Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
53


__ADS_3

Seminggu kemudian, hubungan Deren dan Violet pun berjalan seperti biasanya walau mereka memiliki masalah tapi sandiwara tetap dilaksanakan dengan baik apalagi jika di depan Carra dan Edgar yang baru pulang dari kota B tiga hari yang lalu dari menyelesaikan permasalahan hotel yang di kelola oleh Carra.


Violet juga tidak menanyakan surat perceraian mereka apakah sudah di urus atau belum begitu juga dengan Deren yang tidak membicarakan perihal perceraian mereka. Entahlah apa yang terjadi pada dua manusia yang memiliki status sebagai pasangan itu, entah apa yang di inginkan oleh keduanya yang pasti saat ini kedua orang itu baik Violet maupun Deren membiarkan saja waktu yang mereka lalui berjalan sendiri tanpa status yang jelas antara mereka.


“Kak Vio!” panggil Carra saat Violet baru saja pulang dari sekolah mengajar.


Violet yang mendengar suara memanggilnya segera menengok, “Kau di sini?” tanya Violet karena tidak biasanya adik iparnya itu ada di Mansion pada jam begini.


Carra mengangguk, “Tentu kak, aku masih malas pergi mengurus hotel. Otakku yang tidak seberapa ini pusing berkutat dengan banyaknya dokumen serta mataku rasanya mau juling saat memandang komputer itu dalam beberapa jam makanya hari ini aku memutuskan untuk berlibur dan healing.” Jawab Carra langsung menggandeng Violet duduk di ruang keluarga.


Violet hanya menurut saja, “Jika kau mau healing kok di sini? Kenapa tidak mengajak Edgar?” tanya Violet.


“Dia sibuk kakak ipar, cafenya sedang ramai-ramainya jadi tidak bisa di tinggalin. Jadi hari ini aku ingin kau yang ikut menemaniku healing. Lagian aku juga ingin pergi denganmu saja karena bosan jika terus pergi dengan Edgar. Mau yaa kakak ipar?” ucap Carra sambil mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat khas membujuk.


“Emang mau kemana?” tanya Violet.


“Kemana aja. Ke mall mungkin atau kemana aja. Kita kan gak pernah pergi bersama kak. Aku ingin berbelanja bersamamu sebagai sesame perempuan. Mau yaa? Kita habiskan uang kakak hari ini.” ucap Carra.


“Emm baiklah kakak akan menemanimu.” Ucap Violet setelah berpikir sepertinya dia juga memang membutuhkan healing sejenak dari masalah yang dia hadapi.


“Beneran yaa kakak? Kalau begitu aku siap-siap dulu. Kau juga kak sana siap-siap dulu. Kita makan siang di mall saja. Hari ini kita akan bersenang-senang bersama. Cup, aku menyayangimu kakak ipar.” Ucap Carra mengecup pipi Violet lalu segera berlari menuju kamarnya.


Violet hanya tersenyum melihat tingkah adik iparnya itu karena dia tahu Carra memang seperti itu, Carra tidak pernah jaim menunjukkan sifatnya dia adalah sosok yang ceria dan terbuka. Violet segera berdiri dan menuju kamarnya untuk bersiap-siap menuju mall.


***

__ADS_1


“Om Doni hari ini kau gak perlu menemani kakak ipar karena kami akan pergi bersama ke mall. Gak usah ikut karena ini urusan wanita.” Ucap Carra saat mereka akan segera berangkat menuju mall.


“Doni kau tetap bisa melaksanakan tugas yang dia berikan padamu kok terserah mau bagaimana kau melaksanakannya. Mau mengawasi dari jauh terserah dirimu. Saya pamit yaa!” ucap Violet lembut lalu segera masuk ke mobil Carra yang sudah ada adik iparnya itu.


“Daa om Doni!” ucap Carra lalu mulai menjalankan mobilnya.


“Hati-hati di jalan nyonya, nona!” ucap Doni yang di angguki oleh Violet.


“Ahh kenapa kakak harus menyuruh bodyguard mengawasimu kak. Dasar tidak percayaan!” ucap Carra saat kini mereka sedang dalam perjalanan.


