Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
86


__ADS_3

Keesokkan paginya Deren dan Violet berangkat bersama menuju tempat kerja mereka. Walau tadi pagi saat bangun tidur ada sedikit drama yang membuat Carra dan Deren kembali terlibat perdebatan yang entahlah sangat random. Selain itu juga Deren yang di goda oleh Edgar karena memakai selimut dengan motif perempuan itu. Yah, Edgar tahu itu adalah selimut kesayangan milik sang kakak tapi entah kenapa sikap jahilnya muncul sehingga menggoda kakak iparnya itu.


Edgar sudah tidak terlalu menjaga jarak sejak rahasia di balik hubungan kakaknya dan Deren terbuka. Dia mempercayai Deren yang tidak mungkin akan menyakiti kakaknya. Selain itu juga mungkin itu dia lakukan untuk pendekatan agar nanti saat dia melamar Carra jadi istrinya semuanya akan berjalan lancar. Edgar ternyata licik juga.


"Sayang, kita akan menikah tiga hari lagi." ucap Deren tiba-tiba hingga membuat Violet melototkan matanya tidak percaya.


"Tiga hari? Kau tidak salah suamiku? Apa kau pikir menyiapkan pesta pernikahan bisa sesingkat itu? Walau aku tahu hal itu bukanlah sesuatu yang sulit untukmu karena aku sudah melihatnya saat pernikahan dadakan kita di rumah sakit tapi tetap saja aku merasa ini tidak mungkin. Kasihan mereka suamiku." ucap Violet.


Deren tersenyum mendengar protes istrinya itu karena dia tahu istrinya itu memiliki hati yang lembut yang hanya di balut dengan sikap keras kepalanya yang tidak mungkin tega kepada orang lain, "Kau tenang saja sayang. Aku juga bukan bos uang kejam. Aku akan mengarahkan semua anak buahku agar mereka tidak akan merasa terlalu berat. Soraya dan Bima juga sudah bersedia siap membantu bahkan mereka tidak menolak saat aku meminta melakukan pernikahan dalam waktu tiga hari." Ucap Deren.


"Yah pantaslah mereka tidak menolak, kau itu atasan mereka mana mungkin mereka berani menolak." balas Violet.


"Sayang, apa kau lupa mereka bukan lagi anak buahku tapi mereka tetap mau membantu, aku yakin mereka mendapat pesan dari mommy karena begitu aku mengatakan akan menikah dalam tiga hari mereka langsung saja mengatakan lebih cepat lebih baik dan mereka juga mengatakan mereka siap membantu. Jadi aku tidak meminta tapi mereka sendiri yang menawarkan walau memang tujuanku menelpon mereka untuk meminta bantuan. Selain itu juga perlu kau tahu bahwa Soraya dan Bima adalah orang kepercayaan mommy yang hanya mengikuti perintah mommy. Mereka melakukan apa yang menurut mereka benar. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun karena aku akan mengurusnya. Kau hanya perlu duduk tenang menikmati hasilnya. Ohiya jika kau ingin konsep pernikahan yang seperti apa katakan saja biar aku akan mengatakannya kepada mereka." ucap Deren

__ADS_1


"Terserah padamu saja suamiku. Apa yang menurutmu bagus untuk konsep pernikahan kita maka pasti aku menyukainya." jawab Violet yang memang sepertinya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan protes jika semua sudah di atur oleh suaminya dengan sedemikian rupa. Yang perlu dia lakukan sepertinya hanya diam saja menerimanya seperti perkataan sang suami.


Deren segera menghentikan mobilnya di depan sekolah tempat sang istri mengajar. Violet pun segera mengambil tasnya lalu menyalami sang suami yang di balas Deren dengan kecupan di kening. Setelah itu Deren segera membukakan pintu untuk istrinya dan setelah memastikan istrinya masuk ke sekolah dia segera melajukannya menuju perusahaannya. Yah, hari ini Deren bersikap normal karena sepertinya dia tidak ingin saat bulan madu nanti di ganggu oleh pekerjaan maka dari itu dalam tiga hari ini dia harus sudah bisa mengatur dan menyelesaikan semua dokumen yang harus dia tandatangani dan periksa.


