
Sementara Violet yang sudah keluar bersamaan dengan sang suami yang juga turun ke tempat di mana pernikahan akan di laksanakan kini sudah ada di depan ruangan Carra. Violet mengetuk pintu dan mengucap salam sebelum masuk dan baru di izinkan masuk oleh orang yang ada dalam ruangan barulah Violet masuk.
Violet tersenyum lalu mendekati Carra yang masih di rias tapi sudah hampir selesai, "Kau sangat cantik." Puji Violet.
Carra hanya membalas tersenyum, "Nyonya, apa anda mau merias wajah juga?" tanya salah satu MUA yang memang sudah tidak lagi membantu Carra di rias karena sudah di rias oleh teman satunya. Carra memang menggunakan dua orang MUA yang dua-duanya sangat hebat.
Violet pun mengangguk, "Tapi seperti biasa saya ingin make up yang ringan senatural mungkin" Ucap Violet.
"Kami mengerti nyonya." ucap MUA itu yang memang saat pertunangan Carra mereka juga yang di pakai bahkan saat pernikahan Violet juga mereka yang dipakai jasanya dan mereka sudah hafal karakter nyonya Deren itu yang tidak menyukai make up tebal. Jika saja saat dia menikah dan Carra tidak mengancam mungkin nyonya Deren itu akan menggunakan riasan natural seperti biasa.
Menurut MUA memang wajah Violet itu sangat cocok dengan semua model make up karena memang sudah cantik bahkan tanpa make up sekalipun.
Violet segera duduk di kursi yang ada di samping Carra dan langsung dimulai untuk riasan wajahnya.
Carra sekitar 10 menit kemudian sudah selesai di rias dan kini tinggal di bantu memakai hijab untuk kebayanya.
Sekitar hampir satu jam kemudian akhirnya Violet selesai di make up dan juga selesai memakai gaunnya yang ternyata bisa di ubah menjadi kebaya dan karena ini acara akad maka Violet menggunakan look kebaya dan nanti sebentar akan di tambahkan aksen gaunnya jika sudah selesai akad. Sementara Carra juga sudah sangat cantik dengan kebayanya. Kini kedua wanita itu sudah sangat cantik dan sudah terlihat seperti pengantin saja keduanya yang membedakan mereka hanya make up yang mereka gunakan jika Violet terlihat senatural mungkin dan Carra dengan make up sedikit berat memang sesuai dengan riasan pengantin namun tetap memperlihatkan kesan muda untuk umur Carra. Selain dari make up yang membedakan mereka juga yaitu kebayanya yang dipakai Carra sedikit lebih mewah dari milik Violet namun keduanya sama-sama terlihat sangat cantik dengan kebaya masing-masing.
__ADS_1
"Kak, kau sangat cantik. Aku saja menjadi insecure denganmu kak karena walau kau sudah menikah dan usiamu yang di atasku tapi kau sangat cantik." Ucap Carra.
Violet pun tersenyum, "Kau ini kita itu sama. Kau juga sangat cantik dek." Ucap Violet balik.
"Sudah kakak turun dulu yaa mau menemani kakakmu menerima tamu. Kamu gak gugup kan kakak tinggal sendiri." Ucap Violet kemudian sambil memegang tangan Carra yang lumayan dingin tanda bahwa dia gugup.
"Gugup kak. Sedikit!" ucap Carra tersenyum.
"Jangan gugup kamu amalkan apa yang kakak sudah katakan padamu. Gugupmu pasti akan segera hilang." ucap Violet menepuk bahu adik iparnya itu yang sebentar akan menjadi adik iparnya lagi untuk kedua kalinya. Violet akan tersenyum jika mengingat hubungan mereka sangat unik.
***
Singkat cerita, kini semua tamu undangan sudah hadir sama seperti akad pernikahan kedua Deren dan Violet yang memang hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu saja begitu juga dengan akad pernikahan Edgar dan Carra ini. Tamu undangan yang berasal dari relasi bisnis Deren tentunya akan hadir saat resepsi nanti.
