Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
46


__ADS_3

Setelah makan malam Violet segera bersiap untuk menghadiri pesta mantan tunangannya dan ternyata semua itu sudah di rencanakan oleh Deren karena setelah mereka makan siang ada tim yang datang hanya untuk membantunya bersiap dan di sinilah dia di kamar mereka sedang di bantu oleh dua penata rias.


“Silahkan nyonya!” ucap salah satu penata rias itu membantu Violet mengenakan sebuah gaun berwarna toska dengan belahan dada tidak terlalu rendah dan panjang di bawah lutut benar-benar seperti seleranya.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya Violet selesai dengan segala ritualnya dan kini dia keluar dari kamar bersamaan dengan penata rias itu dan begitu keluar dan turun tangga membuat semua orang yang di sana terpukau.


Deren yang memang sudah selesai sejak 10 menit lalu pun memandang istrinya itu dengan tatapan terhipnotis. Violet yang merasa tidak terbiasa di tatap seperti itu pun segera mengeluarkan suaranya, “Apa aku terlihat jelek yaa” tanya Violet.


Deren menggeleng, “Kau sangat cantik gaun itu sangat cocok untukmu.” Ucap Deren memuji tapi dengan tampang datarnya menyembunyikan ketertarikannya akan kecantikan istrinya itu.


“Terima kasih untuk kalian. Max akan mentransfer untuk bayaran hasil kerja kalian. Kalian boleh pergi.” ucap Deren pada penata rias itu dan mereka pun segera pergi dari sana setelah berpamitan.


Deren segera mendekati istrinya, “Ayo kita pergi!” ucap Deren menyerahkan lengannya meminta agar Violet menggandengnya. Violet tersenyum dan langsung menggandeng lengan suaminya itu yang juga memakai setelan yang warnanya senada dengan pakaiannya. Mereka segera keluar dan masuk ke mobil dengan Violet di bukakan pintu oleh Deren. Setelah itu Deren pun masuk dan melajukan mobilnya menuju tempat di mana pernikahan mantan kekasih sekaligus rekan bisnisnya itu yang baru seminggu kemarin resmi bekerja sama. Deren melakukan itu sebagai hadiah pernikahan untuk Morgan Carlos.


Para pelayan dan bodyguard yang melihat keromantisan antara majikan mereka itu tersenyum,.


“Ahh tuan dan nyonya sangat cocok.”


“Nyonya sangat cantik! Ternyata nyonya menyembunyikan kecantikannya dengan sangat rapi.”


“Kira-kira akan seperti apa yaa visual anak mereka nanti ahh aku tidak bisa membayangkannya karena mereka sama-sama memiliki visual yang sempurna.”


Begitulah perkataan para maid itu yang sangat mengagumi kedua majikan mereka.

__ADS_1


***


Sekitar 20 menit kemudian akhirnya Deren dan Violet tiba di sebuah gedung pernikahan. Deren segera keluar lebih dulu untuk membukakan pintu bagi sang istri lalu mereka berdua bergandengan tangan memasuki gedung pernikahan itu.


“Jangan menunduk takut dan tersenyumlah. Ingatlah kau di sini sebagai nyonya Deren dan anggaplah mereka tidak pantas kau lihat.” bisik Deren.


Violet tersenyum mendengar ucapan suaminya itu di saat seperti ini masih saja narsis, “Aku tidak takut pada mereka karena pada kenyataannya aku lebih dulu menikah dari putra mereka dan aku menikah dengan penguasa nomor satu.” Balas Violet membuat Deren tersenyum.


“Yah itu baru istriku!” timpal Deren.


Violet dan Deren yang memang datang agak terlambat pun menjadi pusat perhatian para tamu undangan terlebih mereka penasaran akan sosok wanita yang di samping penguasa nomor satu itu yang memang mereka sudah dengar sudah menikah.


“Abaikan tatapan mereka. Kita harus memberi selamat kepada mantan calon mertuamu itu dan juga mantan kekasihmu yang sepertinya menyesal.” Bisik Deren.


“Terima kasih tuan Deren.” Balas Siska karena Morgan hanya memandang Violet lekat.


“Selamat nona Siska dan tuan Morgan atas pernikahan kalian, semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang harmonis.” Ucap Violet tulus.


