Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
128


__ADS_3

Keesokkan harinya setelah masalah semuanya selesai kini Deren, Violet, Edgar, Carra serta ibu Anggi berkumpul di mansion, “Selamat Edgar, kau berhasil!” ucap Deren.


Edgar tersenyum, “Ini semua karena bantuan kakak ipar. Terima kasih! Aku tidak akan bisa melakuakan itu jika tanpa bantuanmu.” Balas Edgar.


Deren pun hanya mengangguk dan menepuk bahu adik iparnya itu bangga, “Kak, jangan menepuk bahu kekasihku. Apa kau pikir itu tidak sakit. Sayang, apa sakit?” ucap Carra sambil mengelus bahu Edgar.


Deren pun hanya bisa menghela nafasnya kasar sementara Edgar tersenyum, “Aku gak apa-apa sayang. aku baik-baik aja kok, apalagi setelah melihat kekhawatiranmu.” Ucap Edgar.


Deren yang tidak tahan dengan kebucinan adik dan adik iparnya itu segera pergi dari sana dan menyusul sang istri ke dapur, “Sayang, ayo temani aku!” tarik Deren kepada sang istri.


Violet yang sedang membantu memasak hanya bisa menurut saja begitu di tarik oleh suaminya. Ibu Anggi yang melihat itu hanya tersenyum karena akhirnya setelah drama kesedihan yang selama dua minggu ini menguji mereka kini dia bisa melihat keromantisan putri dan menantunya itu. Dia bahagia melihat senyum putrinya itu telah kembali. Dia hanya akan berdoa agar putri dan menantunya itu akan segera mendapat pengganti dari janin mereka yang sudah kembali ke pangkuan sang pencipta bahkan sebelum melihat dunia ini. Ibu Anggi pun hanya mengawasi saja para maid yang sedang memasak untuk makan siang mereka. Ini memang weekend hingga Deren tidak ke kantor.


***


“Mas, mau kemana sih?” tanya Violet yang matanya sudah di tutup oleh sang suami.


“Nanti kau juga akan tahu sayang.” ucap Deren.


Violet pun hanya mengangguk saja dan mengikuti apa yang direncanakan suaminya, “Kamu siap melihat kejutan untukmu?” tanya Deren.


Violet pun mengangguk saja lalu Deren segera melepas kain yang menutup mata sang istri, “Taraaa,, lihat siapa yang datang.” Ucap Deren.

__ADS_1


Violet yang melihat itu terharu, “Kalian datang kesini?” tanya Violet segera merentangkan tangannya agar anak-anak jalanan yang dulunya dia beri makan itu memeluknya.


Anak-anak itu bukannya langsung berlari mendekati Violet untuk memeluk justru menatap Deren seolah meminta izin dan begitu Deren mengangguk mereka langsung berhamburan ke pelukan Violet, “Kakak merindukan kalian.” Ucap Violet.


“Kami juga merindukan kakak.” Ucap anak-anak itu masih memeluk Violet.


Setelah sekitar lima menit mereka saling berpelukan rindu kini para anak-anak itu segera berbaris di hadapan Violet dan Deren. Violet menatap suaminya seolah mengatakan terima kasih. Deren yang menyadari itu langsung merangkul sang istri, “Kamu suka?” tanya Deren.


Violet mengangguk, “Tahu aja aku merindukan mereka. Ohiya kapan mereka datang? Kok aku gak tahu?” tanya Violet.


“Tentu saja kakak gak tahu kami lewat pintu belakang dan baru saja tiba di jemput oleh tuan Max dan tuan Ronal.” Tunjuk salah satu anak itu kepada Max dan Ronal yang berada di belakang Violet dan Deren.


Violet yang mendengar itu pun tersenyum, “Terima kasih Max, Ronal sudah membawa mereka kesini.” Ucap Violet.


Violet pun mengangguk saja lalu dia tersenyum, “Okay, karena kalian sudah di sini. Kalian harus ikut makan siang bareng kakak. Mau kan?” tanya Violet seketika delapan anak itu mengangguk.


