
Setelah makan bersama Deren sudah tidak kembali lagi ke perusahaan, "Honey, apa kau tidak akan kembali ke perusahaan lagi?" Tanya Violet segera duduk di samping sang suami di ruang keluarga.
Deren yang tadinya sibuk ponsel meminta Max untuk mengirimkan dokumen yang harus dia kerjakan ke rumah segera meletakkan ponselnya dan menatap sang istri lalu menggenggam tangan istrinya itu erat, "Aku akan di sini menemanimu. Aku sudah meminta Max untuk mengirimkan dokumen ke sini." ucap Deren langsung berbaring di pangkuan sang istri.
Violet membiarkan saja apa yang dilakukan suaminya dan dia justru memainkan rambut sang suami yang sangat dia sukai itu, "Sayang, kita akan berangkat ke Paris lusa." ucap Deren memberitahukan rencananya.
Violet yang mendengar ucapan sang suami kaget dan mengangkat alisnya bingung, "Untuk apa ke Paris? Apa cabang perusahaan di sana mengalami masalah?" tanya Violet karena dia memang tahu bahwa perusahaan milik sang suami itu memiliki cabang di mana-mana termasuk di negara yang di juluki tempat paling romantis untuk bulan madu.
Deren yang mendengar pertanyaan yang di ajukan sang istri tersenyum lalu dia segera mencolek hidung sang istri, "Ini tidak ada kaitannya dengan perusahaan sayang tapi kita kesana karena bulan madu. Kita akan menciptakan Deren junior di sana." ujar Deren.
Violet membelalakkan matanya mendengar kata bulan madu karena dia pikir mereka tidak akan melakukan itu sebab menurutnya di umur ini sepertinya tidak cocok jika harus melakukan bulan madu tapi sepertinya suaminya memiliki pemikiran lain, "Bulan madu? A-aku pikir kita tidak akan melakukan itu karena umur kita yang--"
Deren yang mendengar ucapan sang istri langsung bangun dan mengecup bibir sang istri sekilas, "Apa maksudnya umur kita? Apa menurutmu kita sudah terlalu tua untuk melakukan itu? Lagian juga umur tidak jadi syarat untuk harus melakukan bulan madu." ucap Deren.
"Kan itu hanya pikiranku saja." timpal Violet.
__ADS_1
Deren semakin gemas dengan istrinya itu lalu mencubit pipi istrinya. Deren segera bangkit dan memeluk istrinya dari belakang sambil meletakkan kepalanya di bahu sang istri, "Apa kau tidak suka kita melakukan bulan madu?" tanya Deren sambil berbisik.
Violet melepas pelukan suaminya dan menatap dalam mata sang suami, "Kata siapa aku tidak suka bulan madu. Aku menyukainya sangat suka tapi aku hanya tidak ingin saat kita melakukan bulan madu urusan perusahaan pasti akan tertunda." Ujar Violet jujur.
Deren yang mendengar itu segera mengecup bibir sang istri, "Kau ini. Kau itu istriku sayang prioritasku. Memastikan kebahagiaanmu adalah nomor satu bagiku. Pekerjaan bisa menunggu, tapi bulan madu kita akan berakhir jika tidak segera melakukannya. Selain itu juga aku sudah mempersiapkan bulan madu kita ini sejak lama bahkan setelah pernikahan pertama kita. Saat itu aku hanya merencanakannya karena aku tahu itu tidak mungkin terjadi tapi aku tetap merencanakan itu dengan harapan pernikahan kita akan berubah jadi pernikahan sesuangguhnya. Jadi kau mau kan menemaniku bulan madu?" Tanya Deren.
Violet tersenyum mendengar pertanyaan sang suami. Dia yang awalnya sudah serius mendengar penjelasan sang suami seketika ingin tertawa mendengar pertanyaan suaminya, "Jika aku tidak ikut apakah itu dinamakan bulan madu?" tanya Violet balik sambil terkekeh.
Deren pun ikut terkekeh begitu menyadari bahwa ucapannya terdengar aneh, "Jadi mau kan?" tanya Deren ulang.
