
“Apa ini?” tanya Mommy Grysia menatap sang putra.
“Kenalkan tante saya Violet.” Jawab Violet tersenyum menatap wanita paru baya yang menurutnya tidak jauh berbeda umurnya dengan sang ibu tapi tetap saja di usianya itu kecantikan wanita ini tidaklah pudar. Violet sudah menduga bahwa di masa mudanya pasti wanita di depannya ini sangatlah cantik dengan mata birunya seperti Carra dan sudah pasti juga menjadi rebutan.
Mommy Grysia pun segera melepas genggaman tangannya pada Deren lalu memperhatikan Violet dari ujung kepala sampai ujung kaki, “Mom, kau menakutinya!” ucap Deren.
“Hahahhhh,, ayo duduk nak.” ucap Mommy Grysia segera mengajak Violet duduk di bangku yang ada di taman itu.
“Emm,, siapa namamu tadi nak?” tanya Mommy Grysia.
“Saya Arelia Violetta Smith panggil saja Violet tante.” Jawab Violet.
Mommy Grysia pun tersenyum, “Jangan gugup begitu nak, tante tidak akan memakanmu. Ohiya panggil saya dengan mommy agar lebih akrab.” Ucap Mommy Grysia yang menyadari kegugupan gadis di hadapannya ini.
Violet pun hanya tersenyum, “Apa putra mommy memaksamu agar menikah dengannya?” tanya Mommy Grysia.
“Mom!” ucap Deren.
“Mommy tidak bertanya padamu Deren lebih baik kau tinggalkan kami.” Balas mommy Grysia. Deren pun hanya cemberut lalu berlalu dari sana.
“Gak kok mom Deren gak memaksa Vio.” Jawab Violet menatap Deren yang sudah pergi meninggalkannya.
“Syukurlah Mommy percaya padamu. Kau tahu kau adalah gadis pertama yang dia bawa kesini dan itu pun setelah ancaman dari mommy.” Ucap Mommy Grysia terkekeh.
Violet pun ikut tertawa, “Vio mommy harap kau bisa menjaga putra nakalku ini nanti. Mommy titip dia yaa! Asal kau tahu walau dia selalu dingin begitu tapi dia sebenarnya menyembunyikan luka di hatinya. Mommy juga titip putry mommy yaa, namanya Carra dia adik Deren. Kau pasti sudah tahu kan bahwa Deren adalah anak angkat kami tapi dia tetaplah putra kami nak. Jadi mommy titip dia yaa!!” ucap Mommy Grysia menggengam tangan Violet.
__ADS_1
Violet pun hanya mengangguk, “Apa mommy merestui kami?” tanya Violet ragu.
Mommy Grysia pun terkekeh, “Pertanyan macam apa itu? Tentu saja aku merestui kalian nak. Mommy sangat menyukaimu.” Ucap Mommy Grysia segera memeluk tubuh Violet.
Violet yang di peluk menjadi tidak tega sudah membohongi seorang ibu seperti ini, “Maafkan aku mom!” batin Violet.
“Kapan kalian akan menikah?” tanya Mommy Grysia begitu dia melepaskan pelukannya.
“Menikah?” tanya Violet kaget pasalnya Deren tidak mengatakan apapun tentang ini. Dia hanya mengatakan akan menemui mommy-nya hari ini dan mereka harus berakting dengan baik bahkan dia harus menghafal semua identitas dan hal yang di sukai dan tidak di sukai pria itu tapi nyatanya mommy-nya itu tidak menanyakan apapun.
“Ahh sepertinya Deren belum mengatakan itu. Dasar anak itu, awas saja nanti akan mommy pites dia.” Ucap Mommy Grysia membuat Violet yang tadinya takut dan khawatir kini tertawa.
“Panggilkan Deren kesini!” pinta Mommy Grysia kepada bodyguard yang menjaganya.
“Ada apa mom.” Ucap Deren yang memang menguping dari jauh itu.
“Mom sakit! Lepasin dong! Mommy membuat harga diriku jatuh di mata calon istriku.” Ucap Deren mengadu kesakitan.
Mommy Grysia pun segera melepaskan jewerannya, “Bodoh amat. Kenapa kau belum mengatakan kepadanya rencana menikah. Apa kau tidak berencana menikahinya?” tanya Mommy Grysia tajam.
