Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
98


__ADS_3

Setelah ciuman panas mereka tadi sore, kini Deren dan Violet sedang berada di restoran hotel untuk makan malam.


Mereka segera memesan makanan dengan cepat sepertinya keduanya sudah tidak sabar untuk menghabis malam mereka nanti, "Honey, di mana Edgar, Carra dan Ibu? Apa mereka sudah pulang?" tanya Violet pasalnya sejak mereka pergi dari resepsi pernikahan dia sudah tidak melihat keluarganya itu.


Deren mengangguk karena dia memang sudah mengetahuinya dengan sang adik yang memberitahunya lewat chat tadi mengatakan bahwa mereka sudah pulang. Adiknya juga itu mengatakan selamat menikmati malam pertama yang tertunda kepada mereka. Carra jugalah yang memesankan kamar hotel untuk mereka menghabiskan malam pertama keduanya.


"Tadi Carra sudah mengatakannya dan dia juga berpesan untuk tidak mengkhawatirkan mereka." Jawab Deren.


Violet mengangguk mengerti lalu tidak lama setelah itu pesanan mereka datang. Keduanya memesan steak dan lainnya sedangkan Deren memesan sate daging kambing. Keduanya menikmati makan malam itu dengan romantis dengan saling menyuapi satu sama lain. Mereka kembali ke kamar hotel setelah adzan isya karena setelah makan keduanya masih sempat melihat-lihat luar. Begitu tiba di kamar keduanya segera ke kamar mandi untuk siap-siap melakukan sholat. Setelah selesai melaksanakan sholat Violet kembali merapikan alat sholat keduanya dan ikut berbaring di samping suaminya.


Deren berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Violet. Violet hanya mengangkat alisnya bingung, "Ayo kita ke kamar lain." ajak Deren.


Violet masih bingung hingga tidak sadar tiba-tiba dia sudah berada dalam gendongan sang suami lalu dia bawa keluar kamar itu dan menuju kamar lain yang berada dua lantai di atas kamar mereka tadi. Violet hanya pasrah saja dalam gendongan Deren hingga kini mereka tiba di sebuah kamar yang memang di khususkan untuk pasangan yang berbulan madu karena sudah ada papan nama di pintu kamar itu.


Deren segera membuka kamar itu dan kini mereka di sambut dengan oleh bunga mawar dan lilin aromaterapi yang menyala. Deren segera menurunkan sang istri lalu keduanya menatap kamar itu dengan tersenyum karena sepertinya Carra memang memastikan kamar ini benar-benar memantulkan suasana romantis, "Aku sangat menyukainya suamiku terima kasih." ucap Violet segera mengeluarkan pendapatnya sebelum sang suami menanyakannya.


Deren tersenyum bahagia jika sang istri menyukai hal itu dan memeluk istrinya dari belakang, "Sayang, kita mulai yaa, aku sudah tidak tahan" Bisik Deren serak di telinga sang istri.

__ADS_1


Violet berbalik dan menatap sang suami dalam dan dia tahu gairah suaminya itu sudah naik terlihat di matanya, Violet segera memeluk sang suami, "Lakukanlah, aku milikmu suamiku." Bisik Violet sensual. Violet walau tidak pernah melakukan hubungan intim dan ini untuk pertama kalinya tapi sudah pasti sedikit tahu akan hal itu karena dia adalah wanita dewasa.


Begitu juga halnya dengan Deren, untuk laki-laki itu juga ini pertama kalinya dia akan melakukan **** dan itu bersama istrinya. Walau Deren tidak berpengalaman tapi naluri sebagai laki-laki sudah pasti tahu akan hal itu. Selain itu juga dia adalah pria dewasa yang sedikit tidaknya pasti memiliki koleksi film biru. Jadi semoga saja ilmu yang dia dapat dari menonton film biru itu akan membantunya malam ini membobol gawang sang istri.


