
Deren segera menghentikan mobilnya di sebuah restoran, “Kita makan dulu. Saya juga sedang lapar belum makan malam. ” ucap Deren memakirkan mobilnya lalu turun dari mobilnya.
Violet mau tak mau pun segera turun mengikuti Deren yang sudah lebih dulu keluar.
Deren segera masuk ke ruang pribadi Violet juga mengekorinya dari belakang dan kini mereka sedang ada di ruang VIP hanya berdua dan pelayan pun segera datang melayani mereka, “Kau pesanlah yang kau suka.” Ucap Deren memandang Violet.
Tapi Violet hanya diam saja, “Hidangkan semua makanan yang paling enak dan terlaris di restoran ini.” ucap Deren.
“Lalu minumnya apa tuan?” tanya pelayan itu.
“Cappucino dan,,” lalu Deren memandang Violet.
“Apa di sini ada Hot Chocolate?” bukannya menjawab Violet justru bertanya.
“Emm,, tidak ada nona hanya saja di sini ada beberapa minuman varian coklat. Ada dalam menunya.” Tunjuk pelayan itu.
Violet pun mengangguk malu lalu membuka buku menu di hadapannya dan melihat minuman di sana. Begitu dia membukanya dia kaget dengan harga minuman dan makanan di sana dan hal itu tidak luput dari pandangan Deren, “Pesanlah yang kau sukai.” Ucap Deren lembut.
Violet pun mengangguk, “Kalau begitu oreo milkshake saja.” Ucap Violet setelah melihatnya.
Pelayan itu pun segera menulisnya lalu segera pamit begitu Violet dan Deren sudah selesai memesan.
Deren dan Violet pun hanya diam saja dalam ruangan itu dan Deren segera melihat ponselnya dan membuka pesan dari orang kepercayaannya lalu dia sedikit tersenyum membacanya. Sementara Violet melihat-lihat furniture restoran itu tanpa berani memandang Deren karena dia juga tetap wanita pada umumnya yang akan terpesona begitu melihat pria tampan apalagi jika pria itu modelnya seperti Deren yang sudah paket sempurna. Jadi dia tidak ingin hal itu terjadi karena dia tidak ingin mengalami sesuatu yang sama lagi untuk kedua kalinya.
Tidak lama minuman mereka segera di antar dan mata Violet pun berbinar melihat minumannya itu, “Tuan, bisakah saya meminumnya?” izin Violet begitu pelayan itu pergi.
Deren pun terkekeh mendengar pertanyaan Violet, “Minumlah, itu memang untukmu.” Balas Deren. Violet pun tersenyum lalu segera meminum oreo milkshake itu dan begitu hal itu masuk lidahnya rasanya berbeda, ini jauh lebih enak pantas saja harganya lebih mahal.
Sementara Deren hanya tersenyum tipis memandang gadis di hadapannya itu yang menurutnya lucu dan unik. Tidak lama setelah itu pesanan mereka datang, begitu makanan itu di letakkan mata Violet terbelalak melihat begitu banyak makanan hingga memenuhi meja.
__ADS_1
“Tuan, siapa yang akan menghabiskan ini?” tanya Violet setelah pelayan pergi.
“Tentu saja kita emangnya siapa lagi.” Jawab Deren entang.
“Kita? Ini kebanyakan tuan jika untuk kita saja.” Jawab Violet memandang berbagai hidangan menggugah selera yang memenuhi meja.
“Sudahlah jangan pikirkan itu lebih baik makanlah. Makanlah apapun yang kau sukai untuk sisanya nanti urusan belakang.” Ucap Deren mulai mengambil makanan.
Violet pun mengangguk lalu segera mengambil makanan tiba-tiba Deren memberikan steak yang sudah dia potong kepada Violet dan menukarnya dengan punya Violet yang masih utuh, “Makanlah!” ucap Deren lembut.
Violet pun mengangguk, “Terima kasih!” balasnya.
Mereka pun makan dalam damai menikmati hidangan yang begitu banyak itu tapi tetap saja mereka tidak menghabiskan semuanya karena sudah kekenyangan, “Tuan, saya sudah selesai. Ini terlalu banyak.” Ucap Violet lalu segera menghabiskan minumannya.
