
Ibu Anggi yang mendengar jawaban putrinya kembali tersenyum karena dia merasa bahwa putrinya itu tidak berbohong. Dia tahu bahwa cinta di mata putrinya itu memang benar-benar ada untuk menantunya walau kisah mereka berawal dari sebuah perjanjian untuk kedua adik mereka dan memenuhi permintaan mommy Grysia. Perbuatan mereka tidak pantas di benarkan namun alasan dari mereka melakukan hal itu sungguh mulia.
“Edgar, bagaimana menurutmu?” tanya ibu Anggi beralih ke sang putra yang dari tadi diam saja sejak pengakuan Deren dan Violet.
Edgar yang di sebut namanya segera menatap kakaknya dan kakak iparnya. Dia menghela nafasnya karena masih tidak menyangka bahwa alasan dari pernikahan kakaknya untuk kebahagiaannya, “Aku akan bilang apa bu, aku ingin marah karena kakak melakukan ini tanpa membicarakannya dengan kita tapi jika itu aku lakukan maka aku adalah seorang adik yang tidak tahu terima kasih. Aku hanya berharap bahwa pernikahan kakak ini akan bahagia karena dia sudah memutuskan untuk tetap hidup dan melanjutkan pernikahannya dengan kak Deren. Aku hanya bisa mendukung apa keputusannya. Selain itu aku berterima kasih kepadamu kak, kakak ipar karena kalian sudah berani mengorbankan kebahagiaan kalian demi kami. Aku sungguh akan mengingat hal ini selamanya.” Ujar Edgar.
“Kau tidak perlu berterima kasih Edgar karena seperti yang aku katakan sebelumnya perjanjian pernikahan yang terjadi antara kami memang murni keinginanku yang ingin memiliki kakakmu kalian hanya alasan yang aku buat agar kakak kalian menerima tawaran gilaku. Selain itu juga aku yang harusnya berterima kasih karena kalian aku bisa menikahi wanita sebaik Violet. Aku janji akan menjaga kakakmu dengan baik, aku akan membahagiakannya dan tidak akan membiarkan air mata menetes di pipinya lagi. Jadi Edgar maukah kau menjadi wali nikah untuk kakakmu lagi?” ucap Deren sambil menatap sang istri penuh cinta.
Ibu Anggi, Edgar dan Carra kaget mendengar kalimat akhir Deren lalu segera menatap Deren dan Violet dengan tatapan bertanya, “Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku meminta Edgar untuk menjadi wali nikah untuk Violet lagi hanya satu alasan kenapa aku melakukannya karena kami akan mengulang akad kedua kami. Kami akan mengulang pernikahan kami, itu juga untuk mencegah jangan sampai sudah jatuh talak padanya karena perkataanku yang ingin membebaskannya dari pernikahan kami. Kami sudah memutuskan mengulang pernikahan ini semalam setelah kami saling mengungkapkan perasaan kami. Jadi kami mohon kalian merestui pernikahan kami ini karena kami ingin memulai kehidupan pertama kami dengan awal yang baru dan juga restu dari kalian.” Ujar Deren yang mengerti bahwa ketiga orang di hadapannya bertanya-tanya.
“Ibu mengerti nak apa yang ingin kalian lakukan tapi bicara tentang hanya membebaskan dalam pernikahan itu hanyalah talak satu jadi kalian tidak perlu mengulang akad kau hanya perlu merujuknya saja. Apalagi tidak ada niatan sama sekali di hatimu kan untuk menceraikan putri ibu?” ucap ibu Anggi.
“Aku tidak pernah memiliki niat untuk menceraikannya sama sekali dari sejak kami menikah hingga kini bahkan berkas perjanjian kami sudah aku bakar sejak awal saat kami melakukan kesepakatan.” Ucap Deren.
__ADS_1
Violet yang memang tidak mengetahui hal itu dan berpikir bahwa perjanjian itu tersimpan dengan baik segera menatap sang suami yang di balas Deren dengan senyuman, “Aku menikahimu karena mencintaimu bukan karena perjanjian sayang.” ujar Deren yang mengerti bahwa sang istri kaget akan pernyataannya.
