
Tidak terasa hari ini sudah hari pertunangan atau lamaran Edgar dan Carra di laksanakan. Semua penghuni mansion sibuk dengan urusannya masing-masing. Pesta pertunangan Edgar dan Carra akan di laksanakan pukul 08.00 tepat dan diusahakan selesai sebelum zuhur hingga membuat semua orang sibuk walau sudah ada vendor yang bertugas untuk pesta pertunangan ini namun tetap saja sebagai tuan rumah maka orang-orang di mansion tetap saja sibuk.
Carra sendiri dia sudah mulai merias wajahnya setelah selesai sholat subuh dengan di bantu oleh MUA yang sudah menjadi kepercayaannya. Carra dan Edgar juga kemarin sudah datang ke makan mommy Grysia dan daddy Robert untuk meminta restu. Edgar tidak lupa untuk meminta restu kepada kedua orang tua gadisnya itu walau mereka sudah tiada tapi Edgar yakin orang tua gadisnya itu pasti melihat dari atas sana. Carra adalah putri mereka dan anak kandung satu-satunya milik mereka. Jadi sudah pasti di hari bahagia putri mereka itu pasti akan datang walau tidak dapat terlihat tapi Edgar yakin mereka akan datang. Untuk itulah dia dan Carra menyempatkan datang ke makam meminta restu.
Violet dan Deren di kamar mereka sibuk bersiap karena sepertinya para tamu undangan akan berdatangan. Mereka sebagai tuan rumah yang baik harus melakukannya. Violet sudah cantik dengan dress panjang peachnya, Violet hanya melakukan make up seadanya saja atau semampunya tapi justru make up naturalnya itu membuatnya terlihat sangat cantik, "Sayang, kau sangat cantik." ucap Deren yang kini menunduk karena Violet sedang memasangkan das untuknya. Deren juga memakai setelan jas warna senada dengan sang istri.
"Jangan menggodaku suamiku. Aku tahu arti perkataanmu itu. Aku sengaja tidak meminta di make up oleh MUA Carra karena aku tahu kau akan semakin memprotesnya. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin agar make up ini terlihat natural jika menurutmu aku sangat cantik. Itu berarti bukan salahku salahkan saja wajahku yang sudah terlahir cantik. Jadi gak usah protes karena waktu kita tidak banyak. Kita harus segera menyambut tamu-tamu." Ucap Violet lalu dia segera mundur setelah memastikan dasi suaminya terpasang dengan benar.
Deren yang mendengar ucapan istrinya tersenyum, "Kau sudah ketularan narsisku sayang. Tapi nggak apa-apa sayang karena semua perkataanmu itu benar kau sangat cantik bahkan tanpa make up." ucap Deren lalu mencuri kecupan di bibir istrinya sekilas. Setelah melakukan pencurian kecupan itu dia segera berlari keluar kamar sebelum kena omelan sang istri karena membuat lipstipnya berantakan.
Violet hanya bisa menghela nafas menerima apa yang dilakukan suaminya itu karena tidak ada gunanya marah jika orang yang akan di marahi sudah berlari keluar. Violet segera melihat ke cermin riasnya untuk memastikan lipstiknya berantakan atau tidak. Setelah memperbaiki lipstiknya dan memastikan bahwa riasannya tidak ada yang kurang dia segera keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah menyusul suaminya.
Begitu di bawah dia segera menuju kamar di mana Carra di rias. Violet segera masuk dan tersenyum melihat Carra yang sudah siap dengan gaunnya tinggal memakai tudung hijab saja, "Kau sangat cantik sayang." ucap Violet mendekati adik iparnya itu.
__ADS_1
Carra tersenyum, "Terima kasih kak. Kau juga sangat cantik." balas Carra.
Violet tersenyum menanggapi itu, "Nyonya apa anda tidak ingin memperbaiki sedikit riasan anda. Emm maksud saya bukan mengatakan riasan anda tidak cocok. Anda sudah cantik dengan riasan itu hanya saja saya ingin--" ucap MUA itu hati-hati salah bicara.