Deren pun hanya tersenyum lalu dia juga segera menyelesaikan makannya, “Tuan, apa sisa makanan ini tidak boleh di bawah pulang? Sayang kan masih banyak, saya tahu restoran bintang lima seperti ini pasti tidak boleh yaa.” Ucap Violet.
“Kenapa? Apa kau masih lapar?” tanya Deren, Violet langsung menggeleng.
“Ahh gak usah tuan hanya saja kasihan makanannya jika di buang sedangkan makanan itu tidak kita sentuh sementara di luaran sana banyak yang kekurangan makanan.” ucap Violet.
Deren pun mengangguk mengerti, “Baiklah kalau begitu makanan yang tidak kita sentuh kita bawa pulang saja.” Ucap Deren.
“Emang bisa?” tanya Violet yang di balas anggukan oleh Deren.
Setelah itu dia segera memanggil pelayan agar membungkus makanan yang tidak mereka sentuh untuk di bawa pulang. Tidak lama pelayan itu kembali lagi dengan makanan di tangannya dan menyerahkannya kepada Deren.
“Tuan, biar saya yang membawanya.” Ucap Violet.
“Sudah biar saya saja.” Tolak Deren.
__ADS_1
“Tapi bukankah tuan masih harus,,” ucap Violet.
“Sudah saya bayar.” Ucap Deren hingga membuat Violet bertanya-tanya pasalnya dia tidak melihat Deren membayar.
Deren yang menyadari kebingungan Violet pun hanya tersenyum kecil, “Restoran ini milik perusahaan saya.” ucap Deren saat mereka sudah di parkiran.
Violet pun akhirnya mengerti lalu memandang nama Restoran itu yang ternyata ‘RResto’. Kini dia mengerti kenapa Deren bisa mendapatkan tempat khusus padahal dia tidak melihat Deren memesan sebelumnya, selain itu juga bisa membungkus sisa makanan pulang juga dia tidak melihat Deren membayar karena ini restoran milik mereka.
“Ayo masuk!” ucap Deren menyadarkan lamunan Violet. Setelah sadar dari lamunannya dia segera masuk ke mobil. Tidak lama kemudian mereka meninggalkan restoran itu.
Sekitar 10 menit mengendara menuju rumah Violet tiba-tiba, “Tuan berhenti.” Ucap Violet.
Deren pun langsung mengerem mobilnya, “Kenapa? Apa kita sudah tiba?” tanya Deren melihat sekitar untuk memastikan bahwa mereka sudah tiba atau belum pasalnya tadi saat Violet memberitahu alamat rumahnya dan itu bukan di sini.
“Saya hanya ingin memberikan makanan ini kepada mereka.” Tunjuk Violet kepada beberapa anak jalanan.
Deren pun mengangguk mengerti dan Violet segera keluar mendekati anak jalanan itu di susul oleh Deren dari belakang, “Kak Violet!” sambut salah satu anak jalanan itu begitu mengenali siapa yang mendekati mereka.
Violet hanya tersenyum, “Ini ada sedikit makanan untuk kalian. Apa kalian sudah makan?” tanya Violet dan rata-rata dari mereka menggeleng.
“Kalau begitu makanlah itu berbagilah.” Ucap Violet menyerahkan makanan kepada mereka.
“Terima kasih kak.” Ucap mereka bersamaan. Violet hanya mengangguk.
“Kalau begitu kakak pergi dulu yaa sudah malam. Kalian juga jika sudah makan istirahatlah.” Ucap Violet. Deren yang melihat itu hanya diam mengagumi wanita di depannya itu hingga membuatnya mendekati mereka.
“Apa kalian tidak sekolah?” tanya Deren.
Mereka menggeleng, “Kenapa?” tanya Deren lagi dan rata-rata mereka menjawab tidak ada biaya.
__ADS_1
“Kalian harus sekolah kakak akan membiayai sekolah kalian tapi ingat kalian harus rajin sekolah. Kakak jamin saat nanti kalian lulus dengan nilai terbaik nanti kakak akan menjadikan kalian karyawan di perusahaan kakak.” Ucap Deren.
Mata mereka pun berbinar tapi selanjutnya memandang Violet, “Terimalah, kakak ini adalah pemilik dari Robert Grup. Kalian tahu kan?” tanya Violet.