Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
153


__ADS_3

Tidak terasa kini tibalah giliran Violet dan Deren masuk setelah menunggu setengah jam lebih. Deren dan Violet saling bergandengan dan masuk ke dalam ruangan dokter Riana.


Dokter Riana segera menyambut tamu VIP-nya itu yang rela mengantri padahal sudah membuat janji sebelumnya, "Silahkan duduk tuan, nyonya." sambut Riana.


Violet dan Deren pun segera duduk berhadapan dengan dokter Riana, "Kenapa gak langsung masuk saja tuan, nyonya? Kenapa harus mengantri?" tanya Riana sambil menatap sepasang suami istri itu.


Violet hanya tersenyum, "Gak apa-apa dokter. Saya hanya ingin menikmati waktu menunggu bersama suami. Kapan lagi bisa membuat suami saya menunggu seperti ini." Jawab Violet tersenyum menatap sang suami.


Deren pun hanya tersenyum mendengar jawaban yang di berikan istrinya. Dokter Riana pun tersenyum mendengar jawaban Violet, istri dari pemilik rumah sakit tempat dia bekerja ini, "Baiklah jika begitu, nona Carra sudah menjelaskan sedikit terkait kedatangan nyonya dan tuan kesini. Tapi saya ingin memastikannya lagi. Apakah memang benar tuan dan nyonya ingin melakukan program?" tanya Riana.


Violet dan Deren mengangguk, "Benar dokter." jawab Violet di angguki oleh Deren.


Dokter Riana yang melihat jawaban yang di berikan oleh sepasang suami istri itu pun segera tersenyum, "Baiklah jika begitu. Sebelum kita membahas program kehamilan. Kita periksa dulu kandungan nyonya. Untuk memastikan apa semuanya baik-baik saja. Apa sudah siap untuk bisa mengandung kembali. Apa nyonya bersedia?" ucap Riana bertanya.


Violet pun mengangguk, "Saya bersedia dokter." jawab Violet cepat.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu, kita akan lakukan USG dulu untuk memastikannya. Silahkan ikut saya nyonya." ucap dokter Riana menuju bed di mana biasa di lakukan USG.


Violet pun segera berdiri bersama Deren yang menggenggam tangannya. Violet tersenyum menatap Deren lalu keduanya segera menuju bed dan Violet segera berbaring di bed dengan Deren di samping istrinya itu dengan terus menggenggam tangan Violet.


Dokter Riana juga membiarkan saja Deren ikut karena itu gak mengganggu tindakan yang akan dia lakukan justru hal itu bisa membantu sang wanita agar lebih senang lagi untuk ikut program kehamilan. Selain itu juga dia mana mungkin berani melarang pemilik rumah sakit menemani istrinya apalagi yang dia tahu Deren itu sangat mencintai istrinya. Jadi demi kebaikan semuanya biarkan saja itu di lakukan selama tidak mengganggu apapun.


Dokter Riana segera memulai proses USG-nya dengan meletakkan gel di perut Violet dan setelah itu dia mulai mengarahkan alat USG di perut Violet untuk melihat kondisi rahim Violet apa sudah sembuh dengan baik atau belum. Tapi dokter Riana kaget melihat layar monitor. Dia menatap Violet dan Deren bersamaan.


Deren yang menyadari tatapan kaget dari dokter Riana pun seketika bertanya karena khawatir akan kondisi istrinya, "Ada apa dokter? Istri saya baik-baik saja kan?" tanya Deren khawatir.


Violet yang mendengar pertanyaan yang di ajukan suaminya pun segera menatap wajah dokter Riana yang masih menampilkan ekspresi kaget, "Ada apa dokter? Apa kandungan saya baik-baik saja?" Tanya Violet sedikit khawatir. Deren menyadari kekhawatiran istrinya itu. Dia semakin mengeratkan genggaman tangannya pada sang istri.


Deren dan Violet yang mendengar ucapan dokter Riana saling menatap satu sama lain dengan bingung, "Apa maksudnya dokter? Apa maksudnya dengan janin? Dua janin?" tanya Violet dengan gemetar.


