Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
79


__ADS_3

Lalu tiba-tiba Max mengetuk setelah di izinkan masuk dia masuk, ?Tuan, di luar ada bodyguard dan pelayan yang menjaga nyonya besar meminta izin bertemu.? Ucap Max.


Deren yang mendengar hal itu segera menatap sang asisten, "Bawa mereka kesini, aku akan menemui mereka di sini." balas Deren.


Max pun hanya mengangguk lalu segera keluar melaksanakan perintah untuk membawa pelayan dan bodyguard yang menjaga mommy Grysia semasa dia hidup lalu setelah mommy Grysia pergi mereka juga mengundurkan diri dengan alasan ingin bebas dan membuat usaha sendiri.


Deren saat itu mengizinkannya karena mereka memang hanya bekerja untuk sang mommy jadi tidak ada alasan untuknya melarang. Tapi hari ini entah kenapa pelayan dan bodyguard kepercayaan sang mommy itu ingin menemuinya.


Violet yang dari tadi juga hanya diam saja sambil berpikir apa alasan mereka datang karena walau hanya beberapa minggu dia mengenal pelayan dan bodyguard kepercayaan mommy Grysia itu tapi hal itu tetap dia ingat karena dia tahu pelayan dan bodyguard ibu mertuanya itu sangatlah loyalitas kepada mendiang ibu mertuanya.


"Suamiku, kira-kira mereka datang untuk apa?" tanya Violet menatap Deren.


Deren mengangkat bahunya, "Aku juga gak tahu sayang. Sudah kita temui mereka agar kita tahu apa alasan mereka datang padahal sudah memundurkan diri setelah kematian mommy." jawab Deren.


Violet yang mendengar ucapan suaminya kaget karena dia pikir hanya suaminya yang akan menemui mereka, "Kita? Apa aku juga harus menemui mereka?" tanya Vio.


Deren berdiri lalu dia segera menggandeng sang istri menuju sofa, "Tentu saja kita sayang. Kau itu istriku, nyonya Deren Brillian Robert. Jadi kau harus menemaniku, tidak ada penolakan." Ucap Deren tersenyum karena dia tahu istrinya itu akan menolak.


"Ahh terserah padamu saja suamiku." Ujar Violet pasrah. Deren hanya terkekeh melihat itu.


Tidak lama Max kembali dengan dua orang di belakang mengikutinya. Deren dan Violet segera berdiri, "Silahkan duduk. Max perintahkan kepada office boy untuk membawakan minuman ke sini." Ucap Deren kepada sang asisten.

__ADS_1


Max hanya mengangguk lalu dia segera keluar, "Silahkan duduk." ucap Violet ramah.


Pelayan dan bodyguard itu pun segera duduk di depan Deren dan Violet walau mereka sebenarnya canggung di sambut seperti itu karena walau keduanya sudah tidak bekerja untuk keluarga Robert tapi tetap saja mereka segan terhadap mantan majikan mereka itu, "Terima kasih tuan, nyonya sudah memberi izin untuk kami bertemu. Maaf apabila kedatangan kami sudah menganggu waktunya tuan dan nyonya." ucap sang wanita yang bekerja sebagai pelayan pribadi mendiang mommy Grysia sebut saja dia Soraya


"Tidak masalah hanya saja saya sangat penasaran dengan kedatangan kalian. Jadi bisa kalian katakan tujuan kalian datang?" tanya Deren to the point.


Sang bodyguard menatap sang pelayan seolah berdiskusi lalu setelah sang pelayan mengangguk dia memulai pembicaraan, "Tujuan kami kesini tuan karena ingin menyampaikan wasiat nyonya besar yang di titipkan kepada kami agar di berikan kepada anda dan nyonya muda setelah usia pernikahan kalian menginjak usia setengah tahun." Jawab sang bodyguard sebut saja dia Bima.


Deren dan Violet yang mendengar ucapan bodyguard Bima itu kaget, "Maksudmu mommy meninggalkan pesan untuk kami?" tanya Deren.


Bima dan Soraya mengangguk, "Benar tuan." jawab Soraya lalu memberikan dokumen yang mereka bawa kepada Deren.


Deren menerima hal itu dan membacanya betapa dia kaget bahwa semua usaha milik sang mommy beralih nama menjadi nama sang istri, "Apa maksudnya ini?" tanya Deren.


