Perjanjian Hati

Perjanjian Hati
100


__ADS_3

Flashback on


Beberapa tahun lalu Violet kecil yang suka di panggil Lia daripada Violet sangat excited setiap orang tuanya datang ke panti asuhan untuk menyumbang. Ibu Anggi dan ayah Smith hanya tersenyum melihat itu karena mereka hanya menyangka Violet senang datang kesana karena bisa bertemu dengan banyak akan lain tapi mereka gak tahu bahwa dia datang kesana bukan untuk bertemu dengan anak-anak itu tapi hanya saru orang yang ingin dia temui yaitu seorang pria kecil yang saat itu berusia 9 tahun dan dia masih lima tahun lebih beberapa bulan setiap begitu tiba di panti dia selalu izin kepada ayah dan ibunya untuk keluar. Ayah Smith dan ibu Anggi pun mengizinkannya saja karena mereka berpikir anaknya itu hanya ingin bermain dengan anak lain. Violet memang ingin bertemu anak panti itu tapi dia hanya ingin menemui satu orang yang sudah menarik perhatiannya saat pertama kali datang kesini, "Hi kakak aku datang." sapa Violet mengagetkan seorang anak lelaki yang sibuk dengan kegiatannya.


Anak kecil itu yang sudah hafal siapa yang datang hanya dengan mendengar suaranya tidak menoleh sama sekali dan tetap sibuk dengan kegiatannya, "Kak Deri lihatlah aku. Aku hari ini memakai pakaian cantik yang baru saja di belikan ayah. Aku cantik kan?" tanya Violet kecil yang hanya mendapat tatapan sekilas dari pria kecil itu yang dia panggil Deri.


Violet kecil tidak hilang akal hingga dia pun mengganggu kegiatan pria itu, "Kenapa sih kamu selalu datang kesini menggangguku? Kenapa juga kau selalu menemukanku?" tanya Deren kecil tajam dan sedikit nada membentak. Yah, entah kenapa Violet kecil selalu bisa menemukan di mana laki-laki itu berada.


Violet kecil sebenarnya ingin menangis mendengar bentakan itu tapi dia menahannya, "Aku janji kak ini akan jadi pertemuan terakhir kita. Setelah ini aku tidak akan datang lagi dan mengganggumu tapi satu hal yang harus kau ingat kau tidak boleh memiliki pacar nanti jika sudah besar karena aku akan datang menemuimu nanti dan akan menikahimu. Ingat itu kak, aku Lia berjanji akan melakukan itu saat kita dewasa nanti." ucap Violet kecil penuh tekad lalu dia segera berlari dari sana meninggalkan Deren kecil yang merasa bersalah karena menyakiti gadis itu karena tak dia pungkiri kedatangan gadis kecil itu yang selalu mengganggunya dengan segala keceriaannya sedikit menghiburnya tapi entah kenapa dia bisa membentaknya tadi.


Setelah itu semua anak di ajak berkumpul untuk berfoto bersama dan saat itulah foto itu diambil. Violet kecil walau tadi dia sedih dengan bentakan Deren tetap meminta untuk foto berdua dengan laki-laki kecil itu. Dia tersenyum ceria di foto itu karena dia menganggap itu adalah kenangan terakhir yang akan dia miliki dan ternyata itu menjadi kenyataan.


Violet yang sudah berjanji itu akan menjadi pertemuan terakhir mereka dalam beberapa dua bulan dia yang biasanya excited ikut memiliki tidak ikut dan tinggal di rumah bermain dengan nanny-nya. Violet juga perlahan-lahan keceriaannya menghilang lalu saat bulan ketiga dia ikut dia tidak menemukan dimana Deren kecil berada dan mendengar bahwa pria itu sudah diadopsi. Violet kecil yang belum memahami apa itu adopsi hanya meyakini bahwa pria itu sudah tidak ada di sana. Dan sejak itulah dia tidak lagi ikut pergi ke panti asuhan dan berubah jadi Violet yang dingin dan dia juga sudah tidak mau lagi di panggil Lia.

