Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
56


__ADS_3

Violet setelah melaksanakan sholat subuh dia berdoa untuk dirinya di setiap hari ulang tahunnya dan untuk permintaannya kali ini sepertinya adalah permintaan tersulit yang pernah dia minta.


Deren yang juga baru selesai melaksanakan sholat di ruang sebelah karena mereka memang tidak pernah sholat berjamaah entahlah kenapa mereka tidak melakukan itu, “Vio!” panggil Deren.


Violet segera menoleh dan menatap Deren sekilas, “Kita hari ini akan ke pantai untuk merayakan ulang tahunmu. Kau tidak bisa menolaknya karena ini sudah permintaan Carra, jika aku membatalkan ini dia pasti akan mengamuk karena aku sudah membatalkan pesta pernikahan kita. Jadi dia bersikeras untuk merayakan ulang tahunmu ini di pantai.” Ucap Deren.


“Apa harus pergi? Siapa saja yang akan ikut?” tanya Violet.


“Kita berempat. Kau tenang saja aku akan menyuruh seseorang untuk menemani ibu karena kita akan menginap di sana karena Carra ingin melihat matahari terbit.” Jawab Deren.


Violet mengangguk, “Ouh baiklah jika begitu. Aku juga ingin melihat matahari terbit. Ohiya tapi aku ingin mengunjungi ibu hari ini. Bisa kan?” tanya Violet.


Deren mengangguk, “Kau gak perlu mengunjungi ibu karena dia akan datang bersama Edgar nanti. Kita juga akan berangkat mungkin pukul 2.” Ucap Deren.


“Ouh ok aku mengerti.” Ucap Violet.


Deren setelah mengatakan itu segera keluar menuju ruang olahraga sementara Violet segera turun menuju ke bawah yang ternyata di sana sudah ada sang ibu, Edgar dan Carra, “Kalian di sini?” tanya Violet segera mendekati ibunya lalu memeluknya.


“Ibu aku merindukanmu.” Ucap Violet.


“Baru juga tiga hari lalu kau ke rumah masa sudah rindu sih. Ohiya sayang selamat ulang tahun yaa! Sekarang kau sudah berusia 29 tahun dan ini adalah akhir umurmu yang masih berangka dua karena tahun depan akan berangka tiga.” Ucap ibu Anggi menciumi wajah sang putri.


“Ihh ibu! Terima kasih.” Ucap Violet manja.


“Selamat ulang tahun kak.” Ucap Edgar dan Violet pun segera memeluk adiknya itu yang sudah tumbuh besar bahkan sudah lebih besar darinya.

__ADS_1


“Terima kasih! Kakak menyayangimu.” Ucap Violet lalu beralih menatap Carra yang langsung memeluknya.


“Selamat ulang tahun kakak ipar. Kakak sudah mengatakan padamu kan? Hari ini kita akan ke pantai dan kau tidak boleh menolaknya. Aku sudah mengatur pesta kecil untukmu disana dan kita akan menginap di sana agar besoknya kita bisa melihat matahari terbit nanti.” Ucap Carra.


“Terima kasih atas semuanya sayang.” balas Violet.


“Ibu berdoa semoga kau segera punya anak nak. Apa kau belum hamil?” tanya ibu Anggi.


Violet yang mendengar itu hanya tersenyum karena sudah membohongi mereka, “Ibu berdoa saja yaa semoga aku cepat hamil.” Ucap Violet kelu.


“Tentu nak tanpa kau minta ibu pasti berdoa untuk anak-anak ibu tapi setidaknya kalian juga usaha dong nak. Pernikahan kalian sudah lima bulan jadi sepertinya sudah cukup pacarannya dan sudah bisa memiliki anak.” Ucap ibu Anggi yang masih tidak menyadari ekspresi di wajah Violet.


“Terima kasih bu!” ucap Violet.


Setelah itu mereka segera menuju meja makan untuk sarapan bersama. Hari ini Violet tidak bergabung dengan para maid untuk membuat sarapan dan para maid pun tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka tahu mereka di bayar untuk itu dan mereka juga tahu bahwa hari ini nyonya mereka itu sedang ulang tahun. Para maid dan bodyguard yang sudah menyapa Violet sudah mengucapkan ulang tahun padanya.


