menuruti keinginan ibu mereka itu tapi keduanya memutuskan ada maid yang akan tinggal bersama ibu mereka dan hal itu tidak boleh di tolak oleh ibu Anggi. Pada akhirnya ibu Anggi pun menerima saja keputusan kedua anaknya dan kedua menantunya itu. Dia tetap tinggal di rumah peninggalan sang suami dengan di temani salah satu maid.
***
Violet tiba di ruangan suaminya bertepatan dengan sang suami yang juga baru saja menyelesaikan rapatnya. Deren segera mendekati istrinya dan merangkulnya masuk ke ruangannya, "Max, laporan hasil rapat hari ini aku mau selesai sore ini." ucap Deren sebelum masuk ke ruangannya.
Max pun segera mengangguk dan berlalu menuju ruangannya untuk memeriksa laporan hasil rapat sebelum nanti di serahkan kepada Deren.
Violet dan Deren segera masuk ke ruangan mereka begitu Deren selesai mengatakan apa permintaannya kepada Max. Doni dan Arini juga kembali ke tempat mereka masing-masing begitu Deren dan Violet masuk ke ruangan mereka.
Violet dan Deren segera duduk di kursi kerja masing-masing dan focus ke dokumen masing-masing. Setelah jam menunjukkan waktu makan siang keduanya menghentikan pekerjaan dan makan siang serta sholat.
__ADS_1
Setelah makan siang Deren kembali melanjutkan pekerjaannya tapi Violet justru mengambil tasnya dan mendekati sang suami, “Mas, aku izin ke mall yaa. Aku ingin membeli sesuatu di mall.” Ucap Violet.
Deren yang mendengar itu segera menghentikan pekerjaannya dan menatap sang istri, “Mau membeli apa di mall?” Tanya Deren.
“Pokoknya ada deh. Ini rahasia. Please yaa bolehin!” mohon Violet.
Deren yang melihat itu pun tersenyum lalu mengangguk karena ini pertama kalinya istrinya itu izin ke mall, “Mas ikut.” Ucap Deren.
“Iss gak usah. Aku mau pergi bareng Arini saja. Aku bukan gak mau mengajak mas tapi aku yakin mas akan bosan nanti menunggu perempuan belanja. Mas kan tahu jika perempuan itu belanja sangat berbeda dengan laki-laki belanja. Jadi izinkan istriku ini pergi ke mall bareng Arini saja yaa. Please, ini pertama dan terakhir kalinya deh.” Ucap Violet memohon.
Deren tersenyum lalu mengecup bibir istrinya sekilas, “Iss gemas banget sih. Baiklah boleh pergi bareng mereka tapi mas akan jemput nanti di sana lalu kita pulang bareng. Tunggu mas di sana. Okay.” Ucap Deren.
Violet pun mengangguk, “Terima kasih honey.” Ucap Violet lalu mengecup bibir suaminya itu sekilas juga.
“Sayang, kurang lama.” Ucap Deren.
Violet tertawa mendengar itu lalu dia pun kembali mengecup bibir sang suami lebih lama dari yang tadi tapi hendak dia lepaskan langsung di tahan oleh Deren dan Deren langsung memperdalam ciuman itu. Sekitar dua menit berciuman akhirnya adegan itu selesai dengan di akhiri kecupan di kening Violet, “Hati-hati di jalan sayang.” Ucap Deren.
Violet pun mengangguk lalu dia segera menyalami sang suami dan mengecup pipi suaminya sekilas dan berlari keluar setelah itu. Deren yang melihat itu hanya tersenyum gemas. Istrinya itu kadang menjadi sosok dewasa tapi kadang bisa manja juga dan Deren menyukai semua sifat istrinya itu.
__ADS_1
Akhirnya Violet pergi ke mall dengan di temani oleh Arini dan Doni tentunya sebagai bodyguard dan supir mereka.