
Violet yang mendengar pengakuan itu hampir saja terjatuh jika dia tidak segera bersandar di tembok. Jadi semua yang terjadi sudah terencana? Jadi kedatangan Eliza sudah di rencanakan. Apakah Deren sedang mempermainkan perasaannya?
Ingin rasanya Violet berteriak karena ternyata semua sudah terencana. Sungguh dia menyesali semua air matanya yang jatuh dalam beberapa hari ini karena ternyata orang yang dia tangisi justru orang yang merencanakan semuanya. Sungguh saat ini dia membenci tapi bukan benci kepada Deren melainkan pada hatinya yang terlanjur jatuh cinta pada laki-laki yang sudah memiliki tambatan hati. Kenapa dia tidak sadar diri bahwa dia tidak bisa di bandingkan dengan Eliza yang super model jadi sudah pasti Deren akan lebih memilih Eliza. Terlebih lagi Eliza adalah orang yang lebih dulu mengenal Deren bahkan wanita itu kenal mertuanya. Kenapa Violet masih berpikir untuk mengungkapkan perasaannya yang sudah jelas-jelas memiliki wanita lain. Tapi kenapa hatinya tidak ikhlas jika melihat Deren bersama wanita lain padahal ini sudah perjanjian mereka di awal tidak akan saling menghalangi jika memang sudah menemukan tambatan hati dan saat itu terjadi maka mereka akan memutuskan berpisah. Pantas saja laki-laki itu ingin bercerai dengannya ternyata karena dia sudah memiliki wanita yang dia cintai. Tapi kenapa dia tetap tidak rela sungguh sangat tak rela. Dia membenci perasaan ini. Violet hanya bisa menangis patah hati.
"Aku harap kau tidak akan menyesal melakukan ini sayang." ucap Eliza dan Violet yang mendengar itu semakin sedih. Tapi kemudian dia menghapus air matanya, dia bukan wanita lemah. Emang kenapa jika Eliza wanita yang di cintai suaminya. Saat ini dia masih istri sah dari suaminya. Jadi dia masih memiliki kedudukan lebih tinggi dari Eliza. Selain itu Violet sebagai seorang istri merasa harga dirinya terluka karena suaminya saja belum resmi berpisah dengannya sudah berani membawa wanita lain ke Mansion.
"Aku tidak akan membiarkan ini. Harga diriku sebagai istri terluka. Aku akan membalas perbuatan kalian." tekad Violet lalu segera membuka pintu ruang kerja suaminya itu dengan lebar dan matanya melihat Deren yang berada di bahu Eliza. Violet yang melihat itu seketika merasa pedih karena dia ingat Deren juga pernah melakukan itu padanya. Menangis dalam bahunya. Violet segera menggeleng agar tidak ingat itu dan kembali fokus dengan apa tujuannya.
"Bagus!!" ucap Violet sambil bertepuk tangan sambil tertawa. Deren segera menatap Violet dengan tatapan sedih.
__ADS_1
Violet yang melihat itu mencoba untuk tetap fokus dan tidak teralihkan dengan Deren, "Bagus suamiku. Perceraian di antara kita belum resmi tapi kau sudah berani membawa wanita lain ke Mansion. Bagus aku harus memuji perbuatan kalian ini." Ucap Violet sambil tertawa sinis tapi sungguh dia sedang menyembunyikan rasa sakit di hatinya.
Deren mendekat ke arah Violet tapi Violet langsung mundur, "Jangan mencoba mendekat suamiku, aku tidak ingin di sentuh oleh bekas seseorang." ucap Violet pedih.
Deren hanya bisa bernafas frustasi, "Vio, dengarkan dulu penjelasanku."
"Penjelasan? Penjelasan seperti apa? Apa penjelasan bahwa kau membawa wanita ini untuk membuatku cemburu? Penjelasan bahwa kau memaksaku malam itu dan saat aku menolakmu kau membawa wanita lain untuk memuaskanmu? Apa penjelasan bahwa aku adalah tamengmu agar kau di restui mommy menikah hanya sebagai alasan agar kau bisa menikahi kekasihmu ini? Kenapa kau melakukan ini padaku Deren? Kenapa kau memaksaku masuk ke dalam permasalahanmu. Aku dulu nyaman dengan hidupku walau hidupku kekurangan tapi aku nyaman dengan semua itu lalu tiba-tiba kau datang menyeretku ke dalam masalahmu. Jika memang kau sudah memiliki kekasih sebelumnya kenapa kau tidak membawanya ke hadapan mommy dan justru membawaku? Apakah aku hanyalah barang yang bisa kau sewa kapan saja dan setelah habis masa sewa kau membuangku. Aku sungguh muak dengan semua ini. Pernikahan ini bagai neraka bagiku. Hiks,, segera urus perceraian kita sekarang Deren. Segera bebaskan aku dari belenggu ini. Aku muak!" ucap Violet dengan air mata yang sudah menetes di pipinya karena sudah tidak dapat dia bendung lagi.
Eliza yang memang dari tadi masih di dalam ruangan itu dan menyaksikan pertengkaran pasangan suami istri itu hanya menghela nafasnya lalu mendekati dua orang yang menurutnya bodoh itu, "Aku muak melihat drama ini. Segera hentikan. Ohiya dengar Violet kau salah paham akan semua ini. Aku memang benar datang kesini dengan tujuan membuatmu cemburu tapi itu kulakukan hanya karena ingin membantu temanku dan apa yang kau tuduhkan padaku tadi tidak benar tapi aku tidak akan marah padamu karena aku tahu semua istri pasti tidak akan rela jika melihat suami mereka memiliki wanita lain baik ada cinta di hati mereka atau tidak mereka tetap akan melakukan hal yang sama. Satu hal yang ingin aku katakan, Deren hanyalah seorang sahabat bagiku dan aku sudah menikah dengan kekasih hatiku di Maldives dengan Deren sebagai saksi pernikahan kami. Terserah kau mau percaya atau tidak tapi kedatanganku ke sini tidak lebih ingin membalas budi pada sahabatku." ujar Eliza panjang lebar.
__ADS_1
Setelah itu Eliza segera mengambil tasnya dan kembali menatap Deren, "Sayang sepertinya tugasku sudah selesai aku akan kembali ke menemui suamiku karena dia sudah menerorku. Selain itu juga ini adalah pertengkaran suami istri jadi aku tidak ingin ikut campur. Semoga masalah kalian segera selesai. Aku pamit. Tidak perlu mengantarku aku bisa pergi sendiri. Aku harap kalian segera menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi dan bisa hidup bahagia." ucap Eliza tulus lalu tersenyum setelah itu dia segera pergi dari sana tidak lupa menutup pintu ruang kerja itu dengan rapat meninggalkan dua orang di dalam dalam keheningan yang tercipta.
"Huh, dasar pasangan aneh!" gumam Eliza sambil mengeleng-gelengkan kepalanya lalu segera berlalu dari sana.
Sementara di dalam Violet diam saja dan mencoba mencerna apa maksud perkataan Eliza, setelah dia menarik sebuah kesimpulan dia menatap Deren yang juga menatapnya, "Apa maksud semua ini?" tanya Violet.
"Apa kau memang memiliki hobi mempermainkan perasaan wanita? Kenapa kau tega melakukan ini?" Lanjut Violet.
Deren menghela nafasnya untuk bersiap menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi antara mereka, sepertinya dia memang harus mengakhiri ini. Deren mendekat ke arah Violet lalu memberanikan diri meletakkan kedua tangannya di bahu istrinya itu.
__ADS_1
"Aku akan menjelaskan semuanya! Beri aku kesempatan."