“Sepertinya bukan hanya kakak yang di awasi seperti itu, kamu juga.” Ujar Violet.


“Ya kakak benar tapi syukurlah dia hanya mengirim bodyguard bayangan saja untukku tidak seperti dirimu yang sudah seperti ekormu saja.” ucap Carra.


“Kakak benar dia hanya tidak ingin kita kenapa-kenapa. Kakakku itu memang keren, dia sangat perhatian terhadap orang di sekelilingnya. Aku beruntung menjadi adiknya tapi kau lebih beruntung kak menjadi orang yang akan menemaninya seumur hidupnya. Aku bahagia kedua kakak yang sangat aku inginkan menjadi pasangan, aku adalah adik yang paling beruntung di dunia ini karena memiliki kalian kak. Aku bisa melihat cinta yang besar untukmu di matanya kak. Kalian benar-benar pasangan yang sempurna.” Ucap Carra fokus dengan jalanan.


Violet yang mendengar hal itu seketika sendu karena ternyata semua orang berharap hubungannya dan suaminya baik-baik saja dan mungkin ibunya juga seperti itu. Entah bagaimana jika mereka mengetahui bahwa mereka akan berpisah, Violet tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi tapi sepertinya hanya itu jalan-jalan satu-satunya.


“Kak, ayo kita turun kita sudah tiba.” Ucap Carra setelah memarkirkan mobilnya.


Violet pun yang sadar dari lamunannya segera turun mengikuti Carra turun dan kedua wanita itu segera masuk ke mall dengan bergandengan tangan. Kedatangan Violet dan Carra menjadi pusat perhatian karena kecantikan kedua wanita itu, “Carra apa mereka melihat kita?” tanya Violet yang khawatir mereka mengenalinya karena berita seminggu lalu.


“Sudah biarkan saja kak, aku tahu kau khawatir karena berita kemarin tapi sepertinya mereka sudah lupa akan hal itu. Mereka melihat kita karena kita ini cantik.” Jawab Carra narsis.


“Kau sama saja dengan kakakmu.” Timpal Violet.

__ADS_1


Carra tersenyum, “Kami itu soulmate kak.” Balas Carra.


Kedua wanita itu tertawa lalu mereka segera melihat-lihat apa yang ingin mereka beli atau mungkin mereka hanya ingin memuaskan mata saja.


***


“Kak, kau ingin membeli apa?” tanya Carra setelah mereka selesai makan siang karena ternyata saat mereka akan melihat-lihat perut mereka meminta segera di isi.


“Kau yang mengajak kakak kesini kok justru bertanya sama kakak.” Balas Violet.


“Ya sudah deh kita pergi kesana saja, aku ingin membeli sesuatu untuk Edgar.” Ucap Carra sambil berjalan menuju toko pakaian pria.


Violet pun hanya mengikuti saja dan dia ikut melihat-lihat dan ada sesuatu yang menarik hatinya di tempat itu, “Itu bagus nyonya tinggal itu satu-satunya di sini.” Ucap karyawan toko itu.


Violet tersenyum lalu kembali melihat-lihat hingga sekitar 30 menit mereka di sana Carra juga sudah mendapatkan apa yang ingin dia beli dan kini mereka hendak membayar, “Kak, kau membeli ini untuk siapa? Apa untuk kakak?” tanya Carra saat Violet menyodorkan pakaian yang akan di bayarnya.


Violet hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Carra itu lalu kedua wanita itu segera menyelesaikan pembayaran.


“Kemana lagi kita kak?” tanya Carra.


“Bagaimana ke toko tas.” Usul Violet karena sepertinya dia membutuhkan tas.


“Ahh sepertinya ide baik. Baik kita kesana.” Ucap Carra lalu mereka segera masuk menuju salah satu toko dengan merek yang terkenal dan harga fantastic.


Kedua wanita itu menghabiskan sekiranya waktu dua jam setengah di mall itu, mereka baru tiba di Mansion menjelang ashar.

__ADS_1


__ADS_2