Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
29


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari ini Mommy Grysia di izinkan pulang ke rumah, selain itu juga sang mommy ingin dekat dengan menantunya itu. Yah, Violet selalu menjaga ibu mertuanya itu setelah dia pulang dari mengajar di TK dia selalu datang menjaga sang mommy bahkan kadang dia membuatkan makanan yang ingin di makan oleh mommynya ibu tapi tentu saja jika di izinkan oleh dokter.


Setelah sore Deren akan menjemput Violet di rumah sakit dan mereka akan tidur di Mansion karena Carra yang akan bergantian menjaga mommynya. Jangan tanya kenapa Carra yang menjaga malam hari karena Mommy Grysia sendiri yang meminta itu dan Carra pun menyetujuinya karena dia mengerti kenapa sang mommy melakukan itu. Tentu saja agar keponakannya segera hadir tapi mereka gak tahu saja walau mereka tidur berdua tapi tidak ada yang terjadi pada pasangan suami istri itu.


Mereka berdua menjunjung tinggi perjanjian yang telah mereka buat jadi walau tidur seranjang dan romantis di depan keluarga tapi itu semua hanya bagian dari perjanjian.


Kini Deren dan Violet sedang menuju rumah sakit untuk menjemput Mommy Grysia, “Apa kamu sudah makan siang?” tanya Deren memecahkan keheningan bersama istrinya itu.


Violet pun mengangguk, “Aku sudah makan!” jawab Violet karena dia memang sudah makan di kantin TK.


Deren pun mengangguk mengerti lalu langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sekitar 30 menit akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Violet segera menuju ruang rawat ibu mertuanya sementara Deren pergi menemui dokter yang menangani mommy-nya karena dokter itu sudah menelponnya untuk memberi tahu sesuatu yang penting mengenai penyakit sang mommy.


“Vio! Kamu sudah datang? Di mana Deren?” tanya sang mommy sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan dari sang menantu.


Violet pun segera mendekat ke arah ibu mertuanya itu dan memeluknya, “Deren lagi pergi ke ruang dokter mom.” Jawab Violet.


Mommy Grysia pun mengangguk mengerti, “Apa mommy sudah siap untuk pulang?” tanya Violet.


Mommy Grysia pun mengangguk tersenyum, “Tentu saja. Mommy sudah bosan di sini dan menghirup bau obat-obatan ini serta melihat benda-benda di sini.” Jawab Mommy Grysia.


Violet pun hanya tersenyum lalu segera membantu sang mommy berkemas karena Carra memang tidak ikut menjemput dia harus ujian sidang hari ini bersama Edgar. Tidak lama setelah Violet selesai berkemas Deren masuk ke ruang perawatan sang mommy, “Kita pulang?” tanya Deren mendekati kedua wanita itu.


Mommy Grysia pun mengangguk, “Tentu saja. Mommy sangat merindukan mansion.” Ucap sang mommy.


“Ya sudah let’s go kita pulang.” Ucap Deren lalu segera menggendong sang mommy ke kursi roda dan mendorongnya. Violet pun segera mengikuti suami dan ibu mertuanya itu dengan membawa barang-barang tapi begitu di luar ruang rawat mommy Grysia sudah ada bodyguard yang mengambil alih barang-barang yang dia bawa.

__ADS_1


***


Kini mobil Deren sudah tiba di Mansion dan para bodyguard serta pelayan segera berjejer menyambut kepulangan nyonya besar mereka itu ke Mansion. Deren segera membantu mommy Grysia naik ke kursi roda lalu segera mendorongnya sementara bodyguard yang lain segera mengambil barang-barang mommy Grysia di mobil.


“Selamat datang nyonya besar!” sambut para pelayan.


“Terima kasih!” jawab Mommy Grysia.


“Mom, apa kau ingin makan sesuatu?” tanya Violet begitu mereka tiba di ruang keluarga.


“Mommy masih kenyang tapi mommy ingin makan bubur buatanmu.” Jawab Mommy Grysia.


