
Setelah sekitar setengah jam Violet dan Mommy Grysia melihat matahari terbit dan kini matahari itu sudah terbit seluruhnya hingga keduanya memutuskan untuk kembali masuk ke dalam.
“Mom, apa mommy langsung sarapan atau mandi dulu?” tanya Violet.
“Mommy mandi dulu deh sayang. Lebih baik kamu segera urus suamimu agar dia tidak akan merajuk.” Balas Mommy Grysia.
Violet pun mengangguk lalu segera mengantar ibu mertuanya itu kembali ke kamarnya.
“Mbak, apa tuan belum turun?” tanya Violet begitu keluar dari kamar ibu mertuanya kepada maid yang sedang menyapu di ruang keluarga.
“Emm,, tadi tuan sudah keluar nyonya.” Jawab maid itu.
“Keluar? Tapi kemana? Apa mbak melihat ke mana tuan muda pergi?” tanya Violet lagi.
“Loh tadi tuan muda menanyakan nyonya dan nyonya besar di mana lalu saya menjawab bahwa nyonya dan nyonya besar ada di taman dan saya juga melihat tuan menuju kesana. Apa tuan tidak datang?” tanya maid itu yang ternyata maid yang sama saat tadi Deren bertanya.
Violet menggeleng, “Gak ada tuh. Apa tuan muda sudah berpakaian rapi?” tanya Violet.
Maid itu menggeleng, “Lalu kemana dia? Apa di ruang kerjanya atau lagi ngegym?” tebak Violet pada dirinya sendiri.
“Ohiya terima kasih yaa mbak. Saya mau mencari suami saya dulu.” Izin Violet segera menuju ruang gym di mana biasa sang suami berolahraga jika pagi.
Tidak lama kemudian dia sampai di ruang gym tapi sayang dia tidak menemukan suaminya itu berada, “Kok gak ada sih? Apa dia di ruang kerjanya?” tanya Violet lagi.
Sementara Deren yang baru saja keluar dari kamar utama mereka karena tadi menerima telepon pun melihat Violet berada di depan pintu ruang gym sambil kebingungan, “Sedang apa dia di sana?” gumam Deren lalu mendekati Violet.
“Sedang apa kamu di sini?” tanya Deren tiba-tiba dari belakang Violet sehingga membuat wanita itu melonjak kaget.
__ADS_1
“Huft,, bisa gak sih kalau jalan ada suaranya? Membuat jantungan saja.” ucap Violet sambil mengelus dadanya.
Deren pun hanya mengangkat bahunya cuek, “Kamu belum jawab pertanyaan saya loh? Sedang apa kamu di sini? Apa kamu ingin ngegym?” tanya Deren.
Violet pun segera tersadar begitu mendengar pertanyaan sang suami, “Emm,, tadi aku mencarimu.” Jawab Violet jujur.
Deren pun tersenyum mendengar jawaban istrinya itu lalu dia pun segera mendekat ke arah Violet mengikis jarak di antara mereka hingga Violet pun akhirnya mundur dan tersudut di tembok, “Mencariku? Ada apa? Apa istriku ini begitu merindukanku walau baru 30 menit yang lalu tidak melihatku?” tanya Deren dengan senyum menggoda sambil menatap wajah Violet yang tengah menunduk.
Violet tetap saja diam dan menunduk, Deren yang melihat itu segera mengangkat dagu sang istri dengan jarinya agar mereka bisa bertatapan, “Ada apa? Kenapa mencariku?” tanya Deren masih dengan senyuman menggoda.
“I-itu sebenarnya tadi aku di suruh oleh mommy. Awas aku mau mandi.” Ucap Violet mencoba melepaskan kungkungan suaminya itu.
“Mandi? Baiklah kalau begitu ayo kita mandi bersama. Aku juga belum mandi.” Balas Deren.
“Ouh ayolah Deren jangan begini. Saya tidak jadi mandi lebih sana kau lebih dulu mandi saya akan menyiapkan sarapan dulu.” Ucap Violet lalu segera mendorong Deren dengan keras lalu segera berlari dari sana meninggalkan Deren yang tersenyum.
