Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
155


__ADS_3

Sebulan berlalu dengan sangat cepat, dua hari yang lalu Violet dan Deren sudah datang ke rumah sakit dan sudah di pastikan bahwa Violet mengandung triplets. Di usia kandungan Violet yang baru 12 minggu kandungannya sudah terlihat besar karena ada tiga bayi sekaligus yang berkembang dalam rahimnya.


Violet dan Deren sangat bahagia dengan karunia yang Allah berikan kepada mereka. Keikhlasan mereka akan kehilangan kini di ganti dengan yang lebih baik lagi dan tiga sekaligus. Namun tetap saja janin pertama mereka tetap membekas dalam ingatan dan tidak akan pernah mereka lupakan karena walau bagaimanapun janin itu pernah membuat Violet senang walau setelah itu dia pergi meninggalkan duka untuk Violet dan Deren.


Deren jangan tanya bagaimana protektifnya menjaga Violet. Deren setelah dia tahu bahwa sang istri mengandung langsung saja dia meminta sang istri untuk tidak bekerja lagi dan menyerahkan semua urusan pekerjaan sang istri kepada Arini dan Doni yang sudah menjalin hubungan kekasih sejak dua minggu lalu setelah melewati perjuangan yang lumayan melelahkan untuk Doni. Namun akhirnya dia bisa meyakinkan dan menaklukan Arini.


Violet tidak menolak apapun pengaturan dan keputusan yang di buat oleh suaminya itu. Dia menikmati kehamilannya dengan bahagia. Ibu Anggi sering mengunjunginya begitu tahu Violet hamil. Ibu Anggi sering menginap di mansion seminggu lalu seminggu juga di rumah Edgar dan Carra karena bagaimanapun Edgar dan Violet adalah anak-anaknya apalagi Carra juga sedang hamil. Itulah kegiatan yang di lakukan oleh ibu Anggi selama sebulan terakhir ini. Dia memastikan dan menjaga kehamilan putri dan menantunya yang memang sudah dia anggap putri juga.


Deren dan Edgar mereka selain over protektif menjaga istri-istri mereka, mereka juga selalu meluangkan waktu di tengah kesibukan pekerjaan yang mereka miliki. Setiap istirahat siang baik Deren maupun Edgar selalu pulang ke rumah agar bisa makan siang bersama istri mereka.


"Sayang, apa yang kamu rasakan?" tanya Deren saat kini mereka sedang berbaring bersama di ranjang sebelum tidur. Deren dan Violet memang saling bicara dan berbagi akan kegiatan yang mereka lakukan selama sehari saat hendak tidur. Karena keduanya paham bahwa hubungan itu perlu jalinan komunikasi yang baik agar selalu terjaga.


Violet tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan suaminya karena setiap malam suaminya itu selalu menanyakan pertanyaan yang sama. Alasan Deren mengajukan pertanyaan itu hanya satu yaitu memastikan kenyamanan sang istri karena dia tahu masa kehamilan itu adalah masa yang berat. Wanita harus membawa janin dalam kandungannya selama sembilan bulan yang tentu saja akan menghambat kegiatan yang di lakukan apalagi Violet mengandung tiga bayi sekaligus. Jadi sudah pasti bebannya lebih berat dari hamil hanya satu saja.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja suamiku. Anak-anak kita sangat pengertian. Mereka tidak pernah menyusahkanku tapi justru kau yang kesusahan menuruti ngidamku. Maaf yaa suamiku." ucap Violet yang merasa bersalah karena kadang dia meminta makanan yang aneh di waktu yang salah yang membuat suaminya itu kerepotan sendiri.


Deren yang mendengar ucapan istrinya tersenyum lalu mengecup kening istrinya, "Gak masalah sayang. Aku senang mereka membuatku kelelahan karena menuruti keinginan mereka itu. Aku merasa sangat bahagia dengan itu. Jadi katakan saja jika kau ingin apapun sayang. Jangan pernah menyembunyikannya dariku. Karena aku tahu apa yang aku lakukan untukmu tidak seberapa besar dengan perjuanganmu yang mengandung dan melahirkan mereka nanti ke dunia ini. Aku tahu apa yang aku lakukan tidak akan bisa membantu atau meringankan bebanmu tapi setidaknya aku selalu ada untukmu dan juga anak-anak kita." Ucap Deren lembut.