__ADS_1


Ayah Smith dan ibu Anggi yang sebenarnya bingung dan khawatir akan putrynya yang berubah sampai membawanya ke psikiater tapi kata psikiater tidak ada yang salah dengan psikologisnya. Dan sejak itulah dia mulai dipanggil Violet.


Flashback off


Deren yang mendengar cerita istrinya semakin mengeratkan pelukannya, "Maaf yaa sayang atas bentakanku saat itu. Sungguh setelah itu aku dihantui perasaan bersalah dan selama dua bulan itu aku menunggu kedatanganmu tapi kau tidak datang dan datanglah mommy dan daddy mengadopsiku." Ucap Deren masih merasa bersalah.


Violet tersenyum mendengar pengakuan suaminya, "Aku sudah memaafkanmu suamiku." jawab Violet.


"Tahu gak sayang sejak kau mengatakan bahwa aku gak boleh memiliki kekasih setiap ada gadis yang mendekat aku selalu merasa risih dan wajah kecilmu selalu teringat hingga membuatku tidak memiliki kekasih satu pun." ucap Deren jujur.


"Kau benar sayang. Itu karma untukku dan aku tidak menyesalinya karena dengan begitu aku bisa bertemu denganmu lagi dan tidak mengkhianatimu dengan memiliki kekasih lain." ucap Deren.


Violet merasa tersindir dengan ucapan suaminya itu, "Kau menyindirku suamiku? Aku memang memiliki mantan kekasih tapi itu hanya satu itupun karena entahlah mungkin saat itu aku kemasukkan setan tapi yang terpenting kau adalah yang pertama untukku. Kaulah yang merebut first kiss ku dan juga--" Ucap Violet malu melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


Deren tertawa, "Aku tahu sayang dan aku tidak marah padamu karena walaupun kau memiliki kekasih tapi akulah yang pertama mendapatimu. Selain itu juga kau tidak berjanji untuk tidak memiliki kekasih dan aku juga tidak mengutukmu." ucap Deren.


"Mengutuk? Aku tidak mengutukmu suamiku hanya mengancammu." ujar Violet.


"Iya iya aku tahu sayang. Terima kasih sudah mengancamku waktu itu dan terima kasih sudah melamarku saat itu. Dulu kau melamarku waktu kecil dan di masa ini aku yang melamarmu. Takdir kita unik yaa sayang." ucap Deren mengecup kening istrinya.


Violet juga tersenyum ternyata takdir mereka sudah ada sejak kecil tapi dipisahkan dan dipertemukan lagi dewasa dengan versi lain.


Setelah saling mengetahui hubungan masa kecil mereka dan saling menceritakan apa yang terjadi setelah mereka berpisah sampai kenapa Deren tidak mengenali ibunya yang ternyata Deren memang tidak menghafal muka ayah dan ibu Violet karena dia yang saat itu cuek dengan sekitarnya. Hanya Violet kecil yang dia ingat tapi ternyata saat dewasa mereka tetap tidak saling mengenali karena mungkin perubahan yang terlaku signifikan karena umur yang semakin dewasa.


Deren juga kenapa masih belum sadar saat melihat album foto masa kecil Violet karena foto yang di awal album masih dari bayi sampai usia tiga tahun dan foto saat umurnya empat tahun berada di album lain. Satu-satunya foto yang di ambil saat usianya lima tahun yang nyempil di album itu adalah fotonya bersama Deren kecil di panti itu.


Violet dan Deren keluar dari kamar begitu memastikan bahwa semua barang Violet yang akan di bawah sudah siap. Mereka keluar segera mendekati ibu Anggi yang sedang duduk membaca buku resep kue di ruang keluarga sendiri karena Carra dan Edgar baru saja pergi.

__ADS_1


"Ibu kami ingin mengatakan sesuatu." ucap Violet.


Ibu Anggi tersenyum menatap putry dan menantunya, "Ibu tahu." ujarnya.


__ADS_2