
Sementara di perusahaan, Deren baru saja tiba dan Ronal segera masuk ke ruangannya, “Ada apa Ronal?” tanya Deren.
“Tuan, Doni sedang dalam perjalanan sepertinya dia menemukan seseorang yang mematai anda tadi. Dia sedang dalam perjalanan kesini membawa orang itu.” ucap Ronal.
Deren bingung lalu segera paham, “Maksudmu ada yang mengikutiku tadi?” tanya Deren memastikan.
Ronal mengangguk, “Kata Doni orang itu berhasil mengabadikan gambar anda di sekolah tadi.” Jawab Ronal.
Deren pun hanya mengangguk-ngangguk, “Baiklah, jika Doni sudah tiba segera saja bawa orang itu ke hadapanku. Ohiya apa yang menjaga istriku ada?” tanya Deren.
Ronal lagi-lagi mengangguk, “Doni sudah meminta beberapa bodyguard menjaga nyonya tuan.” Jawabnya. Ronal memang sudah tahu siapa istri tuannya itu karena sudah bertemu kemarin dan berkenalan secara langsung kemarin dan tentu saja seperti Max, Ronal juga tahu semua yang terjadi pada bosnya itu. Deren pun segera membaca dokumen-dokumen di hadapannya karena dia harus mengajukan cuti.
Tidak lama Doni segera tiba dengan menyeret orang itu ke dalam ruangan Deren karena Ronal sudah mengatakan untuk segera membawa orang itu ke ruangan tuannya.
Deren menatap bodyguard istrinya itu dan menatap siapa kepada orang yang di bawah oleh Doni yang kini tengah berlutut. Deren mengangkat alisnya karena seperti Doni, Deren juga merasa bahwa orang di hadapannya itu bukan laki-laki tapi perempuan yang berpenampilan laki-laki, “Berdiri!” ucap Deren tegas.
Orang itu tidak berdiri justru semakin menunduk karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya bisa bertemu dengan orang seperti Deren yang biasanya hanya bisa dia lihat di media. Dia mengutuk dirinya yang nekad mengikuti Deren yang di kenal dengan tidak ada ampun bagi orang yang mematainya, “Habislah aku! Yaa Allah tolong bantu hambamu ini.” batin orang itu.
__ADS_1
“Berdiri! Apa kamu tidak mendengar. Doni paksa dia berdiri.” Perintah Deren.
Doni pun mengangguk lalu segera membuat orang itu berdiri, “Apa tujuanmu mengikutiku?” tanya Deren sambil memeriksa gambar di kamera tua milik orang itu tapi satu hal yang Deren kagumi bahwa hasil jepretan orang itu sangat pas.
Deren mengangguk-ngangguk, “Sepertinya kau orang berpengalaman dalam bidang ini karena semua gambar yang kau ambil sangat bagus dan pas. Sekarang katakan dengan jelas apa tujuanmu. Jangan buat saya mengulangi pertanyaan itu untuk ketiga kali karena saya pastikan jika saya mengulangi pertanyaan itu maka nyawamu akan melayang gadis kecil.” Ucap Deren menatap tajam orang di hadapannya.
Orang itu hanya menggenggam tangannya erat, “Cepat katakan!” ucap Doni yang juga terlampau kesal kenapa orang yang dia curigai juga sebagai wanita itu tidak menjawab.
“Emm,, tuan tolong ampuni saya tuan. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi dan saya janji akan menghapus semua foto itu dan tidak akan pernah menjualnya ke media. Saya bersumpah tuan tapi saya mohon jangan rusak kamera itu. Itu adalah pemberian ibu saya.” jawabnya lemah.
Deren lagi-lagi mengangguk saja sambil melihat detail kamera itu, “Katakan dengan alasan apa saya harus tidak merusak kamera bututmu ini padahal kau sudah berani mematai saya dan mengambil gambar saya dan istri saya tanpa izin.” Ucap Deren.
“Saya mungkin akan mempertimbangkannya jika kau segera menunjukkan wujud aslimu di sini. Saya tahu kau bukan laki-laki karena terlihat dari postur tubuhmu yang kecil. Jadi jika kau ingin menyelamatkan kameramu ini maka cepatlah lakukan apa yang saya minta.” Ucap Deren.