Violet pun segera tersenyum, “Baiklah Vio akan segera membuatnya. Mommy tunggu di sini dan jika mommy sudah lelah mommy bisa ke kamar dulu. Kamar mommy sudah di bersihkan kok.” ucap Violet lalu segera meletakkan tasnya dan pergi menuju dapur dan para pelayan yang berjejer tadi menyambut Mommy Grysia segera mengikuti Violet menuju dapur.


“Mommy benar. Violet selama seminggu ini dia sudah menjadi kesayangan orang-orang mansion. Pelayan dan bodyguard sangat menyayangi mereka.” Balas Deren tersenyum.


“Kok bisa?” tanya Mommy Grysia. Mereka memang tidak membedakan pelayan dan bodyguard tapi mereka tidak pernah dekat dengan mereka.


“Dia itu unik mom. Kita memang sangat menghargai pekerja di mansion ini tapi dia memperhatikan pelayan dan bodyguard selayaknya keluarga. Aku sudah melarangnya untuk memasak dan membagi dengan mereka tapi tetap saja jika dia memasak pasti akan selalu membaginya dengan mereka.” Ucap Deren.


“Sepertinya dia membuat perubahan di mansion ini.” ucap Mommy Grysia.


“Mommy benar. Dia membuat mansion ini terasa lebih berwarna dengan suasana kekeluargaan yang dia buat.” Ucap Deren.


“Sepertinya kau sangat mencintainya yaa karena hanya pujian dan kekaguman yang keluar dari mulutmu untuknya. Ternyata mommy tidak salah merestui dia menjadi istrimu.” Ucap Mommy Grysia. Sementara Deren segera terdiam mendengar ucapan mommy nya itu.

__ADS_1


30 menit kemudian akhirnya Violet selesai memasak lalu segera membawanya ke ruang keluarga, “Mom, ayo makan! Aku suapi yaa.” Ucap Violet.


Mommy Grysia pun segera mengangguk dan menerima suapan dari menantunya itu. Violet menyuapi mommy Grysia dengan telaten, “Makanan untukku di mana sayang?” tanya Deren mengganggu kegiatan Violet menyuapi sang mommy.


Violet pun segera menatap Deren, “Aku belum makan siang loh sayang.” ucap Deren.


“Jadi kau belum makan siang dari kantor?” tanya Violet dan Deren langsung menggeleng.


“Yaa sudah aku minta mbak Ratih mengambilkan makanan untukmu.” Ucap Violet tapi saat dia akan memanggil pelayan Deren langsung berdiri, “Gak usah aku sudah gak lapar. Mom aku ke ruang kerjaku dulu.” Ucap Deren langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari mommy Grysia.


Sementara Violet bingung dengan suaminya itu, “Tadi katanya belum makan siang tapi kok sudah gak lapar.” Gumam Violet lalu menyuapi mommy Grysia lagi.


Mommy Grysia yang melihat itu pun tersenyum karena dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat wajah merajuk putranya itu hanya karena menantunya yang tidak peka, “Kamu tidak ingin menyusulnya nak?” tanya Mommy Grysia.


Violet pun memandang mommy Grysia heran, “Menyusulnya? Emang kenapa dia mom?” tanya Violet.


Mommy Grysia pun hanya bisa menepuk keningnya, “Dia merajuk sayang.” ucap Mommy Grysia.


“Merajuk? Kenapa?” tanya Violet lagi.


Mommy Grysia pun terkekeh menyadari rendahnya tingkat kepekaan menantunya itu, “Kau ini, dia merajuk karena kamu nak. Dia ingin kau yang mengambilkan makanan untuknya tapi kau justru ingin menyuruh pelayan yang mengambilnya, makanya dia merajuk.” Jelas Mommy Grysia dan Violet pun hanya ber oh ria saja karena sudah mengerti.


“Apa mommy ingin tambah lagi?” tanya Violet.


Mommy Grysia menggeleng, “Mommy sudah kenyang. Lebih baik kau sana bujuk suamimu itu. Mommy akan istirahat!” ucap Mommy Grysia lalu segera meminta pelayan untuk mengantarnya ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2