Sementara Deren menggosok telinganya yang memerah, “Mom juga gak mengatakan bahwa aku akan segera menikah. Mommy hanya mengatakan bahwa carilah gadis untuk aku nikahi dan sekarang aku sudah membawanya. Apa salahku coba?” ucap Deren tidak mau di salahkan.
“Kau ini yaa, kalau bukan putraku sudah ku cincang kau dan kujadikan makanan ikan. Huh, kau membuatku jelek kan di mata calon menantuku. Maaf yaa nak!” ucap Mommy Grysia segera mendekati Violet yang dari tadi menjadi penonton pertengkaran ibu dan anak itu. Dia tidak menyangka bahwa dia bisa melihat hubungan seperti itu dalam keluarga kaya bahkan dalam hubungan ibu dan anak yang tidak memiliki ikatan darah.
“Emm, gak apa-apa kok mom.” Ucap Violet.
__ADS_1
“Deren, pokoknya mommy gak mau tau kalian harus segera mempersiapkan pernikahan kalian. Ahh gak biar mommy yang mempersiapkannya kalian pilih cincin saja dulu.” Ucap Mommy Grysia.
“Mom, apa ini tidak terlalu cepat? Kami bisa bertunangan dulu. Kami baru saja menjalin hubungan Mom. Violet juga belum tentu setuju untuk menikah secepat ini.” Ucap Deren.
Mommy Grysia pun segera menatap Violet, “Apa kamu belum ingin menikah nak?” tanya Mommy Grysia.
“I-itu terserah mommy saja.” Jawab Violet.
“Huh, baiklah kalian bertunangan saja dulu dan pernikahan kalian akan di adakan 4 bulan lagi. Pertunangan kalian akan di adakan sebulan lagi. Jadi cepatlah carilah cincin untuk pertunangan kalian. Untuk pernikahan kalian nanti biar mommy yang akan mempersiapkannya.” Ucap Mommy Grysia memutuskan.
“Kau setuju kan nak?” lanjut mommy Grysia menatap Violet.
Violet pun mengangguk, “Setuju kok Mom.” Jawab Violet. Mommy Grysia pun segera memeluk Violet erat, “Mommy senang nak akhirnya mommy bisa pergi dengan tenang.” Ucap Mommy Grysia.
“Mom jangan bicara begitu. Vio yakin mom pasti akan sembuh.” Ucap Violet yang memang sudah tahu penyakit mommy Grysia itu. Deren sudah menceritakannya saat mereka menandatangani perjanjian itu.
Mommy Grysia hanya tersenyum, “Kau sangat cantik dan baik nak. Tapi mommy tahu kondisi mommy.” Ucap Mommy Grysia. Violet pun hanya bisa memeluk mommy Grysia itu dengan erat. Entah kenapa dia sedih mendengar perkataan mommy Grysia itu mungkin karena dia merasa bersalah sudah membohongi wanita sebaik mommy Grysia yang tidak kalah baik seperti ibunya.
Deren yang melihat pemandangan di hadapannya itu tiba-tiba saja air matanya jatuh tapi dengan cepat dia menghapusnya, “Mom, ayo kita masuk dulu. Kita makan siang bersama.” Ajak Deren.
Mommy Grysia pun melepas pelukannya, “Nak, kau juga ikutlah makan bersama kami.” Ajak Mommy Grysia.
Violet hanya mengangguk lalu segera memapah Mommy Grysia masuk ke dalam. Mereka bercanda tawa dalam perjalanan memasuki kediaman itu. Sementara Deren mengikuti kedua wanita itu dari belakang.
“Syukurlah mommy menyukaimu. Penilaianku memang tidak pernah salah.” Gumam Deren dengan sikap narsisnya yang tinggi.
__ADS_1
Tapi dia memang sangat senang karena sang mommy langsung menyetujuinya tanpa bertanya padahal dulu jika sang mommy mendengar bahwa dia dekat dengan seseorang maka pasti saat dia tiba akan di terror ini itu hingga membuatnya pusing padahal itu hanyalah relasi bisnisnya. Kini tanpa penjelasan apapun dia langsung menyetujui Violet begitu saja, “Maaf yaa mom jika harus membohongimu. Maafkan aku!” batin Deren.
Sekitar 90 menit mereka di sana. Violet dan Mommy Grysia selama makan siang saling bicara dan curhat hingga Deren pun seperti tidak ada. Setelah makan siang dan Mommy Grysia puas berbagi cerita dengan Violet akhirnya Deren di izinkan untuk mengantar Violet pulang.