“Ahh ibu bisa aja. Mereka memang begitu kok.” balas Violet lalu membantu ibunya mengambil sarapan setelah itu membantu Deren juga mengambilnya sarapan.


“Ibu hari ini kami akan pergi ke pantai dan--” ucap Deren terpotong.


“Ibu sudah tahu nak, kau gak perlu khawatir karena ibu mengerti kalian yang ingin merayakan ulang tahunnya. Ibu bahagia karena putri ibu bisa merasakan kembali suasana dinner di hari spesialnya. Terima kasih nak sudah menyayangi putri ibu.” ucap ibu Anggi tulus.


Violet segera menggenggam tangan ibunya, “Ibu jangan pernah mengatakan itu karena bagiku ulang tahun yang kulalui bersama ibu dan Edgar adalah yang terbaik karena aku bisa merasakan masakan kesukaanku yang di buat olehmu bu.” Ucap Violet.


“Jika ibu ingin ibu bisa ikut kami ke pantai untuk merayakan ulang tahun Vio di sana bu.” Ucap Deren.

__ADS_1


“Iya ibu, ibu ikut aja.” Timpal Carra.


“Gak usah nak ibu gak tahan suasana dingin dan ini adalah acara anak muda. Gak usah merasa bahwa ibu tersinggung karena sebaliknya ibu sangat bahagia. Kalian pergilah!” ucap ibu Anggi.


Mereka pun segera melanjutkan sarapan mereka itu lalu ibu Anggi dan Violet setelah selesai sarapan mereka ke dapur untuk memasak bersama kue kesukaan Violet karena Violet ingin memakannya di hari ulang tahunnya ini. Ibu Anggi pun hanya bisa menurutinya saja.


Para maid di dapur pun hanya melihat saja karena Violet sudah melarang mereka membantu dan justru diperintahkan kembali ke tugas mereka masing-masing.


Sekitar satu jam akhirnya kue kesukaan Violet buatan sang ibu sudah jadi tapi masih ada beberapa yang masih di panggang untuk di berikan kepada para maid dan bodyguard.


“Carra ayo makan sayang.” ucap Violet memberikan kue itu kepada adik iparnya dan adiknya itu yang tengah menonton.


“Wah, aku juga menyukai ini ibu.” Ucap Carra.


Ibu Anggi tersenyum, “Ya sudah makanlah nak.” ucap Ibu Anggi segera bergabung dengan mereka duduk di ruang keluarga itu sementara Violet segera mengantarkan beberapa kue ke ruang kerja suaminya bersama segelas susu.


Setelah jam menunjukkan pukul sepuluh siang, Edgar dan Carra segera mengantar sang ibu untuk pergi ke rumah bersama maid yang akan menemani ibunya hari ini.


Sementara Violet menyiapkan beberapa pakaian yang akan di bawa untuk menginap di sana.


***


Singkat cerita, kini mereka berempat sedang berada di makam mommy Grysia dan daddy Robert karena Violet ingin mengunjungi mertuanya ini di hari ulang tahunnya. Selain itu juga Carra dan Deren sepertinya memang ingin mengunjungi kedua orang tua mereka yang sudah berpulang.


“Assalamu’alaikum mommy, daddy. Lihat hari ini kami datang mengunjungi kalian. Kakak ipar juga datang, dia yang ingin mengunjungi kalian di hari ulang tahunnya ini. Daddy kau mungkin belum melihat kakak ipar tapi aku yakin kau pasti sudah melihatnya dari sana. Dia kakak ipar terbaik yang aku punya. Mommy, daddy jangan khawatirkan aku karena aku bahagia di sini ada kakak, kakak ipar dan Edgar kekasihku yang akan menjagaku. Kalian jangan khawatirkan aku!” ucap Carra.

__ADS_1


Violet yang mendengar curahan hati adiknya itu segera memeluknya, “Mommy, daddy aku datang mengunjungi kalian. Aku harap kalian sudah bertemu di sana dan berbahagia. Aku janji akan menjaga Carra kalian dengan baik. Aku juga berharap kalian bisa menerima adikku sebagai calon suami Carra. Aku tahu adikku memiliki banyak kekurangan tapi aku pastikan dia tidak akan pernah menyakiti hati dan fisik Carra.” ucap Violet.


__ADS_2