“Tapi ibu kami tetap akan mengulangi akad kami dengan berharap pernikahan kami ini akan berjalan dengan harmonis kedepannya. Aku akan mengikatnya selamanya.” Lanjut Deren menatap ibu mertuanya.
Ibu Anggi pun hanya tersenyum karena dia bisa melihat bahwa sang menantu tulus dengan ucapannya tidak ada kebohongan di sana, “Baiklah jika begitu. Ini sudah menjadi keputusan kalian maka ibu merestuinya. Ibu selalu merestui pernikahan kalian nak dan ibu harap setelah ini kalian akan bahagia agar ibu lekas memiliki cucu.” Ucap ibu Anggi membuat Violet tersipu.
“Aku janji bu aku akan memberikanmu cucu yang banyak.” Timpal Deren yang langsung mendapat cubitan di perutnya.
“Aws, sakit sayang!” ucap Deren mengeluh dan hanya di tatap Violet tajam.
Carra segera berdiri dan duduk dekat di tengah Violet dan Deren, “Hmm,, karena kalian memutuskan untuk mengulang akad maka mulai hari ini sampai akad kedua kalian di laksanakan sebaiknya kakak dan kakak ipar tinggal terpisah dulu. Kan tidak mungkin mempelai wanita dan mempelai pria tinggal dalam satu rumah. Kak Vio ikut aku aja ke apartemen.” Ucap Carra tanpa dosa, dia bahkan mengabaikan tatapan membunuh dari kakaknya.
“Hmm,, sepertinya itu memang harus di lakukan. Aku setuju dengan Carra. Mulai hari ini kakak tinggal di rumah ini lagi atau tinggal di apartemen Carra sampai kalian menikah lagi.” Timpal Edgar.
__ADS_1
Deren yang mendengar keputusan kedua adiknya yang sepertinya tidak berperasaan padanya itu hanya bisa meradang jangan sampai Violet menyetujui hal ini, “Ibu, masa iya kami harus berpisah rumah. Aku--” protes Deren menatap ibu mertuanya sambil berharap ibu mertuanya itu tidak akan menyetujui saran gila dari kedua adiknya yang jelas-jelas sangat merugikannya itu.
Ibu Anggi nampak berpikir, “Hmm,, sepertinya ibu setuju dengan apa yang di katakan oleh Edgar dan Carra kalian harus tinggal terpisah dulu.” Ucap ibu Anggi sambil menahan tawanya karena dia tahu bahwa menantunya itu pasti akan menolak mentah-mentah hal ini.
Deren yang mendengar keputusan ibu mertuanya itu hanya bisa mendengus kesal lalu menatap sang istri yang dari tadi belum memberikan respon. Tinggal Violet harapannya satu-satunya, dia berharap bahwa istrinya itu juga memiliki keputusan yang sama dengannya yaitu menolak keputusan ini jika tidak bisa gila dia jika harus pisah rumah dengan sang istri walau itu hanya beberapa hari.
“Sayang!” panggil Deren menatap sang istri.
“Kakak ipar harus setuju dengan kami.” Ucap Carra.
“Hey anak kecil jangan mempengaruhi istriku.” Timpal Deren kesal kepada adiknya itu.
“Sudahlah kakak ipar terima sajajika nanti kakak menerima permintaan kami ini lagian itu hany dalam beberapa hari sampai akad kalian di laksanakan. Setelah itu kau bisa memiliki kakak selamanya, tidak akan ada yang menghalangiku. Jadi bersabarlah!” ucap Edgar iseng karena kapan lagi dia mengerjai kakak iparnya itu. Kakak ipar seorang presdir nomor satu yang namanya ada di mana-mana sebagai pengusaha muda kompeten.
__ADS_1
“Aku tidak bicara padamu adik ipar, awas saja jika istriku menyetujui ide gila ini. Aku akan melakukan hal sama saat kau nanti akan menikahi adikku.” Ucap Deren kesal menanggapi adik iparnya itu. Entah kenapa adik iparnya itu sudah berani mengerjainya mungkin karena keraguan dalam hatinya sudah hilang. Jika dia bisa memilih lebih baik adik iparnya itu seperti dulu saja yang cuek padanya.