Violet dan Deren begitu melihat semuanya sudah siap dan keluarga mempelai juga sudah tiba begitu juga dengan tamu undangan yang memang di undang saat akad sudah tiba pun segera menghadap ke petugas dari KUA yang memang juga sudah tiba. Kini Deren dan Edgar sudah saling duduk berhadapan dengan dua orang saksi dan petugas KUA. Deren tersenyum melihat adik iparnya yang dulunya bertindak sebagai wali nikah Violet kakaknya saat Deren menikahi Violet kini mereka kembali berada di satu meja yang sama dengan suasana yang berbeda karena hari ini Derenlah yang bertugas menjadi wali nikah untuk adiknya, "Apa kau gugup adik ipar?" tanya Deren yang tanpa bertanya pun dia sudah bisa melihat bahwa adik iparnya itu sedang gugup.
Setelah semuanya siap akad nikah pun di mulai. Violet sedang duduk bersama ibunya menyaksikan bagaimana Edgar akan mengucapkan ijab qabul-nya nanti.
__ADS_1
Deren dan Edgar ini sudah saling berjabat tangan. Deren menjabat tangan Edgar itu erat seolah membantu menghilangkan kegugupan adik iparnya itu, "Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Areska Edgarra Smith bin Smith Leonardo dengan adik perempuan saya Carramel Berlian Robert binti Robert Adkerson dengan mas kawin uang sebesar 1 miliar dollar US dan 1 set perhiasan berlian di bayar tunai." Ujar Deren mengucap kalimat ijab
?Saya terima nikah dan kawinnya Carramel Berlian Robert binti Robert Adkerson dengan mas kawin uang sebesar 1 miliar dollar US dan 1 set perhiasan berlian di bayar tunai.? ucap Edgar dalam satu tarikan nafasnya.
"Gimana para saksi? Sah?" Tanya petugas agama dan langsung mendapat jawaban sah dari semua tamu undangan.
Edgar yang mendengar itu seketika lega begitu jiga dengan Deren yang menatap adik iparnya itu yang kini sudah sah menyandang sebagai adik iparnya untuk kedua kali.
Violet dan ibu Anggi yang melihat Edgar kini sudah sah menyandang gelar suami terharu. Kedua wanita itu saling memeluk, "Ibu sangat bahagia nak bisa mengantarkan kalian menemukan kebahagiaan kalian." Ucap Ibu Anggi.
Violet pun mengangguk, "Adik kecilku sudah sah menyandang sebagai suami bu." ujar Violet yang diangguki oleh Ibu Anggi. Setelah kedua wanita itu saling terharu kini mereka meninggalkan tempat akad dab menuju ruangan di mana Carra berada untuk membawanya menemui suaminya.
Begitu mereka masuk langsung di sambut Carra dengan senyuman walau ruangan Carra berada satu tingkat di lantai di mana akad di laksanakan namun semuanya di atur agar Carra bisa mendengar kalimat ijab yang diucapkan suaminya yah suami dia sudah sah menyandang gelar seorang istri beberapa menit yang lalu. Violet segera mendekati Carra dan memeluknya, "Selamat sayang. Kau sudah sah menjadi seorang istri." ucap Violet.
Carra pun mengangguk sambil meneteskan air matanya. Dia bahagia karena sudah menikah namun dia juga sedih saat pernikahannya kedua orang tuanya sudah gak ada tapi Carra yakin orang tuanya pasti menyaksikan pernikahannya itu.
Setelah Violet memeluk Carra kini bergantian ibu Anggi yang memeluk Carra yang kini sudah sah menjadi menantunya, "Jangan sedih nak. Di sini ada ibu yang akan mendampingimu." ucap ibu Anggi lembut, dia tahu menantunya itu pasti sedih teringat orang tuanya. Carra pun mengangguk dalam pelukan ibu Anggi.
__ADS_1