
Acara demi acara berlalu dan para relasi bisnis Deren juga tinggal sedikit yang belum memberi selamat. Violet seketika tersenyum kembali melihat siapa yang naik ke pelaminan dengan diikuti kedua orang tuanya dari belakang. Deren juga ikut tersenyum menyambut orang itu, bisa di katakan orang penting dalam hubungan yang terjalin antara dirinya dengan sang istri, “Ibu Vio kau sangat cantik seperti bidadari.” Ucap gadis kecil itu tidak lain adalah Cally.
“Kau juga cantik sayang. Kenapa datang terlambat?” ucap Violet.
“Maaf ibu Vio tadi kami terjebak macet karena ada kecelakaan di jalan jadi telah deh kesini.” Jawabnya menggemaskan.
“Ouh begitu yaa. Ya sudah gak apa-apa yang penting Cally sudah datang. Ibu Vio senang kok Cally datang. Ohiya di sana ada ice cream.” Tunjuk Violet ke arah ice cream.
“Sayang, ayo berikan hadiah untuk ibu Vio sayang.” ucap ibunya Cally.
Cally pun akhirnya tersadar lalu segera mengeluarkan apa yang dia buat yaitu sebuah buku gambar. Violet menerimanya dan membukanya seketika dia terharu karena buku gambar itu berisi kejadian saat pertama kali Deren bertemu Violet. Yah kejadian Deren hampir menabrak Cally. Gadis kecil itu sepertinya melihat siluet Deren yang ada dalam mobil, “Terima kasih nak, ini sangat cantik. Ini hadiah paling berharga yang ibu Vio dapat.” Ucap Violet mencium pipi gadis kecil itu, untung saja lipstiknya mahal hingga tidak meninggalkan tanda di pipi gadis kecil itu.
Deren mengambil gambar Cally dan dia tersenyum, “Jadi kamu melihat om sayang?” tanya Deren dan Cally mengangguk.
Deren segera menggendong gadis kecil itu ke pelukannya walau orang tua Cally melarang karena bagaimana mungkin mereka membiarkan seorang Deren pengusaha nomor satu menggendong putri mereka yang memang benar mereka berasal dari pengusaha tapi hanya pengusaha kelas menengah saja. Jadi mereka merasa sungkan Deren melakukan itu kepada putri mereka. Mereka bahkan tadi khawatir saat sang putri mengatakan ingin memberi hadiah gambarnya kepada Violet yang ternyata justru di sukai keduanya.
Deren tetap menggendong gadis kecil itu tanpa memedulikan yang lain karena baginya jika gadis kecil itu saat itu tidak nekat menyebrang hanya untuk sebuah ice cream maka mungkin dia tidak akan melihat dan jatuh cinta pada Violet.
__ADS_1
Setelah cukup lama akhirnya Cally dan kedua orang tuanya turun dari pelaminan setelah mengambil foto dan mengucap selamat.
Tidak terasa sudah dua jam resepsi pernikahan itu berlalu dan seluruh relasi bisnis Deren dan tamu undangan dudah selesai memberi selamat dan mengambil foto bahkan Violet juga sudah melempar bunga dan yang mendapatkannya adalah Arini hingga kini tibalah di acara yang paling di tunggu-tunggu yaitu dansa.
Lagu dansa sudah di putar dan sudah ada beberapa pasangan mulai turun ke lantai dansa termasuk Carra dan Edgar yang juga sudah mulai berdansa. Violet tersenyum melihat pasangan yang mulai berdansa itu sambil dia menepuk kedua tangannya. Violet teringat momen dia berdansa bersama Deren di pesta ulang tahun Violet. Dia yang anti orang baru entah kenapa dengan mudahnya menyetujui tawaran dansa yang diajukan Deren. Mungkin itu adalah bagian dari takdir keduanya.
Violet serius melihat ke lantai dansa hingga tidak sadar sang suami sudah berlutut di hadapannya, “Ayo kita berdansa ratuku.” Ajak Deren sambil mengulurkan tangannya.