Deren segera menggendong Violet menuju ranjang dan dia baringkan istrinya itu dengan pelan ke ranjang yang di penuhi kelopak mawar lalu setelahnya dia menindih tubuh Violet dan keduanya berciuman lembut sampai ciuman lembut itu berubah panas dan pada akhirnya terjadilah apa yang harus terjadi pada pasangan suami istri. Sebuah kegiatan menyatukan dua jiwa untuk mereguk surga dunia yang setelah cukup lama tertunda akhirnya bisa berbuka malam ini dan membuat Violet dan Deren menjadi suami istri sebenarnya yang saling memiliki tubuh satu sama lain.


***


Keesokkan paginya jam 04.00 pagi Deren segera terbangun dan lagi-lagi dia memandangi wajah sang istri. Dia menatap istrinya itu lama dia tersenyum mengingat kegiatan yang mereka lakukan semalam di mana mereka melakukan malam pertama yang tertunda cukup lama dengan cukup baik dan lama. Dia bahkan mengulang kegiatan itu hingga tiga kali. Sungguh dia benar-benar puas semalam dan itu tandanya dia sudah melepas keperjakaannya dan sudah mengambil keperawanan istrinya.


Deren segera mengecup bibir sang istri yang sudah menjadi candunya. Violet terganggu akan hal itu hingga akhirnya dia terbangun dan membuka matanya menatap sang suami yang juga menatapnya, "Good morning Darl!" ucap Deren.


Deren yang gemas akan hal itu segera menarik selimut yang menutupi sang istri dan langsung melabuhkan kecupan di bibir istrinya, "Apa masih sakit?" tanya Deren ambigu.


"Apa?" tanya Violet belum paham dan begitu dia paham wajahnya kembali memerah.


"Kenapa nanyain itu sih?" tanya Violet menyembunyikan wajahnya di balik selimut lagi.

__ADS_1


Deren pun tersenyum lalu dia segera memeluk istrinya itu, "Gak usah malu sayang. Aku kan hanya tidak ingin kau kesakitan walau aku sih yang menyebabkannya. Maaf yaa sayang." Ucap Deren.


Violet mendongak menatap sang suami, "Bisa gak jangan bahas itu, aku malu." ucap Violet.


Deren pun mengangguk dan kembali memeluk istrinya, "Sayang aku serius ini mau bertanya, puas gak semalam? Serius sayang aku bertanya serius. Jika kau tidak puas katakan saja dengan jujur gak apa-apa." ucap Deren.


Violet yang mendapat pertanyaan itu pun menyembunyikan wajahnya di dada suaminya, "Apa perlu aku jawab?" tanya Violet lirih.


Deren mengangguk yakin karena dia memang benar menanyakan itu bukan bermaksud menggoda sang istri. Jangan sampai hanya dia yang terpuaskan dan istrinya tidak, "Aku sangat puas suamiku. Terima kasih." bisik Violet lirih karena malu mengatakan itu tapi sepertinya itu memang harus di katakan agar tidak akan timbul masalah hanya karena itu nanti.


Deren tersenyum mendengarnya, "Syukurlah jika kau puas sayang. Aku gak mau jika hanya aku yang merasa puas sementara kau tidak." ucap Deren mengecup kening istrinya lembut.


"Emang honey puas?" Tanya Violet.


"Sangat sangat puas sayang. Terima kasih!" balas Deren.


Violet pun tersenyum mendengarnya akhirnya **** pertama mereka keduanya sama-sama puas. Jadi tidak perlu merasa bersalah satu sama lain jika ada yang tidak terpuaskan.

__ADS_1


Akhirnya setelah cukup lama bicara dan adzan subuh juga sudah berkumandang. Sepasang suami istri itu pun segera memutuskan mandi wajib. Deren segera menggendong sang istri menuju kamar mandi dan keduanya mandi bersama. Hanya mandi tidak ada yang terjadi yang lain lagi karena itu sudah subuh dan Deren juga mengerti bahwa milik istrinya itu pasti masih perih terlihat dari berjalan istrinya yang terlihat mengangkang. Sepertinya keperkasaan yang dia miliki menaklukan istrinya itu. Setelah keduanya selesai mandi mereka segera melakukan sholat subuh bersama.


__ADS_2