Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
87


__ADS_3

Keesokkan paginya seperti kemarin Deren menginap lagi di rumah mertuanya dan kini mereka sedang dalam mobil untuk ke sekolah Violet.


“Sayang, setelah kau dari selesai mengajar kita akan melakukan fitting. Carra sudah memberitahu bahwa hari ini kita akan fitting.” Ucap Deren. Yah, Carra dan Edgar begitu mengetahui bahwa pernikahan kakaknya akan di lakukan dalam tiga hari lagi mereka segera mengambil bagian dalam persiapan itu. Edgar dan Carra bertanggung jawab untuk pakaian mempelai pria dan wanita serta cincin pernikahan. Violet sudah menolak untuk membeli lagi cincin pernikahan tapi Carra menolak dengan alasan ini demi memenuhi permintaan mommy Grysia. Violet pun akhirnya hanya bisa pasrah menerimanya. Ya Carra dan Edgar sudah membaca surat dari mommy Grysia itu.


Violet mengangguk, “Ternyata cepat yaa padahal kemarin para bawahanmu itu banyak mengeluh akan permintaanmu.” Ucap Violet.


“Mereka itu walau mengeluh tapi tetap saja bekerja. Undangan pernikahan kita juga sepertinya sudah jadi dan akan di sebarkan hari ini oleh Max.” ucap Deren.


“Terserahlah karena aku juga pusing memikirkan hal ini. Aku tidak menyangka akan kecepatan semua pekerjamu itu.” jawab Violet pusing karena saat dia kemarin selesai mengajar dia segera di antarkan oleh Doni menuju perusahaan sang suami untuk membahas konsep pernikahan mereka. Setelah berdiskusi dengan WO yang di bawa oleh Max akhirnya para bawahan Deren itu mulai bekerja. Deren dan Violet memutuskan untuk akad dilakukan pagi hari yang hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja karena baik Deren maupun Violet ingin suasana akad yang hikmat serta nanti saat resepsinya akan di hadiri oleh seluruh tamu undangan yang akan di hadiri oleh seluruh relasi bisnis Deren.


Pernikahan Deren dan Violet ini juga sedikit berembus sudah ada beberapa media yang mulai memberitakannya dan mulai bertanya-tanya siapa calon istri Deren namun Deren tidak menanggapinya karena menurutnya mereka juga akan tahu nanti. Jadi untuk apa membuang waktu mengklarifikasinya jika pada akhirnya mereka akan tahu sendiri.


“Sayang, apa kau sudah siap untuk aku publikasikan sebagai istriku? Apa kau tidak keberatan? Jika kau keberatan aku akan menyembunyikan pernikahan kita ini dari media dan biarlah mereka tahu sendiri nanti.” Ucap Deren sambil menggenggam jemari Violet.


Violet tersenyum menanggapi hal itu, “Aku sudah menyiapkan diri untuk ini, aku juga ingin mewujudkan permintaan mommy. Mungkin awalnya aka nada yang setuju atau tidak setuju aku menjadi istrimu tapi selama kau menganggapku istrimu maka aku tidak akan memedulikan berita-berita itu. Selama kau tidak melepasku maka aku akan selalu berada di sampingmu.” Balas Violet.

__ADS_1


Deren terharu akan jawaban istrinya, “Baiklah jika begitu kita akan mempublikasikan pernikahan kita ini dan akan mencetak secara pernikahan termegah nanti. Kau harus percaya aku hanya menyayangimu dan mencintaimu, aku akan selalu menjagamu dan tidak akan pernah melepasmu walau kau meminta. Kau harus menerima untuk menua bersamaku. Aku tidak akan membiarkan komentar-komentar buruk yang akan muncul nanti mempengaruhi hubungan kita. Aku mencintaimu sayang.” ujar Deren.


“Aku percaya padamu kau itu sudah cinta mati padaku kan. Kau tidak mungkin meninggalkanku.” Balas Violet narsis.


“Kau benar sayang aku sudah jatuh sejatuh-jatuhnya dalam pesonamu hingga untung berpaling pun susah. Tapi sayang kau sepertinya sudah ketularan narsisku.” Timpal Deren.


Violet pun seketika tertawa saat menyadarinya, “Sepertinya sikap narsis itu penyakit yaa hingga bisa menular.” Ucap Violet masih tertawa.