Setelah itu Deren dan Violet segera menuju orang tua Morgan yang dari tadi Nyonya Carlos itu sudah memandangnya, “Selamat tuan dan nyonya Carlos atas pernikahan putra kalian.” Ucap Deren.


“Terima kasih tuan dan nyonya Deren sudah bersedia hadir di pernikahan putra kami dan kami juga mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian. Maaf tidak bisa hadir karena kami juga baru mengetahuinya.” Ucap tuan Carlos canggung karena ternyata gadis yang di tolak mereka mentah-mentah menjadi istri dari pebisnis nomor satu yang menjadi incaran para orang tua yang memiliki putri untuk di jodohkan dengannya.


“Hahahh tuan Carlos bisa aja, gak apa-apa kok. Kami menikah memang secara sederhana karena saya ini pria yang posesif yang tidak ingin kecantikan istri saya dinikmati oleh banyak orang.” Timpal Deren.

__ADS_1


Violet yang mendengarnya tersenyum walau saat ini tangannya dingin menatap seorang ibu yang dulunya sangatlah menentang hubungannya dengan putranya bahkan menghinanya hanya karena status sosialnya tapi saat ini dia tidak melihat kesombongan itu ternyata uang memang bisa mengubah segalanya, “Selamat nona Violet atas pernikahanmu dan tuan Deren. Maaf tidak bisa hadir dalam pernikahan kalian.” Ucap nyonya Carlos dengan suara yang kelu sambil menyerahkan tangannya agar menyalami Violet.


Violet yang melihat itu seketika mengingat dulu wanita di depannya ini menolak berjabat tangan dengannya, ingin rasanya Violet membalas perlakuan itu tapi dia akan terlihat bodoh jika melakukan itu, “Ahh nyonya Carlos bisa aja seperti perkataan suami saya menikah itu yang terpenting sah nya saja dan tanggung jawab setelah itu karena pesta pernikahan yang mewah belum tentu bisa menjamin kehidupan pernikahan setelah itu. Ohiya tapi saya tetap menerima ucapan selamat ini walau terlambat. Terima kasih!” ucap Violet membalas menyalami tangan wanita itu.


Deren pun hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, “Ohiya tuan Carlos saya juga ingin mengatakan selamat atas kerja sama antar perusahaan kita semoga saja bisa berjalan baik dan tanpa kecurangan karena saya sangat membenci kecurangan.” Ucap Deren.


“Tentu saja tuan Deren kami pasti akan menjaga kerja sama ini dengan baik.” balas tuan Carlos sambil dalam hatinya mengumpati pria muda di hadapannya itu yang sudah berani menyindirnya.


“Baiklah, ayo sayang kita pergi dari sini.” Ajak Deren dan Violet pun hanya mengikuti saja.


“Bagaimana sudah tenang?” tanya Deren berbisik dan Violet mengangguk.


“Terima kasih sudah memberiku ketenangan menghadapi ini. Aku saat ini benar-benar lega rasanya bebanku masalalu hilang aku bisa melangkah dengan bebas kedepan.” Ucap Violet memandang suaminya, “Dan aku harap kau yang menemaniku melangkah kedepan bersama.” Batin Violet.


“Jangan berterima kasih aku hanya melakukan tugasku melindungi istriku.” Balas Deren.


“Ohiya apa kau masih mau makan atau kita pulang saja?” lanjut Deren.


“Sejujurnya aku ingin pulang saja karena aku tidak menyukai pesta seperti ini.” ucap Violet.


“Ya sudah ayo kita pulang saja aku juga malas berada di sini.” Timpal Deren.


“Tapi apakah gak apa-apa kau cepat pulang? Lihatlah sepertinya banyak relasi bisnismu yang ingin bicara denganmu dan juga pesta pernikahan ini belum selesai. Selain itu juga kita datang terlambat masa iya pulang lebih awal. Apa itu tidak akan mempengaruhi reputasimu?” tanya Violet.

__ADS_1


“Aku tidak peduli akan reputasiku dan aku tidak suka bicara dengan mereka yang bermuka dua. Sudah ayo kita pulang.” Ucap Deren lalu segera menggandeng Violet keluar dan Violet pun hanya mengikutinya karena ini juga yang dia inginkan.


__ADS_2