“Kau sangat menggemaskan!” gumam Deren memandang punggung Violet yang menghilang di balik tangga. Setelah itu Deren segera menuju kamar kembali untuk mandi karena dia harus menghadiri meeting penting hari ini.
***
Mommy Grysia pun selalu terpantau perkembangannya karena Violet selalu memastikan ibu mertuanya itu baik-baik saja.
“Ibu Vio kami pulang. Wassalamu’alaikum.” Salam salah satu murid Violet yang terakhir di jemput oleh orang tuanya.
“Walaikumsalam, hati-hati sayang.” balas Violet.
Setelah memastikan seluruh anak didiknya pulang dia pun segera menuju motor vespanya. Yah, Violet walaupun sudah menikah dengan Deren dan Mommy Grysia menyarakan Violet agar di antar supir saja menggunakan mobil tapi bukan Violet namanya jika tidak bisa membujuk agar di izinkan untuk tetap menggunakan vespanya sebagai kenderaannya untuk ke sekolah mengajar.
__ADS_1
Selain itu juga Violet tidak ingin jika nanti dia menggunakan fasilitas yang dia dapat dari suaminya lalu bagaimana jika nanti mereka berpisah. Itu juga menjadi alasan terbesar Violet untuk tidak menggunakan fasilitas sang suami.
Violet segera menaiki vespanya tapi saat dia akan menjalankan vespanya ada yang menahan vespanya itu dari belakang. Violet pun segera menengok ke belakang, “Kau?” tanya Violet kaget memandang siapa laki-laki itu.
“Viola kita bertemu lagi.” Balas Morgan tersenyum.
Violet pun segera turun, “Apa maumu lagi kali ini? Apa untuk minta maaf lagi? Bukankah aku sudah memaafkanmu ketika di taman waktu itu?” tanya Violet beruntun pasalnya dia malas menghadapi mantan kekasihnya itu yang tiba-tiba muncul lagi setelah sebulan lebih menghilang bagai di telan bumi lalu kini dia muncul lagi tanpa di undang.
“A-aku kesini hanya ingin memberikan sesuatu untukmu sebagai hadiah perpisahan.” Ujar Morgan menatap Violet dalam.
“Hadiah perpisahan? Bukankah kita memang sudah berpisah sejak tiga tahun lalu jadi aku tidak butuh hadiah apapun darimu. Lebih baik kau memberikan hal itu kepada tunanganmu.” Balas Violet segera berbalik berniat untuk segera pergi dari sana.
Tapi lagi-lagi Morgan menahannya, “Aku mohon Viola em maksudku Violet jika memang kau sudah memaafkanku setidaknya terimalah hadiah dariku ini. Aku janji setelah ini aku tidak akan muncul lagi di hadapanmu.” Ucap Morgan.
Violet pun menghela nafasnya, “Baiklah. Apa yang ingin kau berikan.” Ucap Violet.
Morgan tersenyum lalu segera menarik Violet menuju mobilnya lalu begitu Violet sudah masuk dia pun segera masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah itu.
***
Sementara di sisi lain, Deren baru saja selesai meeting dan kini dia bersama asistennya sedang menuju ruang kerja mereka di lantai 30 gedung perusahaan itu.
“Max, setelah ini apa lagi yang harus aku lakukan?” tanya Deren.
“Kita masih harus menemui klien dari Jepang setelah makan siang di restoran C lalu setelah itu tuan juga masih harus bertemu dengan dokter untuk perkembangan kesehatan nyonya besar.” Jelas Max membacakan jadwal Deren.
Deren pun mengangguk, “Lalu apa ada sesuatu lagi yang ingin kau katakan?” tanya Deren yang menyadari bahwa Max ingin menyampaikan sesuatu.
__ADS_1
“I-itu tuan anda mendapatkan undangan pernikahan dari pewaris Carlos Corp.” jawab Max.
Deren yang mendengar hal itu segera menatap asistennya, “Undangan pernikahan? Carlos Corp? Apa ini pernikahan Morgan Carlos?” tanya Deren memastikan.