Violet pun tersenyum lalu dia kembali kedalam mansion meninggalkan suaminya dan kedua asistennya serta anak-anak itu yang sudah bermain di pinggiran kolam. Violet masuk ke dalam rumah untuk membantu menyiapkan makan siang mereka kali ini.


Tepat setelah melakukan sholat zuhur kini mereka makan siang bersama di halaman belakang mansion itu yang di sulap menjadi tempat makan besar. Makan siang itu sangatlah berbeda dengan makan siang sebelum-sebelumnya karena makan siang kali ini di liputi oleh kebahagiaan dan diikuti oleh semua orang di mansion itu baik para maid, bodyguard dan juga anak-anak jalanan yng kini sudah bersekolah di sekolah milik keluarga Robert. Ronal, Max, Doni bahkan Arini juga hadir dalam makan siang kali ini. Semua orang menikmati makan siang ini penuh dengan keceriaan dan candaan satu sama lain. Tidak terlihat atasan dan bawahan dalam makan siang kali ini.


***

__ADS_1


“Huh, lelahnya!” ucap Deren sambil merebahkan tubuhnya di ranjang empuk.


Violet yang melihat kelakuan sang suami hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia sibuk mengatur pakaian, “Sayang, kamu kok sibuk banget sih. Ayo sini, biarin bajunya dulu sayang, aku jangan di cuekin.” Ucap Deren.


Violet pun memandang suaminya lalu meletakkan pakaian di tangannya itu ke walk ini closet. Dia mendekati suaminya, “Ada apa? Apa lelah?” tanya Violet menangkup wajah sang suami.


Deren pun mengangguk manja, “Aku gak mau bermanja dengan istriku ini karena tadi selama makan siang aku di cuekin. Kamu sibuk dengan anak-anak itu.” ucap Deren cemberut.


Violet pun tersenyum, “Dasar cemburuan masa iya sama anak kecil aja cemburu.” Ucap Violet.


“Huh, jangankan anak kecil sama semua yang melekat pada tubuhmu saja aku cemburu sayang.” ucap Deren.


“Keterlaluan!” timpal Violet.


“Sudah yaa, aku mau mengatur pakaian dulu karena jika tidak segera di atur maka akan kembali kusut. Kasihan para mbak sudah menyetrikanya dengan rapi.” Ucap Violet berdiri tapi di tahan oleh Deren.


“Mas!” ucap Violet dengan nada rendah.


“Ya ya sana aturlah dulu. Kenapa sih gak meminta para maid saja yang meletakkannya. Kamu kan jadi gak kelelahan. Aku gak mau kamu kelelahan sayang.” ucap Deren.


Violet yang sedang ada di walk in closet hanya mendengar ucapan suaminya itu dan tetap terus saja menggantung pakaian-pakaian itu. Violet bukannya tidak mau para maid membantunya merapikan pakaian itu hanya saja bagi Violet kamar adalah privasi. Selama dia masih bisa merapikannya sendiri kenapa harus meminta bantuan para maid. Apalagi tinggal menggantung saja di lemari jadi apa susahnya.

__ADS_1


Sekitar 15 menit akhirnya Violet telah selesai dengan urusannya dan keluar dari walk in closet itu, dia tersenyum mendapati sang suami yang sepertinya sudah tertidur. Violet pun tidak membangunkannya karena dia tahu suaminya itu pasti sangat lelah apalagi dengan serangkaian drama panjang yang terjadi dalam waktu dua minggu ini.


Violet segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang lengket karena hanya pagi tadi mandi. Violet menikmati berendam di bathup yang sudah di penuhi aroma mint. Sekitar kurang lebih setengah jam Violet di kamar mandi akhirnya kini dia keluar lalu dia segera menuju walk in closet untuk mengganti pakaian. Setelah itu dia segera membangunkan sang suami karena sudah waktu ashar. Dia belum ikut melakukan sholat jadi dia hanya membangunkan suaminya saja.


__ADS_2