Violet tersenyum memandang sang suami lalu sama seperti saat ulang tahun Carra yang dia tidak mampu menolak hari ini pun sama, dia langsung menerima uluran tangan suaminya. Setelah itu Deren dan Violet segera menuju lantai dansa dan pasangan suami istri itu berdansa dengan sangat baik walau Violet memakai gaun pengantin, memang dasar keduanya saja sama-sama pandai menari bahkan Violet dan Deren tidak latihan dulu tapi tetap saja dansa yang mereka tampilkan memikat para tamu undangan hingga membuat mereka semakin kagum akan pasangan itu.
Akhirnya tepat jam satu resepsi itu selesai, bukan selesai juga karena masih ada beberapa orang di aula tapi yang pasti Deren dan Violet sudah tidak ada di sana karena keduanya sudah meninggalkan aula setelah selesai berdansa dan di sinilah mereka berada di ruangan tempat Violet tadi di rias, “Sini aku bantu sayang.” ucap Deren segera mendekati sang istri untuk membantu melepaskan gaun pernikahannya. Violet hanya menurut saja karena dia juga memang sedang memakai alas di dalam gaun itu.
Setelah gaun Violet di lepas dia segera menghapus make up-nya karena mereka belum melakukan sholat. Deren pun juga tidak mungkin melakukan itu siang hari, dia masih memiliki perasaan jika harus memaksa istrinya melakukan itu di siang hari dan dalam keadaan mereka sedang lelah yang baru saja melakukan resepsi pernikahan yang menguras tenaga. Senafsu-nafsunya dia dengan istrinya dia masih memiliki cinta yang besar sehingga dia pasti bisa mengendalikan nafsunya itu.
Setelah Violet selesai menghapus make upnya dia segera mandi bergantian dengan sang suami yang sudah mandi terlebih dahulu lalu keduanya melakukan sholat bersama.
“Sayang, kamu lapar gak?” tanya Deren begitu mereka selesai sholat dan Violet masih merapikan alat sholat yang mereka pakai.
__ADS_1
Violet mengangguk dengan ekspresi khas orang lapar karena memang benar dia tengah kelaparan. Deren yang melihat itu terkekeh dan segera mengajak rambut sang istri, “Kasihannya istriku kelaparan. Mau makan apa sayang? Mau makan di sini atau kita turun ke bawah?” tanya Deren.
“Di sini saja. Jujur saja aku lelah suamiku. Ohiya makanannya terserah padamu saja suamiku.” Jawab Violet jujur.
Deren pun segera mengangguk lalu dia segera memesan makanan untuk mereka. Setelah selesai memesan, Deren mendekati Violet yang sedang berada di depan cermin memeriksa matanya, “Ada apa sayang?” tanya Deren.
“Gak kenapa-kenapa kok hanya sedikit perih saja mungkin karena soflens yang tadi ku pakai.” Balas Violet.
Deren pun mengangguk mengerti lalu segera menarik sang istri ke ranjang yang ada di ruangan itu dan duduk di pinggiran ranjang lalu dia meniup mata sang istri dengan lembut, “Masih perih?” tanya Deren.
Violet menggeleng, “Sudah gak kok suamiku.” Jawab Violet.
Violet dan Deren berbaring di ranjang itu sambil menunggu pesanan mereka. Deren melihat ponselnya yang ternyata di sana artikel yang Arini rilis sedang booming dan namanya serta sang istri sedang trending di semua media, “Apa yang kau lihat suamiku?” tanya Violet.
Deren segera mendekat kepada istrinya dan memperlihatkan apa yang sedang dia lihat, “Wah, aku tidak menyangka bahwa kita akan trending suamiku. Aku merasa jadi artis saja.” ucap Violet tertawa.
Tidak lama setelah itu pesanan mereka datang dan keduanya segera menghentikan aktivitas mereka membaca berita dan langsung mengisi perut mereka yang kelaparan meminta di isi. Setelah selesai makan mereka mengistirahatkan tubuh mereka dengan tidur berdua sambil berpelukan. Tidak ada yang terjadi antara pasangan suami istri itu lebih dari pelukan. Mungkin keduanya sedang mengistirahatkan tubuh agar fit untuk kegiatan nanti malam. Hehehehh!
__ADS_1