
Seminggu berlalu dengan cepat, baik Violet dan Deren kembali ke kesibukkan masing bahkan mereka terakhir kali bertemu saat Deren membawanya menemui mommy-nya. Violet pun tidak masalah dengan itu karena memang mereka hanya terikat hubungan kontrak saja bahkan hingga kini mereka belum juga melihat cincin untuk pertunangan mereka.
Tapi walau Deren sibuk dengan pekerjaannya tetap saja ada yang bodyguard yang bertugas mengawasi Violet dan melaporkan semua kegiatan gadis itu kepadanya dan tentu saja Violet tidak mengetahui bahwa dia sedang di awasi.
Kini seperti biasa setelah pukul 11.00 anak didik Violet pasti akan pulang dan sudah jadi rutinitasnya selalu menemani anak-anak itu menunggu jemputannya. Setengah jam berlalu akhirnya semua anak Violet sudah kembali di jemput oleh orang tua mereka maupun bodyguardnya masing-masing.
Saat dia akan pulang tiba-tiba, “Viola ayo ikut aku!” ucap seorang pria lalu menarik tangan Violet pergi dan segera mendorongnya masuk ke mobil lalu segera melajukan mobilnya meninggalkan sekolah TK itu.
“Kau! Apa yang kau lakukan, hah?” tanya Violet tajam sambil mengelus tangannya yang memerah akibat genggaman tangan Morgan yang erat karena tadi dia mencoba melepaskannya.
“Diam Viola! Aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan saja.” Ucap Morgan tanpa menatap Violet dan fokus dengan jalan di depannya.
“Kenapa aku harus menurutimu? Dan apa tadi mengajakku jalan-jalan, apa kau sedang bermimpi hingga kau lupa apa status kita?” tanya Violet tajam.
“Aku tahu Viola maka untuk itu aku ingin memperbaiki semuanya.” Ucap Morgan.
“Kau? Siapa yang ingin berbaikan denganmu? Asal kau tahu saja aku sangat membencimu dan dengan memaksaku begini aku semakin muak dan jijik melihatmu.” Ucap Violet pedas.
Morgan yang mendengarnya hanya diam saja karena dia tidak ingin berdebat lagi walau hatinya terasa pedih mendengar ucapan Violet tapi dia berusaha memakluminya karena dia sudah menyakiti gadis itu dengan sangat pedih.
Violet juga diam saja karena dia malas berdebat dengan mantan kekasihnya itu, yang ada di pikirannya saat ini segera keluar dari mobil dan kabur dari pria di sampingnya itu.
__ADS_1
***
Sementara di sisi lain, Max segera membisikkan sesuatu kepada Deren yang saat ini sedang melakukan rapat, “Apa?” tanya Deren dengan raut wajah yang kesal mendengar bisikkan asistennya itu lalu dia hanya menatap Max.
Max yang mengerti arti tatapan itu pun hanya mengangguk untuk melaksanakan perintah tuannya. Selang 30 menit kemudian rapat bulanan itu selesai tidak seperti biasanya yang harus menghabiskan waktu berjam-jam.
“Katakan kenapa bisa dia pergi membawanya?” tanya Deren saat mereka sudah keluar dari ruang rapat dan menuju ruangannya di lantai atas.
“Tuan Morgan langsung menariknya begitu saja bahkan nona Violet sempat memberontak tapi tetap saja tuan Morgan membawanya, bahkan vespanya nona Violet masih di sekolah tapi anda tenang saja vespanya sudah di antarkan ke rumah nona Violet dan bodyguard kita juga mengikuti kemana nona Violet di bawa.” Jelas Max.
“Kemana?” tanya Deren.
“Aku serahkan urusan kantor padamu hari ini jika ada berkas yang perlu tanda tanganku kau kirim ke Mansion dan berkas lain kirimkan lewat email.” Ucap Deren mengambil kunci mobil dan ponselnya di meja kerjanya lalu segera berlalu meninggalkan Max bahkan asistennya itu belum menjawab kini dia hanya bisa melihat punggung tuannya yang sudah masuk kembali ke lift.
