
Kini setelah acara syukuran kehamilan Violet dan Carra semua keluarga menginap di Mansion karena Deren memang sudah meminta Carra dan Edgad untuk menginap di mansion sampai nanti melahirkan nanti. Edgar dan Carra awalnya menolak namun karena Deren mengatakan kasihan dengan ibu Anggi yang bolak balik antara mansion dan rumah mereka akhirnya kedua adik mereka itu setuju untuk tinggal di mansion. Ibu Anggi pun menginap juga di mansion sampai melahirkan Violet dan Carra nanti.
Kini Violet dan Deren sedang ada di kamar mereka yang sudah berpindah ke lantai bawah karena walaupun mansion itu memiliki lift namun Deren tetap tidak ingin membahayakan sang istri dengan anak-anaknya itu sehingga memindahkan kamar mereka ke lantai bawah di kamar mendiang mommy dan daddy-nya.
"Mas!" panggil Violet.
Deren pun segera menatap sang istri dan berjalan mendekati istrinya itu yang kini sedang duduk di meja rias, "Ada apa? Kamu mau apa sayang?" tanya Deren lembut lalu memeluk istrinya itu dari belakang sambil mengusap perut istrinya yang sudah besar.
"Mas, aku pengen nasi goreng buatanmu." ucap Violet.
Deren yang mendengar itu mengangkat alisnya, "Apa istriku ini masih lapar? Apa makan malam tadi tidak cukup?" tanya Deren.
Violet mengangguk dengan perlahan, "Aku gak tahu suamiku. Aku hanya ingin makan lagi dan ingin makan nasi goreng buatanmu. Aku gak tahu kenapa napsu makan ku bertambah terus padahal aku sudah berusaha untuk menjaganya. Bahkan kini berat badanku naik banget. Ahh aku jadi insecure kan melihat berat badanku." Ucap Violet menatap dirinya di cermin di depannya.
Deren yang mendengar itu tersenyum, "Sudah jangan pikirkan apapun. Berat badan bisa di turunkan nanti setelah melahirkan nanti jika kau tidak nyaman dengan berat badanmu. Jika untukku apapun bentukmu nanti aku tetap akan mencintaimu dan tidak akan berubah sampai kapan pun. Karena kau seperti ini demi anak-anak kita. Jadi kau tidak perlu takut jika mau makan apapun. Kamu kan tahu napsu makan yang tinggi saat hamil itu kan normal apalagi kau hamil triplets sayang. Jadi butuh asupan nutrisi lebih banyak." Ucap Deren lembut. Dia memang sangat menyayangi istrinya ini. Istri yang dia pilih sendiri. Istri yang ternyata adalah anak kecil yang melamar nya dulu. Rahasia takdir mereka sangat unik.
"Sudah yaa. Lebih baik kamu tunggu di sini mas mau masak dulu nasi goreng untukmu dan anak-anak kita." Ucap Deren kemudian.
"Aku ikut mas. Aku mau melihatmu memasak. Anak-anak kita mau melihat daddy mereka memasak." ucap Violet sambil mengusap perut buncitnya.
__ADS_1
Deren pun tersenyum, "Baiklah kalau begitu. Ayo anak-anak daddy mari temani daddy memasak." ucap Deren lalu menggandeng istrinya itu menuju dapur.
Begitu tiba di dapur mereka kaget melihat Edgar dan Carra di sana. Edgar sedang memotong sayuran sementara Carra duduk saja melihat, "Kalian di sini? Ngapain dek?" tanya Violet.
"Kakak sama kakak ipar sendiri ngapain kesini?" Tanya Carra balik.
Violet pun tersenyum mendengar pertanyaan adik iparnya itu lalu segera duduk di samping Carra. Sementara Deren segera mengambil celemek dan segera ikut bergabung dengan Edgar. Deren mempersiapkan semua bumbu yang dia butuhkan untuk membuat nasi goreng.
"Kak, apa kau mengidam juga ingin di masakin suamimu?" tanya Carra.
Violet tersenyum lalu mengangguk, "Kakak tiba-tiba merasa lapar dek dan ingin di makan nasi goreng buatan kakakmu itu. Ohiya kalau kau ingin di masakin apa oleh Edgar?" tanya Violet.