Dokter Riana mengangguk menatap Violet, "Benar nyonya. Anda pasti bisa menduganya. Anda hamil nyonya. Bukan hanya satu janin tapi kembar. Lihatlah ini ada dua bulatan. Itu adalah embrio yang sedang berkembang dalam rahim anda nyonya." jelas Riana.

__ADS_1


Violet yang mendengar penjelasan dokter Riana dan melihat layar monitor yang menampilkan hasil USG-nya seketika meneteskan air matanya, "Mas, aku hamil mas. Dokter ini beneran kan?" tanya Violet gemetar saking bahagianya.


"Benar nyonya. Mereka sudah berusia delapan minggu. Selamat untuk kalian nyonya, tuan. Allah telah mengabulkan harapan dan doa kalian dan mengganti buah kesabaran dan keikhlasan kalian langsung dua. Selamat sekali lagi." ucap dokter Riana.


"Dokter, apa mereka baik-baik saja?" tanya Deren yang juga sangat bahagia mendengar kehamilan istrinya itu.


"Tenang saja tuan, mereka baik-baik saja dan kandungan nyonya Violet juga sepertinya sudah sembuh total sehingga mereka berkembang dengan baik. Ohiya tuan untuk lebih memastikannya lagi tuan dan nyonya bisa datang sebulan lagi karena saya menduga nyonya bukan hanya mengandung kembar tapi triplets karena ini ada kantung embrio tapi belum jelas hanya dua yang jelas. Jadi untuk memastikannya lagi kira-kira sebulan lagi." jelas dokter Riana.


Deren dan Violet yang mendengar itu seketika terharu sampai meneteskan air matanya, "Baik dokter kami pasti akan datang. Dokter segera print hasil USG itu." ucap Deren sambil menggenggam tangan Violet dan menciuminya berkali-kali.


Dokter Riana pun mengangguk dan segera meminta perawat untuk membantunya. Dia ikut senang melihat kebahagiaan di wajah Deren dan Violet. Pemilik rumah sakit yang datang hanya untuk melakukan program kehamilan tapi siapa sangka Allah begitu maha baik dan justru memberi mereka kejutan sebesar ini.


Singkat cerita, kini Violet dan Deren sudah duduk kembali di hadapan dokter Riana setelah proses USG selesai. Deren memandangi gambar USG itu dengan baik juga tatapan sangat bahagia. Violet tersenyum melihat suaminya itu yang menatap hasil USG dengan wajah bahagianya.


Setelah itu Violet dan Deren melakukan konsultasi terkait kehamilan di usia muda seperti itu. Semua mereka tanyakan apalagi Deren dia sangat antusias bertanya. Sepertinya dia ingin menjadi calon ayah yang siaga dan sepertinya kejadian sebelumnya membuatnya terpukul sehingga untuk kehamilan Violet kali ini dia ingin semuanya berjalan dengan baik.

__ADS_1


Sekitar satu jam mereka melakukan konsultasi terkait semuanya. Dokter Riana pun menjelaskan dengan sangat baik dan mudah di pahami oleh Violet dan Deren. Dokter Riana juga memberikan obat penguat kandungan walaupun kandungan Violet sudah sembuh dengan baik dan perkembangan janinnya berkembang dengan baik tetap saja dokter Riana memberikan obat itu.


Violet dan Deren keluar dari ruangan dokter kandungan itu dengan raut wajah penuh kebahagiaan. Mereka saling bergandengan tangan sampai parkiran. Deren membukakan pintu mobil untuk istrinya itu dan mereka pun segera meninggalkan rumah sakit itu. Violet memandangi hasil USG-nya dengan tersenyum. Dua janin sedang tumbuh dalam kandungannya bahkan kemungkinannya tiga janin tapi belum pasti. Dia memandangi USG itu dengan kebahagiaan yang sama saat memandangi USG kehamilannya yang pertama. Dia sangat bahagia saat ini tapi dia juga tidak akan melupakan kebahagiaan yang dia dapat saat kehamilannya yang pertama walau kebahagiaan itu hanya sesaat dia rasakan. Violet memandangi suaminya yang sedang menyetir. Dia melihat kebahagiaan di sana.


__ADS_2