"Aku tidak yakin kalian tidak tahu sama sekali terkait dokumen itu? Kalian adalah orang kepercayaan mommy mustahil kalian tidak mengetahuinya." ucap Deren penuh selidik.


Bima menghela nafasnya, "Tuan benar kami memang mengetahuinya tapi kami hanya menjalankan perintah nyonya besar yang ingin semua usaha miliknya di alihkan kepada nyonya muda." Jawab Bima.


Violet yang mendengar itu kaget, "Apa maksud kalian aku?" tanya Violet.


Bima dan Soraya mengangguk, "Benar nyonya." jawab keduanya.

__ADS_1


Violet yang tidak percaya mengambil dokumen di pangkuan suaminya dan betapa kagetnya dia karena di sana tertulis namanya. Violet tidak bisa berkata-kata karena dia bingung dengan apa yang terjadi, "Apa maksud semua ini? Kenapa aku?" tanya Violet.


"Karena nyonya besar mempercayai anda bisa mengelola usaha miliknya." Jawab Soraya.


"Aku masih tidak mengerti." jawab Violet seolah linglung karena belum bisa menerima apa yang sedang terjadi. Kenapa ibu mertuanya justru mewariskan usahanya kepadanya yang hanya seorang menantu dan bukan Carra yang putri kandungnya.


Soraya segera meletakkan dua buah amplop di hadapan Deren dan Violet di mana dia sana masing-masing tertulis nama Deren dan Violet, "Mungkin surat yang nyonya tinggalkan bisa menjawab semua pertanyaan tuan dan nyonya." ucap Soraya.


Violet dan Deren saling memandang sebelum mengambil surat itu, "Tuan, nyonya hanya satu yang perlu kami katakan bahwa apa yang kalian sembunyikan dari nyonya besar sudah dia ketahui semua." Ucap Soraya.


"Apa maksudmu yang terjadi dalam hubungan kami selama ini mommy tahu?" tanya Violet tidak menyangka sementara Deren sudah sedikit menduganya karena dia sangat hafal sang mommy baginya tidak mudah menerima orang baru tapi Violet di terima dengan tangan terbuka tanpa tes sama sekali.


"Benar nyonya, sebelum tuan membawa nyonya bertemu dengan nyonya besar untuk pertama kali kami sudah di perintahkan untuk mencari tahu siapa gadis yang di bawa oleh tuan. Semua informasi kami ketahui dan nyonya besar mengetahui semua alasan dari hubungan kalian. Dia tahu kalian hanya menjalankan pernikahan berdasarkan perjanjian. Awalnya dia marah tapi entah kenapa begitu membaca biodata anda dia berubah tersenyum dan mengatakan dia akan merestui pernikahan kalian. Tidak apa berasal dari pernikahan perjanjian katanya dia akan berdoa dengan tulus agar mengubah pernikahan perjanjian kalian menjadi pernikahan sesungguhnya yang di penuhi oleh cinta dan kasih sayang." Ucap Soraya menjelaskan.


Violet yang mendengar hal itu hanya bisa meneteskan air mata, Deren yang menyadarinya segera menghapus air mata sang istri, "Jangan menangis sayang karena permintaan mommy sudah terkabul." Ucap Deren segera memeluk sang istri dari samping.


Soraya dan Bima yang melihat itu hanya tersenyum, "Tuan, nyonya hanya itu yang dapat kami sampaikan kepada kalian. Jika masih ada yang ingin kalian tanyakan, silahkan kami akan menjawab dengan jujur. Jika tidak ada kami pamit undur diri." Ucap Soraya.


"Sepertinya sudah tidak ada yang ingin kami tanyakan. Ohiya terima kasih kalian sudah mengantarkan ini kepada kami. Tunggu sebentar!" Ucap Deren berdiri dan mengambil cek kosong lalu di berikan kepada Soraya.


"Terimalah anggap itu adalah ucapan terima kasih dariku karena kalian sudah menjaga mommy dengan baik dan sangat setia padanya. Tulis berapapun yang kalian butuhkan." ucap Deren tulus.

__ADS_1


Bima dan Soraya tersenyum, "Maaf tuan kami tidak bisa menerimanya." tolak mereka halus.


"Kenapa?"


__ADS_2