
“Silahkan tuan, nyonya!” ucap pelayan yang mengantarkan alat makan untuk Deren serta minumannya itu.
“Terima kasih!” jawab Deren hingga membuat pelayan itu bengong karena kaget mendengar ucapan terima kasih dari Deren, yang dia tahu bahwa sosok di hadapannya ini terkenal dengan sifat dingin dan kejamnya kepada pebisnis yang ingin menjatuhkannya.
“Kenapa kau menatap saya seperti itu? Apa ada sesuatu yang salah?” tanya Deren heran menatap pelayan yang menatapnya.
“Ahh maaf tuan! Silahkan menikmati, saya pamit undur diri.” Ucap pelayan itu lalu segera berlalu.
“Dasar aneh!” gumam Deren.
Violet hanya tersenyum melihat itu, “Kenapa kau tersenyum?” tanya Deren.
“Gak, aku hanya merasa tahu apa yang membuat pelayan itu menatapmu begitu.” Jawab Violet.
“Memangnya kenapa? Apa mungkin dia tertarik padaku?” tanya Deren.
Violet hanya mendelik saja lalu Violet memanggil pelayan dan segera memesan makanan untuknya, “Sayang, kenapa memesan? Aku--” ucap Deren terpotong begitu sepotong daging mendarat dimulutnya.
Deren pun hanya bisa mengunyah daging di mulutnya tanpa bisa protes hingga pelayan yang bicara dengan Violet itu ingin tertawa melihat ekspresi yang ditunjukkan Deren kepada wanita yang bicara di depannya sambil bertanya-tanya siapa wanita di depannya ini yang di panggil oleh Deren dengan panggilan sayang itu. Apa kekasihnya atau istrinya?
“Sudah itu saja!” ucap Violet begitu selesai memesan dan pelayan itu segera mengangguk lalu pamit undur diri.
“Sayang, kenapa memesan lagi? Aku kan sudah bilang kita makan ini bersama.” Protes Deren.
__ADS_1
“Aku mana bisa kenyang jika makan itu saja apalagi berdua denganmu, aku ini juga belum makan siang. Sudahlah kamu makanlah dengan cepat dan gak usah protes jika tidak jam makan siangmu akan habis.” Ucap Violet.
“Apa kau lupa aku ini bosnya jadi gak masalah aku terlambat.” Ucap Deren.
“Aku tahu tapi aku juga tahu kau itu membenci tindakan indisipliner. Apa kau ingin melanggar aturanmu sendiri?” tanya Violet.
Deren yang mendengar itu pun seketika kesal dengan peraturan yang sudah dia buat itu, “Yaya aku akan makan dengan cepat.” Ujar Deren kesal. Violet yang melihat itu hanya tersenyum sambil dalam hatinya berkata, “Kau sangat lucu suamiku tapi aku takut hal ini akan menjadi--” batin Violet.
Violet segera menyingkirkan minuman dan tasnya di hadapannya lalu menarik piring suaminya itu dan langsung menyuapi suaminya. Deren yang awalnya ingin marah karena makanannya di tarik seketika tersenyum begitu Violet menyuapinya dan tentu saja dia tidak menyia-nyiakan hal itu. Violet menyuapi suaminya itu hingga pelayan mengantarkan pesanannya, “Ini kau makanlah sendiri.” Ucap Violet mendorong makanan suaminya itu kembali.
Violet mulai memasukkan makanan ke mulutnya beralih melihat sang suami yang memandangnya, “Ada apa? Apa kau ingin makan ini juga? Apa makanan itu belum membuatmu kenyang?” tanya Violet.
Deren hanya mengangguk saja, Violet pun tersenyum dan kembali menyuapi suaminya dengan makanannya hingga mereka berdua pun saling suap-suapan di restoran itu. Lebih tepatnya Violet yang banyak menyuapi suaminya sementara Deren hanya sekali-sekali saja.
Makan siang Deren pertama kali dengan seorang wanita tidak di ruangan privat itu segera menjadi trending topic di sosial media karena ternyata orang-orang yang ada di restoran tadi mengambil foto dan video dan menggunggahnya di sosial media. Seketika banyak orang-orang yang bertanya-tanya siapa wanita yang makan bersama Deren itu dan berbagai macam tanggapan baik yang menyetujui hubungan Deren maupun yang menolak hubungan Deren itu.