Max pun hanya bisa menghela nafasnya, “Kau sudah berubah tuan tapi aku menyukainya. Semoga nona Violet bisa mengubahmu menjadi sesuatu yang hangat lagi. Dan untukmu Max semangat!” ucap Max menyemangati dirinya lalu menatap tumpukan dokumen dihadapannya.
***
Sementara di taman kota, “Ini untukmu!” ucap Morgan memberikan ice cream kesukaan Violet.
Violet hanya menatap Morgan sekilas lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, “Bukankah ini kesukaanmu? Ambillah, aku sudah antri panjang tadi.” Ucap Morgan lembut.
__ADS_1
Violet kembali menatap Morgan lalu mengambil ice cream itu, “Aku memang menyukainya tapi itu dulu saat aku bodoh dan sekarang aku bukan orang yang sama lagi. Jadi seleraku pun sudah berubah! Aku bukan Violet yang tiga tahun lalu yang dengan sabar menerima penghinaan dari ibumu dan tunanganmu. Ohiya aku juga ingin mengucapkan selamat untuk pertunanganmu dan pernikahanmu yang akan dilakukan 6 bulan lagi.” Ucap Violet lalu segera berdiri pergi ke seorang anak dan memberikan ice cream itu kepadanya. Sebenarnya Violet ingin membuang ice cream itu tapi dia tahu uang yang digunakan untuk membeli ice cream itu pasti menjadi sesuatu yang sulit untuk orang miskin mencarinya. Jadi daripada dia membuangnya lebih baik berikan kepada yang membutuhkan.
Morgan segera mendekati Violet, “Apa kau sangat membenciku? Apakah tidak ada kata maaf sedikit saja untukku?” tanya Morgan.
Violet pun menatap Morgan, “Yah aku membencimu tapi sudahlah aku sudah melupakannya tapi kenapa kau kembali lagi dengan maaf di mulutmu itu. Taukah kau hal yang kau lakukan ini membuat luka yang sudah mengering kembali terbuka dan berdarah. Jadi aku minta jangan pernah muncul lagi di hadapanku, pergilah jauh dariku sejauh-jauhnya. Aku tidak ingin bertemu kau dan mendapat penghinaan lagi dari ibumu atau tunanganmu saat mereka mengetahui bahwa kau menemuiku. Jika kau memang datang untuk mendapatkan maafku maka pergilah sejauh-jauhnya dari hidupku maka aku akan memaafkan semuanya.” Ucap Violet tegas tanpa air mata atau kesedihan di sana karena dia hanya ingin berdamai dengan masa lalunya.
Morgan yang mendengar itu pun hanya bisa diam melihat kepergian Violet, “Apa aku memang sudah tidak punya kesempatan lagi? Apa segitu bencinya kau padaku?” gumam Morgan.
Bugh
“Aw, maaf!” ucap Violet karena dia menabrak seseorang tapi begitu dia melihat siapa yang di tabraknya dia kaget.
“Anda di sini?” tanya Violet.
“Apa aku gak boleh datang kesini? Ini sepertinya tempat umum.” Ucap Deren. Yah, pria yang di tabrak oleh Violet itu Deren.
Violet yang sedang tidak ingin berdebat pun diam saja dan bermaksud pergi tapi saat dia akan melangkah, “Aku datang untuk menjemputmu, tunggulah aku di mobil.” Ucap Deren lalu tanpa menunggu persetujuan Violet bodyguard Deren sudah menuntun Violet ke mobilnya. Violet pun hanya bisa menurut saja karena moodnya sudah berantakan saat ini.
Sementara Deren segera pergi ke arah pria yang dari tadi memandang mereka dengan berbagai pertanyaan di benaknya, “Tuan Deren anda di sini!” sapa Morgan.
Deren pun hanya mengangguk, “Saya tidak perlu basa basi, saya hanya ingin kau menjauhi Violet seperti permintaannya. Jangan muncul lagi di hadapannya jika kau tidak ingin hancur.” Ucap Deren pedas tanpa menatap lawan bicaranya bahkan Morgan yang masih bingung dengan apa hubungan antara Violet dan pengusaha bahkan pemilik kerajaan bisnis itu kini bertambah bingung dengan perkataan Deren.
__ADS_1