***


Tidak lama Deren segera tiba di perusahaannya dan dia segera menuju ruangannya di lantai tiga puluh. Dia segera menuju ruangannya dan mulai memeriksa dokumen yang ada di hadapannya hingga tiba-tiba ada yang masuk tanpa mengetuk dan mengucap salam yang dia sudah pastikan siapa itu.


"Persetan dengan sopan santun bos. Aku tidak peduli dengan hal itu karena apa gunanya memiliki sopan santun jika punya bos tidak berperikemanusiaan seperti anda. Bisa-bisanya meminta pesta pernikahan megah dalam waktu tiga hari? Apa anda pikir itu gampang bos?" ucap Max balik karena dia kesal dengan atasannya itu. Saat dia bangun pagi hari harus jatuh dari tempat tidur begitu membaca pesan yang di kirimkan atasannya yang meminta pesta pernikahan dalam tiga hari karena yang dia tahu bosnya itu hanya ingin mengulangi akad saja tapi kenapa jadi pesta pernikahan.


Deren hanya menatap asistennya itu datar, "Ouh itu. Jadi hanya gara-gara itu kau kehilangan sopan santunmu? Sudahlah sepertinya itu pekerjaan yang mudah. Aku hanya meminta pesta pernikahan dan waktunya juga tiga hari. Ku pikir itu cukup, apa kau merasa itu terlalu lama baiklah bagaimana dua hari saja." ucap Deren tanpa rasa bersalah.


"Bos apa anda akan menyiksa saya bos. Sudahlah percuma protes kepada anda bos bukannya bertambah waktunya justru berkurang. Sia-sia aku protes bos." ucap Max lemah.

__ADS_1


Deren segera berdiri dan mendekati asistennya itu yang memang sangat tanggap dan cepat dalam segala hal dan hasilnya juga sangat memuaskan tidak pernah mengecewakan, "Aku hanya meminta pesta pernikahan Max, aku tidak mengatakan harus pesta pernikahan megah." ucap Deren.


"Tuan, apa anda pikir saya rela tuan jadi bahan omongan orang di luaran sana yang menikahi nyonya dengan pernikahan seadanya. Saya tidak rela bos saya sebagai asisten anda merasa terluka akan hal itu. Jadi saya akan memastikan pesta pernikahan anda dan nyonya akan menjadi pesta yang tidak pernah terlupakan dan berkesan untuk semuanya." jawab Max.


Deren lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan asistennya itu karena sifat inilah yang dia suka dari Max. Asistennya itu tidak pernah bekerja hanya setengah-setengah selalu saja perfect, "Aku percaya kau bisa melakukannya." ucap Deren bangga sambil menepuk bahu asistennya.


"Baiklah bos, kalau begitu saya akan memulai bekerja untuk tugas anda itu. Saya akan meminta Ronal untuk menjadi asisten anda sementara untuk membantu pekerjaan anda. Ohiya apa tuan dan nyonya memiliki konsep pernikahan yang di inginkan?" tanya Max.


"Kau hubungi dulu WO-nya lalu aku akan melihat konsep pernikahan yang ku inginkan. Ohiya Soraya dan Bima akan ikut membantumu. Kau juga kerahkan semua anak buah kita. Jangan bekerja terlalu lelah." ucap Deren.


"Kupikir kau sudah tidak memiliki sifat kemanusiaan bos tapi ternyata salah. Sudahlah aku pergi dan terima kasih atas perhatiannya. Saya akan menghubungi semua anak buah kita. Ohiya Ronal sudah di bawa tuan saya akan mengantarnya kesini." ucap Max segera berlalu menjemput asisten sementara Deren itu.


Ronal juga termasuk orang kepercayaan Deren dan dia hanya bekerja di balik layar dan hanya di minta bantuan saat situasinya mendesak. Bisa di katakan Max dan Ronal adalah kedua tangan yang di miliki oleh Deren. Ketiga pria itu berteman dan persamaan mereka yaitu satu sama-sama dingin.

__ADS_1


__ADS_2