Orang itu semakin menggenggam tangannya tapi sepertinya dia memang harus membongkar penyamarannya yang sudah dia jaga selama ini. Entah kenapa orang di hadapannya ini bisa dengan mudah mengenalinya padahal dia sudah melakukan penyamaran itu dalam waktu yang lama. Dia mulai membuka topinya dan segera mengupas kulit wajah yang menutupi wajah aslinya.
Deren dan Doni mengamati itu hingga saat wajah orang itu terbuka, mata Doni terbelakak kaget karena tidak percaya di balik wajah itu tersembunyi wajah cantik dan mulus. Sementara Deren hanya menatap biasa aja karena menurutnya Violet lebih cantik 10 kali lipat dari gadis di hadapannya ini, “Doni jaga matamu.” Ucap Deren.
__ADS_1
Doni yang mendengar ucapan tuannya segera tergagap, “Ma-maaf tuan.” Ucapnya segera menunduk.
Setelah itu Deren segera berdiri dan menuju meja kerjanya lalu dia segera melemparkan kamera itu kepada gadis di hadapannya, “Buatlah artikel menarik dengan gambarmu itu. Saya akan memeriksanya dan ingat pastikan bahwa wajah istri saya yang kau publikasikan harus cantik walau harus sedikit di blur. Intinya kau harus memastikan wajah istri saya tetap cantik walau di blur. Mulai hari ini kau akan bekerja di perusahaan ini dengan identitas aslimu dan pekerjaanmu yaitu menjadi pembuat artikel perusahaan ini.” ucap Deren setelah menatap Ronal yang baru saja masuk dan mendapat anggukan dari asistennya itu.
Gadis itu kaget mendengar jawaban Deren karena dia pikir dia akan di hukum tapi kini, “Tuan apa maksud anda?” tanyanya sudah dengan mata terharu.
“Saya yakin kau mendengarnya dengan jelas tadi. Kamu di terima bekerja di sini nona Arini. Pekerjaanmu akan untuk lebih lanjut akan di jelaskan oleh asisten saya.” ucap Deren.
Gadis itu segera meneteskan air matanya sambil terus mengucap terima kasih, “Terima kasih tuan.” Ucapnya.
“Sudahlah kau boleh pergi dari sini. Biar Ronal yang akan mengantarmu ke meja kerjamu. Ohiya dalam satu jam ke depan artikel yang saya minta harus sudah jadi dan saya akan memeriksanya terlebih dahulu.” Ucap Deren.
Gadis bernama Arini itu segera mengangguk, “Baik tuan saya akan menyelesaikannya.” Jawabnya penuh semangat.
Deren mengangguk, “Jangan lagi meliput atau mengikuti orang lain. Kau akan menandatangani kontrak nanti setelah kau artikel yang kau buat sesuai permintaanku. Ohiya satu hal yang ingin aku katakan gadis itu yang tadi kau ambil fotonya bersama denganku. Dia adalah istri sahku. Kami sudah menikah. Hanya itu yang perlu kau tahu jangan mencoba mengetahui yang lain.” Ucap Deren.
Arini pun hanya mengangguk lalu dia segera mengikuti Ronal yang memintanya pergi hingga meninggalkan Doni di dalam ruangan itu yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi karena dia tidak menyangka bahwa Deren akan mengampuni orang yang sudah mengikutinya, “Bertanyalah Doni jika kau penasaran. Jangan menyimpannya dalam hatimu.” Ujar Deren tanpa menatap bodyguard istrinya itu.
__ADS_1
“Ehh,, tuan saya hanya heran aja kenapa dia anda ampuni begitu saja.” ucap Doni.
Deren menghentikan aktivitasnya dan menatap Doni, “Dia hidup sebatang kara dan dia melakukan itu hanya untuk menunjang kehidupannya tidak ada motif jahat sama sekali. Dia juga bukanlah paparazzi yang terkenal. Dia hanyalah penjual berita yang bahkan kadang beritanya tidak di bayar sama sekali atau bahkan di tipu. Dia bahkan melakukan pekerjaan itu dengan menyembunyikan identitasnya dan harus hidup menyamar menjadi laki-laki. Aku hanya melakukan apa yang kemungkinan di lakukan istriku. Aku yakin istriku akan melakukan hal yang sama denganku.” Jelas Deren hingga membuat Doni mengangguk mengerti. Yah, Deren memang segera meminta Ronal untuk mencari semua informasi terkait Arini.