"Aku ingin sup kak." jawab Carra tersenyum.
"Sekitar 12 kilo mungkin kak. Aku risih sih kak tapi demi anakku aku rela lagian kak Edgar juga gak masalah dengan berat badanku. Ohiya kalau kak Vio naiknya berapa?" Tanya Carra.
"Sekitar 20 kilo kayaknya. Lihatlah kakak segendut apa sekarang tapi kakakmu juga sama dia tidak keberatan sama sekali dengan keadaan kakak seperti ini. Dia justru khawatir jika kakak menahan ingin makan." ucap Violet.
"Suami kita sama kak." Timpal Carra lalu keduanya tertawa setelah itu. Keduanya seperti saling barter. Deren yang kakaknya Carra adalah suami Violet sementara Edgar adiknya Violet adalah suami Carra. Dan kebaikan yang di lakukan Deren kepada Violet maka kebaikan yang sama pula di lakukan Edgar kepada Carra. Deren dan Edgar adalah suami yang memperlakukan istri mereka sebaik mungkin. Keduanya mencintai istri mereka dengan penuh cinta dan ketulusan. Tidak ada paksaan sama sekali dalam memperlakukan istri mereka layak ratu.
__ADS_1
Setelah sekitar kurang lebih satu jam kedua laki-laki itu berkutat dengan panci dan spatula akhirnya masakan buatan mereka jadi juga.
Violet dan Carra menunggu di meja makan sementara suami mereka menyiapkan makanan untuk kedua wanita hamil itu. Jika biasanya para istri yang melakukan semua itu kini bergantian para suami yang melakukannya.
"Silahkan di makan sayang." ucap Edgar memberikan semangkuk sup kepada istrinya itu.
Carra pun menerima dengan senang hati dan dengan semangatnya dia segera mencicipi sup buatan suami tersayang nya itu yang ternyata sangat lezat. Tidak kalah dengan masakan yang di buat ibu Anggi dan Violet, "Enak." ucap Carra singkat lalu kembali meminum sup itu.
Edgar pun tersenyum mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya itu. Syukurlah jika istrinya itu menyukai masakannya, dia tidak rugi susah memasak.
Sementara Violet dan Deren pun terjadi hal yang sama. Nasi goreng buatan Deren itu sangat lezat tidak kalah dengan nasi goreng buatan Violet sendiri. Violet serius menghabiskan makanan buatan suaminya itu. Deren tersenyum lalu mengambil alih menyuapi istrinya itu. Dia sangat bahagia melihat Violet makan walaupun istrinya itu tidak nyaman dengan berat badannya yang baik pesat. Namun bagi Deren yang penting istrinya itu sehat beserta janin yang ada dalam kandungan istrinya tidak bermasalah sedikit pun. Dia akan mencintai istrinya itu walaupun dengan bentuk tubuh yang berubah sampai nanti keriput menghiasi wajah istrinya dia akan terus mencintainya.
Setelah itu Carra dan Violet saling bertukar makanan. Violet mencicipi sup buatan adiknya begitu pun sebaliknya Carra mencicipi nasi goreng buatan Deren, "Masakan kalian enak. Kami menyukainya. Terima kasih." ucap Violet di angguki oleh Carra.
Deren dan Edgar pun tersenyum lalu mengusap kepala istri mereka masing-masing, "Syukurlah kalian menyukainya." Ucap Deren tersenyum.
Setelah itu kedua pasangan itu segera kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat karena memang sudah lumayan larut malam.
"Mas, terima kasih sudah menuruti ngidamku yaa. Aku mencintaimu suamiku." ucap Violet berada dalam dekapan suaminya itu.
__ADS_1
Deren tersenyum lalu mengecup kening istrinya lembut dan mengusa perut buncit istrinya, "Aku juga mencintaimu sayang. Aku mencintaimu dan juga anak-anak kita. Aku akan menjadi suami dan daddy terbaik untuk kalian." ujar Deren.
Violet pun mengangguk lalu keduanya segera menutup mata untuk segera tidur.