Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
80


__ADS_3

"Kenapa?"


"Karena kami sudah mendapatkan gaji kami dari nyonya besar. Dia selalu menggaji kami dengan gaji besar dan selalu saja di berikan bonus. Jadi menurut kami itu sudah cukup tuan." jawab Soraya.


"Gak apa-apa itu dari mommy dan ini dariku. Anggap saja ini ucapan terima kasih dariku." Balas Deren.


"Maaf tuan tapi kami memang tidak bisa menerimanya karena selain kami di gaji besar. Nyonya besar juga memberikan satu usahanya kepada kami. Apa tuan tidak menyadarinya? Jadi kami sungguh sudah cukup dengan semua pemberian nyonya besar. Kami bukan ingin menolak niat baik tuan tapi kami tidak ingin mengambil sesuatu yang melebihi jasa yang kami berikan kepada nyonya besar. Dia memberikan satu usahanya saja kepada kami itu sudah sangat berlebihan apa lagi jika tuan juga ikut memberi." Ucap Bima.


Deren yang mendengar ucapan bodyguard mommynya itu kembali membaca dokumen usaha sang mommy yang sudah beralih menjadi nama istrinya itu dengan seksama dan baru menyadari bahwa satu usaha sang mommy yang berada di pinggir kota tidak terdaftar, "Apa mommy memberikan usaha yang di pinggir kota kepada kalian?" tanya Deren memastikan.


Soraya dan Bima mengangguk, "Benar tuan. Jika anda keberatan akan hal itu kami bisa mengembalikannya." ujar Bima.


"Keberatan? Aku gak mungkin keberatan akan hal itu terlebih mommy yang memberikannya kepada kalian. Tapi satu hal yang aku bingungkan kenapa kalian dua orang dan hanya di berikan satu tempat usaha." ucap Deren bingung.


Soraya dan Bima yang mendengar perkataan Deren hanya saling memandang. Sementara Violet yang dari tadi diam karena masih syok dengan pengalihan usaha mertuanya pada dirinya membuka suara begitu melihat sesuatu, "Gak usah heran suamiku karena sepertinya mereka sudah tunangan atau mungkin sudah menikah." Ucap Violet tersenyum kepada Soraya dan Bima.


Deren yang mendengar jawaban sang istri segera menatap Soraya dan Bima atau lebih tepatnya melihat ke arah jari manis keduanya, "Apa kalian sudah menikah?" tanya Deren setelah melihat cincin di jari keduanya.


Soraya dan Bima segera mengangguk begitu mendapat pertanyaan dari Deren itu, "Benar tuan, kami sudah menikah. Dua bulan setelah kepergian nyonya besar kami memutuskan menikah. Maaf karena kami gak mengundang tuan dan nyonya." ucap Bima menunduk.


Deren tersenyum lalu mendekati mantan bodyguard mommynya itu dan menepuk bahunya, "Aku gak marah kok tapi jika kalian mengundang kami tentu saja lebih baik namun tenang saja aku tidak menyalahkan kalian. Aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian, doa terbaik untuk pernikahan kalian. Jagalah istrimu dengan baik." ujar Deren.


"Terima kasih tuan." jawab Soraya dan Bima bersamaan.

__ADS_1


Violet juga segera mendekati Soraya dan memeluknya, "Terima kasih sudah menjaga mommy dengan baik, terima kasih juga sudah menjalankan amanah mommy untuk mengantarkan ini kepada kami dan aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian." Ucap Violet lembut.


"Terima kasih nyonya." Balas Soraya terharu karena tidak menyangka seorang istri dari pengusaha nomor satu seperti Deren sangatlah ramah walau dia tahu bahwa semua pelayan dan bodyguard di Mansion sejak kedatangan Violet sangat memujanya tapi baru hari ini dia menyadari bahwa semua perkataan pelayan dan bodyguard itu benar bahwa Violet adalah seorang nyonya yang lembut dan tidak sombong dengan status sosialnya.


Deren yang melihat sang istri melakukan hal itu tersenyum karena dia tahu bahwa istrinya itu memiliki sifat lembut walau kadang di balut dengan sikap keras kepalanya, "Bima, Soraya kami berencana akan mengulang pernikahan kami jadi kami harap kalian harus hadir saat itu." ujar Deren.


