Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
25


__ADS_3

Singkat cerita kini Violet dengan di temani oleh sang ibu sudah berada di salah satu ruangan perawatan yang berdekatan dengan ruang rawat Mommy Grysia. Semua sudah siap untuk akad pernikahan mereka. Tangan Violet tiba-tiba dingin sang ibu yang menyadari kegugupan di wajah Violet langsung menggenggam tangan putrinya itu menyalurkan kekuatan. Violet pun hanya tersenyum membalasnya.


Deren sudah siap dengan dengan pakaiannya bahkan kini dia sudah di hadapan petugas KUA dan Edgar yang bertindak sebagai wali nikah pernikahan mereka serta dua orang saksi dan juga dokter dan suster yang hadir menyaksikan ijab qabul Deren dan Violet. Ruang perawatan Mommy Grysia di sulap dengan indah sehingga walau pernikahan dadakan tapi tetap terlihat mewah.


“Sudah siap?” tanya penghulu menatap Deren dan Edgar.


Deren pun mengangguk walau di sisi lain dia gugup. Edgar pun demikian dia mengangguk dengan kegugupan melandanya lebih tepatnya dia tidak menjaga akan menjadi wali nikah kakaknya dan sebentar lagi kakaknya itu akan menjadi istri orang lain.


“Baiklah karena semua sudah siap maka kita mulai saja.” Ucap penghulu.


Mommy Grysia yang sedang berbaring di ranjangnya dengan posisi semifowler sehingga bisa menyaksikan akad pernikahan putranya. Ada rasa bahagia menyelimutinya karena sebentar lagi dia akan menyaksikan pernikahan putranya tapi di sisi lain dia sedih karena pernikahan putranya di lakukan dengan dadakan seperti ini.


Edgar pun segera menyalami tangan Deren, “Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Deren Brillian Robert bin Robert Adkerson dengan kakak kandung perempuan saya Arelia Violetta Smith binti Smith Leonardo dengan mas kawin uang sebesar 1 miliar rupiah dan 1 set perhiasan berlian di bayar tunai.”


“Saya terima nikah dan kaminnya Arelia Violetta Smith binti Smith Leonarno dengan mas kawin uang sebesar 1 miliar rupiah dan 1 set perhiasan berlian di bayar tunai.” Ucap Deren dengan satu tarikan nafasnya.


“Gimana para saksi sah?” tanya penghulu dan langsung mendapat jawaban sah dari semua orang yang ada di sana. Penghulu pun segera mendoakan pernikahan mereka itu.


Mommy Grysia yang di samping ada Carra meneteskan air mata mereka melihat Deren selesai mengucap ijab qabulnya.

__ADS_1


Sementara Violet dan sang ibu yang berada di ruang sebelah segera di ajak masuk ke ruang rawat mommy Grysia setelah ijab selesai. Violet pun memasuki ruang rawat itu dengan sang ibu di sampingnya, dia menatap orang di sana dengan senyuman yang entah tulus atau tidak karena dia tidak tahu harus bersikap seperti apa saat ini. Dia masih tidak menyangka bahwa saat ini dia telah berstatus seorang istri dan menjadi nyonya dari Deren Brillian Robert pemilik perusahaan terbesar.


Deren pun hanya menatap Violet dengan tatapan yang sulit di artikan dan begitu Violet sampai di depannya Violet pun segera menyalami laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu lalu Deren mengecup keningnya lalu Deren segera memasangkan cincin di jarinya yaitu cincin berlian besar yang dia tolak siang tadi. Entah bagaimana cincin itu sudah ada di tangan Deren tapi Violet yakin hal itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk Deren bahkan mempersiapkan pernikahan dadakan saja di mampu apalagi hanya membeli cincin yang memang ada di mallnya. Violet tersenyum menatap cincin yang sudah tersemat cantik di jari manisnya lalu dia juga segera memasangkan cincin di jari Deren.