Violet dan Carra tersenyum, "Gak usah. Tenang saka saya paham dengan maksud kalian hanya saja suami saya sepertinya tidak akan setuju jika saya menambah riasan lagi karena riasan saya yang begini saja sudah di tolaknya." ucap Violet.
Carra yang mendengar itu tersenyum, "Itu karena suamimu itu sangat posesif kak makanya gak rela istrinya cantik dan akan dilihat oleh banyak orang." ucap Carra.
"Mbak, ayo semakin percantik kakak iparku lagi hingga semua tamu hari ini melongo melihatnya." ucap Carra.
Violet pun hanya menggeleng lalu dia pun memperbaiki riasannya itu tapi seperti biasa dia selalu meminta look natural. Selain tidak ingin menerima protes suaminya dia juga memang gak nyaman dengan make up yang terlalu berat. Sekitar 30 menit riasan Violet selesai kini dia segera berdiri dan mendekati Carra yang sedang duduk di ranjang.
Dari penglihatannya saja dia tahu adik iparnya itu sedang gugup. Violet segera duduk di samping Carra dan menggenggam tangan adiknya yang terasa dingin.
__ADS_1
"Kenapa? Gugup?" tanya Violet memandangi Carra.
Carra mengangguk, "Iya kak. Aku gugup padahal aku sudah tahu ini adalah acara lamaranku. Aku bahkan sudah menjalin hubungan yang lama dengan Edgar. Tapi tetap saja aku gugup. Ahh menyebalkan." ucap Carra.
Violet pun tersenyum, "Itu biasa terjadi dek. Semua orang yang akan melakukan pertunangan dan pernikahan pasti tetap akan merasa gugup. Lama hubungan atau kita sudah mengenal lama calon kita tidak menjadi jaminan tidak akan gugup nanti. Kegugupan itu secara naluriah timbul. Jadi ini sudah hal yang wajar jika kau merasa gugup. Semua wanita pasti akan merasa gugup dan sepertinya bukan hanya wanita, laki-laki pun bisa merasa gugup." ucap Violet karena dia tahu bagaimana perasaan di saat begini.
"Kau hanya perlu beristigfar dan berdoa agar acara pertunangan ini berjalan lancar. Tenang saja semua akan berjalan baik. Ohiya kakak keluar dulu yaa mau menemani kakakmu menyambut tamu. Nanti kakak akan datang lagi untuk membawamu ke pelaminan." ucap Violet lalu dia segera keluar begitu mendapat anggukan dari Carra.
Singkat cerita, kini tidak terasa acara pertunangan sudah di mulai. Edgar dan Ibu Anggi dan di temani oleh beberapa kerabat serta tetangga sudah tiba di mansion. Violet menjadi tuan rumah dan dia juga yang menyambut keluarga mempelai laki-laki yang tidak lain adalah adiknya sendiri.
Tidak lama juga Violet segera membawa Carra ke pelaminan karena acara inti pertunangan akan segera dilaksanakan. Violet layak ibu untuk Carra saat ini. Dia yang melakukan semua prosesi orang tua untuk Carra. Dia dan Deren yang melakukannya karena memang itu keinginan dari Carra sendiri. Dia ingin Deren dan Violet yang melakukan semua prosesi untuknya. Violet dan Deren pun melakukannya dengan baik. Violet bahkan rela menjadi orang lain dan tidak mendampingi Edgar.
Violet kemarin setelah memastikan semua persiapan sudah selesai dan mansion sudah rapi dia datang ke rumahnya sebentar untuk menemui keluarganya dan meminta maaf karena dia tidak bisa menjadi berada di pihak mempelai pria. Ibu Anggi dan Edgar memakluminya karena mereka tahu apa tanggung jawab Violet. Selain itu juga sama saja Violet berada di mana baik mempelai pria maupun wanita tetap sama saja karena keduanya adalah adiknya.
__ADS_1