***
Deren memasuki ruang kerjanya sambil bersiul-siul karena saking bahagianya untuk pertama kali sang istri mengantar makanan untuknya dan berakhir makan siang bersama di restoran karena selama ini Deren selalu pulang ke rumah untuk makan siang menikmati masakan Violet. Jadi hal inilah yang membuat Violet tidak kenali oleh para pegawainya apalagi pernikahan mereka yang memang belum dipublikasi hanya beberapa saja yang sudah tahu.
“Wah, sepertinya wajah bos berseri-seri karena bahagia yaa karena habis suap-suapan bersama nyonya.” Goda Max yang melihat kedatangan Deren atau lebih tepatnya dia memang ingin menemui tuannya itu untuk memberi tahu berita yang menjadi trending topic saat ini.
“Tentu saja aku sangat senang, sudahlah kau kembalilah bekerja aku akan dengan cepat menyelesaikan dokumen ini karena aku baru saja mendapat semangat. Ehh tapi tunggu kok kau bisa tahu apa yang kami lakukan?” tanya Deren heran.
__ADS_1
Max tidak menjawabnya tapi langsung memberikan ponselnya kepada Deren. Deren pun menerimanya walau bingung tapi begitu melihat apa yang terlihat di sana dia seketika kesal apalagi membaca tuduhan yang mengatakan bahwa sang istri adalah perempuan murahan dan sejenisnya, “Kurang ajar! Siapa yang melakukan ini?” tanya Deren.
“Tuan apa anda lupa kalian makan bukan di tempat privat jadi tentu saja hal ini bisa terjadi.” Jawab Max.
Deren yang mendengar itu seketika merasa bodoh karena saking bahagianya dia melupakan hal sepenting itu, “Sial, aku melupakan hal itu. Sudahlah segera hapus berita itu dan tekan sampai habis. Selain itu aku ingin menuntut orang-orang yang sudah berkata buruk tentang istriku, aku akan memberikan mereka hukuman. Ohiya tambah bodyguard untuk menjaga istriku, aku yakin mereka tidak akan berhenti sampai di sini dan pasti mencari tahu semua tentang Violet. Jangan sampai hal ini mengganggu kenyamanannya.” Ucap Deren.
“Baik tuan akan segera kami laksanakan tapi bagaimana jika berita ini masih terus berlanjut?” tanya Max.
“Apa maksudmu Max? Apa kau sudah kehilangan kecerdasanmu hingga melakukan ini sudah tidak bisa?” tanya Deren tajam.
“Bukan seperti itu tuan hanya saja saya memikirkan kemungkinan terburuknya.” Jawab Max.
“Sudahlah lebih baik hal ini pikirkan nanti saja jika memang di perlukan aku akan mempublikasikan pernikahanku.” Ujar Deren. Seketika Max tersenyum mendengar hal itu karena inilah yang dia tunggu yaitu tuan mudanya mengumumkan sang istri. Max bukanlah hanya asisten tapi sahabat bagi Deren begitu pun sebaliknya dan bagi Max kebahagiaan sahabatnya adalah prioritasnya.
Tuut tuut tuut
Deren segera menelpon Violet begitu Max pergi melakukan tugasnya, “Halo, sayang kamu dimana?” tanya Deren begitu sambungan telepon tersambung,
“Aku masih di jalan? Ada apa? Apa ada sesuatu yang buruk terjadi?” tanya Violet khawatir karena dia menyadari kekhawatiran dari suara suaminya.
“Gak apa-apa kok. Gak ada yang terjadi! Kamu segera ke Mansion yaa dan jika mau pergi ajak Doni.” Ucap Deren.
“Iya aku akan mengajaknya. Bukankah aku memang pergi dengannya?” ujar Violet. Yah sudah seminggu ini Violet memang menggunakan mobil karena vespanya lagi masuk bengkel.
__ADS_1
“Iya kau harus mengajaknya.” Ucap Deren lalu setelah itu sambungan telepon segera terputus dan Violet segera masuk ke Mansion karena mereka sudah tiba.