Setelah itu mereka menandatangani surat-surat pernikahan mereka dan kini buku nikah itu sudah ada di tangan keduanya. Mommy Grysia yang melihat itu hanya tersenyum, Violet yang menyadarinya segera menatap ibu mertuanya itu dengan senyuman lalu segera mendekati Mommy Grysia. Carra yang mengerti pun segera pindah dari tempat duduknya agar Violet bisa bicara dengan sang mommy, “Terima kasih nak sudah mau menikah dengan anak mommy walau pernikahan ini dadakan!” ucap Mommy Grysia begitu Violet sudah di dekatnya.


Violet pun segera menggenggam tangan mommy Grysia, “Mom, jangan mengatakan itu. Yang perlu mommy jaga kesehatan mommy. Aku tidak ingin mommy sakit seperti ini.” ucap Violet lembut.


“Yayaya mommy pasti akan cepat sembuh karena mommy juga ingin melihat cucu mommy.” Ucap Mommy Grysia tersenyum. Violet yang mendengar itu semakin merasa bersalah karena sudah membohongi ibu mertua yang setulus mommy Grysia.


“Makanya mommy cepat sembuh yaa agar kita bisa bermain dengan anak kakak dan kakak ipar.” Timpal Carra.


Ibu Anggi pun hanya menatap besannya itu dengan senyuman, “Saya yang berterima kasih karena sudah bersedia menerima putri saya yang bukan apa-apanya menjadi menantu anda.” Timpal Ibu Anggi.


“Gak saya yang beruntung memiliki menantu seperti Violet. Terima kasih sudah melahirkan putri sebaik dia dan juga secantik dia.” Ucap Mommy Grysia.


“Ahh anda bisa saja.” Balas ibu Anggi. Mereka pun berbagi cerita cukup lama berdua di dalam mengenai anak masing-masing. Mereka berdua cepat akrab karena mommy Grysia yang tidak membedakan orang karena status ekonominya dan ibu Anggi yang mudah berbaur.


***

__ADS_1


Sementara Violet sedang berada di ruang rawat sebelah masih dengan baju akadnya lalu memandang cincin di jarinya, “Huh, sepertinya aku memang sudah menikah!” ucap Violet menghela nafas karena masih tidak mempercayai bahwa saat ini dia sudah menikah.


“Kakak ipar!” panggil Carra tiba-tiba masuk dengan Edgar di belakangnya lalu segera memeluk Violet erta.


“Carra!” balas Violet memeluk Carra balik.


“Aku sangat bahagia karena kau sudah resmi menjadi istri kakakku dan kakak iparku walau pernikahannya sederhana dan dadakan. Terima kasih kak!” ucap Carra menggenggam tangan Violet.


Violet hanya tersenyum lalu matanya menatap Edgar yang dari tadi hanya diam saja menatapnya, “Ed!” panggil Violet.


Edgar pun segera mendekati kakaknya yang memang Carra sudah pindah membiarkan Edgar untuk bisa memeluk Violet, “Selamat untuk pernikahanmu kak. Aku ikut bahagia untukmu. Kau harus selalu bahagia!” ucap Edgar memeluk Violet.


“Terima kasih sayang!” jawab Violet.


“Kak, kau jangan khawatirkan ibu, aku akan menjaganya dengan baik.” ucap Edgar.


“Kakak percaya padamu!” balas Violet.


Carra yang melihat itu tersenyum, “Kak Vio jangan khawatir jika nanti kak Vio rindu dengan ibu kita akan pergi bersama mengunjungi ibu.” Ucap Carra, Violet pun hanya tersenyum membalasnya karena dia memang sudah menyadari bahwa saat ini dia sudah berstatus istri dan memiliki keluarga baru yang juga sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga mereka.

__ADS_1


“Apa ada yang membicarakan ibu?” ucap Ibu Anggi tiba-tiba masuk ke ruangan di mana putrinya itu berada.


__ADS_2