Violet melepas pelukannya dari Soraya, "Bukan harap tapi harus. Kalian harus datang. Awas saja gak." ucap Violet.


Bima dan Soraya tersenyum, "Tentu nyonya kami pasti akan datang." jawab keduanya.


"Undangannya akan menyusul nanti." ucap Deren segera merangkul pinggang sang istri.


Bima dan Soraya tersenyum melihat sifat Deren itu. Mereka ikut bahagia melihat pernikahan Deren dan Violet yang di awali perjanjian akan menjadi pernikahan penuh cinta. Bima dan Soraya bisa melihat cinta itu di mata keduanya. Cinta yang sangat besar seperti mereka yang juga saling mencintai.


Soraya tersenyum, "Iya Alhamdulillah nyonya baru 4 minggu." Jawab Soraya tersenyum.


"Sungguh? Wah kalian sangat gercep." Ucap Deren hingga membuat Bima dan Soraya menunduk malu.


"Selamat untuk kalian." ucap Violet mengabaikan ucapan sang suami.


Soraya tersenyum lalu dia juga mengusap perut Violet, "Semoga untuk nyonya juga segera." ucapnya.


"Aamiin. Terima kasih." balas Violet.

__ADS_1


Soraya tersenyum membalasnya, "Tuan, nyonya kami pamit dulu karena sepertinya kami sudah menyita waktu kalian lama." ucap Bima.


"Baiklah kalian boleh pergi. Emm,, tapi sungguh kalian tidak ingin ini? Anggap saja hadiah pernikahan dari kami atau hadiah untuk calon anak kalian." ucap Deren kembali menyerahkan cek kosong itu.


"Maaf tuan kami sungguh tidak bisa menerimanya. Kami sangat berterima kasih untuk niat baik tuan tapi kami tetap tidak bisa menerimanya." Ucap Bima yang diangguki oleh Soraya.


Deren dan Violet tersenyum melihat itu karena mereka tidak menyangka masih ada orang yang tidak rakus akan harta. Mereka bangga bisa memiliki bawahan seperti Bima dan Soraya, "Saya bangga sama kalian. Terima kasih untuk semua kebaikan kalian dalam menjaga mommy." ucap Deren tulus.


"Itu sudah tugas kami tuan, jadi tidak perlu berterima kasih." ucap Soraya.


"Ahh tapi aku tidak ingin kehilangan bawahan seperti kalian yang memiliki loyalitas tinggi terhadap atasan. Jadi bisakah kalian bekerja lagi untukku?" Tawar Deren.


"Maafkan kami tuan kami sudah memutuskan untuk hidup di desa dan mengelola usaha nyonya besar yang dia berikan kepada kami. Maafkan kami lagi-lagi tidak bisa menerima tawaran ini." jawab Bima.


Deren menghela nafasnya, "Huh, padahal aku sangat ingin kalian tetap bekerja untukku tapi jika itu sudah menjadi keputusan kalian maka aku akan menerimanya walau aku sedikit kecewa. Semoga kalian bahagia." Ujar Deren.


"Jika tuan menerima kami akan menjanjikan satu hal untuk kalian. Kami akan mendidik anak kami nanti agar bisa menjadi bawahan yang baik dan bekerja untuk anak tuan dan nyonya nanti." ucap Soraya.


Deren tersenyum mendengarnya lalu menatap Bima, "Apa kalian yakin akan melakukan itu? Bima apa kau setuju dengan istrimu? Jujur saja itu tawaran yang aku sukai karena aku mempercayai kalian. Aku akan menjadikannya asisten putraku nanti." ucap Deren.


Bima tersenyum, "Kenapa anda menanyakan itu tuan. Karena bekerja kepada anda adalah jaminan pekerjaan yang sangat sulit di dapat. Jadi tentu saja saya sangat senang jika tuan menerima anak kami nanti sebagai bawahan putra tuan nanti." Ujar Bima.


"Baiklah kita sepakati begitu saja." Balas Deren tersenyum.

__ADS_1


Lalu setelah menyepakati itu, Soraya dan Bima segera pamit pulang. Deren dan Violet pun segera mengizinkannya.


__ADS_2