Deren pun hanya ikut tesenyum saja lalu tidak lama dia segera menghentikan mobil tepat di depan sekolah tempat Violet mengajar, “Hemm, sudah sampai yaa. Ya sudah aku pamit yaa suamiku. Gak usah membukakan pintu untukku aku bisa sendiri.” Ucap Violet meraih tasnya lalu menyalami tangan sang suami yang di balas kecupan di kening Violet. Setelah itu dia segera keluar dari mobil seperti permintaannya Deren tidak membukakan pintu dan dia hanya menurunkan kaca mobilnya untuk melihat sang istri.


Deren mengangguk, “Masuklah! Aku akan pergi setelah memastikan kau masuk.” Ucap Deren.


Violet menggeleng, “Kau saja yang duluan pergi suamiku, aku akan masuk setelah melihatmu pergi.” balas Violet.


“Sayang, jangan keras kepala. Ayo sana masuk.” Ucap Deren.

__ADS_1


Violet pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya, “Baiklah aku akan masuk.” Ucap Violet lalu kembali mendekati kaca mobil Deren di mana ada suaminya di sana.


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir sang suami, “Aku mencintaimu honey.” Ujar Violet lalu dia segera berlalu masuk menuju sekolah.


Deren yang masih belum menyadari apa yang terjadi karena tidak menyangka istrinya akan melakukan itu, “Ahh Vio. Kau menggodaku. Tunggu saja pembalasanku sayang.” ucap Deren lalu dia tersenyum mengingat panggilan honey untuknya yang keluar dari bibir sang istri. Panggilan itu dia baru mendengarnya dua kali. Setelah itu Deren segera pergi melajukan mobilnya menuju perusahaan.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memotret kejadian itu yaitu orang yang memang penasaran dengan berita pernikahan Deren sehingga memutuskan mengikuti laki-laki itu diam-diam. Semua media sekarang penasaran siapa yang menjadi calon istri pengusaha nomor satu itu karena yang mereka tahu bahwa Deren itu tidak dekat dengan wanita manapun dan hanya dekat dengan Max asistennya sehingga berembut berita miring. Jadi untuk itu begitu mereka mendengar Deren akan menikah, media sangat penasaran memburu berita itu dan yang paling mereka ingin tahu yaitu siapa yang berhasil meluluhkan makhlus yang mereka kenal dengan makhluk es itu bahkan sudah ada beberapa media yang menghubungkan dengan kejadian lunch Deren beberapa waktu lalu. Banyak yang berspekulasi bahwa calon istri Deren adalah gadis yang menemaninya lunch waktu itu. Media sudah berusaha untuk mencari artikel itu tapi sayang tidak ada satupun dapat mereka dapatkan karena Max dan Ronal sudah menghapus semuanya.


“Yes, dapat! Akhirnya aku sepertinya bisa kaya jika menjual ini kepada media.” ucap seseorang sambil memeriksa hasil gambar yang berhasil dia abadikan.


Orang itu sibuk memilah gambar yang berhasil dia dapatkan hingga tidak menyadari seseorang di belakangnya lalu tiba-tiba menyeretnya dan mengambil kameranya, “Wah, hasil jepretanmu lumayan bagus tapi sayang semua akan berakhir di sini.” Ucap Doni yang memang di tugaskan melindungi Violet.


Orang itu segera berlutut, “Saya mohon tuan saya tidak bermaksud jahat hanya saja saya tidak punya pilihan lain hingga harus melakukan ini. Saya tahu tidak mudah membuntuti tuan Deren tapi itu saya lakukan demi uang tuan. Saya mohon jika memang anda menginginkan foto itu hapus saja tuan tapi tolong jangan rusak kamera itu karena hanya itu satu-satunya barang yang saya punya untuk menunjang pekerjaan ini.” ucap orang itu.

__ADS_1


Doni memandang laki-laki itu dengan bingung karena postur tubuhnya tidak menunjukkan dia laki-laki, “Saya akan memutuskan apa hukuman untukmu tapi kau harus menemui bos dulu.” Ucap Doni segera menyeret orang itu menuju mobil dan segera menghubungi Ronal.


__ADS_2