Deren tersenyum lalu memeluk sang istri, "Terima kasih sayang. Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk pernikahan kita." bisik Deren di telinga sang istri.
"Sayang, kita akan berbulan madu di Paris apa kau tidak masalah? Jika kau ingin pergi ke tempat lain kita akan mengubahnya. Apa kau punya tempat impian yang ingin kau datangi saat bulan madu?" lanjut Deren bertanya dengan serius karena keinginan Violet adalah perintah untuknya.
Violet yang mendengar hal itu tersenyum, "Aku gak punya rencana apapun atau keinginan ingin ke mana suamiku karena aku tidak pernah bermimpi untuk melakukan bulan madu di luar negeri. Yaa walau aku mungkin kecil berada di keluarga yang lumayan punya uang tapi aku tidak pernah memimpikan hal itu. Jadi aku pasti akan mengikuti rencana yang sudah kau buat. Aku tidak ingin rencana yang sudah kau siapkan setengah tahun akan berakhir sia-sia hanya karena diriku, lagian juga aku menyukai kota Paris yang dijuluki dengan kota romantis. Selain itu juga jika aku ingin ke negara lain kita bisa pergi lain waktu bukan. Kau kan kaya jadi bisa kan?" Ucap Violet di akhir kalimatnya bertanya yang sudah tentu dia tahu apa jawaban yang akan di keluarkan suaminya.
__ADS_1
Deren yang mendengar ucapan sang istri tersenyum dan memeluk erat Violet, "Yah kita akan bisa kemanapun yang kau inginkan. Jadi fiks kita bulan madu kali ini di Paris untuk menciptakan Deren junior." Ucap Deren sambil mengusap perut Violet lembut sambil berdoa semoga harapannya itu akan tercapai.
Violet tersenyum sambil mengaminkan ucapan sang suami karena dia juga ingin segera memiliki anak. Dia tidak ingin menundanya karena usianya yang memang sudah sangat pantas memiliki anak bahkan teman-teman kuliahnya sudah memiliki anak.
Setelah cukup lama mereka berbincang bahkan bodyguard yang mengantarkan dokumen untuk Deren sudah tiba. Violet dan Deren segera menyudahi pembicaraan mereka dan Deren segera masuk ke ruang kerjanya. Violet sebelum mengistirahatkan tubuhnya dia lebih dulu mengantarkan minuman untuk sang suami.
***
Keesokkan paginya, Deren masih ke perusahaan untuk memastikan apakah semua sudah beres untuk dia tinggalkan selama seminggu dia di Paris bersama sang istri. Sebenarnya dia sudah merencanakan lebih dari itu tapi Violet merasa seminggu cukup. Violet tidak ingin sang suami terlalu lama meninggalkan pekerjaannya. Bukan karena matre tapi dia tahu sang suami memiliki tanggung jawab yang besar. Sudah lebih dari cukup suaminya itu mengajaknya berbulan madu seminggu karena dia tahu suaminya itu pasti sudah sangat berusaha dengan maksimal bisa memiliki waktu seminggu cuti. Bagi Violet sudah lebih dari cukup sang suami yang selalu menyempatkan waktu untuknya di sela-sela kesibukannya yang padat. Bagi Violet suaminya itu adalah suami yang paling sempurna untuknya. Kenapa dia baru menyadarinya?
Carra yang mendengar kakak dan kakak iparnya akan berangkat bulan madu dari ibu Anggi segera datang ke mansion bersama Edgar untuk memastikannya, "Selamat datang kembali nona muda." sapa bodyguard yang menyambutnya.
Carra mengangguk, "Apa kakak dan kakak ipar ada?" tanya Carra.
Bodyguard itu mengangguk karena dia memang baru melihat bahwa tuannya itu sudah pulang bersama Violet yang juga dari sekolahnya mengajukan cuti lagi.
__ADS_1
Carra yang mendengar jawaban bodyguard itu segera masuk dengan diikuti Edgar dari belakang.