Violet tersenyum terharu mendengar ucapan suaminya, "Aku istri paling beruntung memiliki suami penyayang dan pengertian sepertimu suamiku. Aku sangat bahagia. Aku yakin anak-anak kita nanti bangga memiliki daddy seperti dirimu." ucap Violet.


Deren tersenyum lalu memeluk istrinya itu erat walau dengan tetap menjaga agar kandungan istrinya tidak tertindih, "Aku yang beruntung memilikimu sayang. Kau sudah cantik, sholelah, penyayang kepada semua orang. Aku memang tidak salah memilih istri. Seandainya saja Cally tidak memaksa menyebrang waktu itu dan Max tetap melakukan mobil maka mungkin kita tidak akan bertemu dan merangkai kisah ini. Terima kasih atas semua kesempatan yang kau berikan untuk hubungan kita." Ucap Deren kembali mengecup kening istrinya.


Violet tersenyum lalu menatap wajah suaminya itu dalam, "Mas, maaf yaa aku belum bisa memberimu nafkah batin." Ucap Violet. Jujur saja ini mengganggunya. Dia sudah menanyakan hal ini kepada dokter Riana saat pemeriksaan kehamilan dua hari lalu namun dokter Riana menyarankan untuk menunggu sampai usia kehamilan Violet 4 bulan.


"Tetap saja aku--" Ucap Violet terpotong karena Deren langsung ******* bibir istrinya itu.


"Sudah. Jangan pikirkan apapun." ucap Deren.

__ADS_1


Violet pun mengangguk saja walau dia tahu suaminya itu adalah laki-laki yang tidak bisa menahan tidak melakukan **** dalam seminggu. Tapi sepertinya suaminya itu memiliki cara lain untuk menuntaskan hasratnya. Lagian juga dalam sebulan ini dia sering membantu suaminya itu untuk mengeluarkan hasratnya walau tanpa penyatuan.


***


Singkat cerita, kini tidak terasa usia kandungan Violet dan Carra sudah 6 bulan walaupun kandungan Violet sudah hampir memasuki usia 7 bulan karena memang tiga minggu lebih tua dari usia kandungan Carra.


Kini di mansion di adakan acara syukuran untuk kehamilan Violet dan Carra. Mereka mengadakan acara syukuran itu bersama. Bukan ingin menghemat biaya hanya saja itu sudah menjadi keinginan semuanya. Lagian juga mengingat usia kandungan mereka yang hanya berdekatan. Jadi untuk apa membuat acara dua kali jika bisa di lakukan bersama lagian mereka juga adalah keluarga.


Acara syukuran itu sudah pasti di mulai dengan pengajian untuk meminta kelancaran untuk proses lahiran nanti. Deren dan Edgar menyumbang ke 10 panti asuhan yang ada di kota ini untuk rasa syukur mereka atas kehamilan istri mereka.


Acara syukuran yang di adakan di mansion itu berjalan lancar tanpa kendala karena acara itu hanya di hadiri oleh keluarga saja dan beberapa kerabat karena mereka ingin suasana syukuran yang hikmat dan khusyuk.


"Kak, apa kau mulai merasa tidak nyaman ketika tidur?" Tanya Carra sambil mengusap perut Violet yang dua kali lebih besar dari kandungannya karena berisi tiga bayi sekaligus.

__ADS_1


Violet hanya tersenyum menjawabnya karena dia memang menikmati kehamilannya ini dengan bahagia sehingga apapun yang dia rasakan tidak terasa sama sekali mana di tambah dengan seluruh perhatian suaminya dan keluarga serta semua orang di mansion. Para maid dan bodyguard sangat menjaga Violet.


__ADS_2